BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Gerah


__ADS_3

"Romy" Pekik Tasya. Dia sangat senang bertemu temannya.


"Tasya apakabar kamu? Lama tak ada kabar darimu" ucap Romy yang tak kalah antusias


Reza memperhatikan percakapan mereka.


'Perasaan pernah melihat orang ini. Dimana ya?' batin Reza


"Iya semenjak wisuda ya Rom" ucap Tasya


"Kamu tinggal disini?" tanya Romy


"Iya, dua tahun lebih aku tinggal disini. O ya kenalkan" Tasya melirik Reza


"Reza suaminya Tasya" dengan sengaja menyelipkan kata suami sebagai kepemilikannya


"Romy" ucapnya singkat


"Aku kira hanya gosip saja kamu sudah nikah Sya, ternyata benar" Romy tersenyum kecut.


"Iya Rom, kamu disini kerja?" tanya Tasya


"Iya, aku di supermarket bawah. Baru tiga bulan mutasi ke sini" ucap Romy


"Oh begitu."


"Ada nomor ponselmu Sya? Kemarin aku ketemu teman yang lain. Katanya angkatan kita mau mengadakan reuni" ucap Romy


"mana nomor ponselmu Sya?" pinta Romy


Tasya dan Romy asyik mengobrol. Reza hanya terdiam memperhatikan percakapan mereka.


Tasya memberikan nomor ponselnya pada Romy. Keduanya kemudian berpisah.


Reza melihat Tasya sangat bahagia setelah bertemu temannya. Dia merasa sedikit kesal.


"Bahagia Sya?" tanya Reza


"Bahagia kenapa?" tanya Tasya


"Kamu nampaknya bahagia setelah bertemu lelaki tadi" ucap Reza


"Kenapa? Cemburu lagi sama Romy? Aa juga sering bertemu teman Aa. Bagaimana rasanya? Pasti sama kan" balas Tasya tak mau kalah


"Maksudnya cemburu lagi? Memang Aa pernah bertemu dia?" tanya Reza penasaran


"Aa lupa? Dulu Romy menyapaku saat Aa jemput. Aa melihatnya dari dalam mobil waktu itu. Terus Aa marah-marah gak jelas sama aku " jelas Tasya


"Oh pantas. Rasanya gak asing" ucap Reza


"Kamu suka sama dia Sya?" tanya Reza kemudian


"Ya Enggak lah. Dulu dia sempat bilang suka. Tapi menjauh saat A Rasya selalu mengawalku" Tasya cekikikan


"Ada gunanya juga Rasya" ucap Reza


"Memang kenapa?"


"Ya, dia mau menjaga jodohku" ucap Reza


"Apa sih A Reza gak jelas!" ucapnya


***


"Pegal sekali" ucap Tasya seraya memijat kakinya


Reza yang sedang memainkan perut Tasya kemudian duduk menghadap kaki Tasya seraya memberikan pijatan pada kakinya.


"A Reza, dia bergerak" ucap Tasya yang masih sangat antusias dengan pergerakan anaknya dari dalam perut.

__ADS_1


"Coba papi pegang" ucapnya seraya memindahkan tangannya ke perut Tasya kembali


Reza mendekatkan bibirnya ke perut Taysa.


"Dek, ini papi sayang. Jangan nakal di dalam ya" ucapnya


Tasya sangat bahagia melihatnya. Dia membelai lembut kepala sang suami.


"Rasanya jadi ingin menengok dedek" ucap Reza menyeringai


"Capek ah A" tolak Tasya


"Sun sayang saja ya" pinta Reza


"Gak mau. Aa suka bohong." tolak Tasya


Reza tertawa pelan. Kali ini Tasya tak mudah dia bodohi.


"Eh, dia bergerak" ucap Reza yang tangannya masih menempel di perut Tasya


"Mirip siapa ya A?" Taya penasaran


"Mirip papinya pasti" ucap Reza


"Iya boleh wajahnya mirip papi tapi sifatnya jangan. Soalnya papi menyebalkan" ucap Tasya


"Mami mah.. " Reza cemberut


Tasya mengecup gemas bibir Reza yang sedang cemberut. Reza yang memang menginginkannya segera membalasnya. Permainan Reza semakin liar. Tiba-tiba Tasya tersenyum.


" Kenapa sayang?" Reza heran


"Diamond A" ucapnya


Seketika Reza tertawa keras, Tasya ikut tertawa.


"Kamu mau merasakan diamond membesar gak?" tanya Reza


"Kamu sendiri kan yang bilang" tuduh Reza


"Ya aku kan cuma bilang A, bukan ingin merasakannya" tolak Tasya


"Tapi suka kan sama si diamond" goda Reza


"Kalau gak suka gak jadi dedek kali A" timpal Tasya


"Kamu sudah pintar sekali ya sekarang" ucap Reza seraya mencubit hidung Tasya


"Jangan di cubit dong Pap. Sakit tahu!" protes Tasya


"Ya sudah Papi kasih diamond saja kalau begitu" ucapnya


Keduanya tertawa lepas.


***


Tengah malam Tasya terbangun. Dia merasa sangat gerah. Dia segera bangun, mengecilkan suhu AC di kamarnya.


Tasya masih tak bisa terpejam. Dia sudah merubah-rubah posisi tidurnya namun masih merasa tak nyaman. Dia merasakan tendangan kecil dari perutnya. Seolah ikut menemaninya terjaga.


"Dedek kenapa gak tidur saja kayak papi? Malah ikut bangun. Maaf ya nak, kalau membangunkanmu" gumamnya seraya mengelus perutnya


Dia merasa gemas sendiri. Diusapnya berulang kali perutnya tersebut.


"Dedek kepanasan juga ya kayak mami? Cuacanya memang panas sekali sayang akhir-akhir ini" ucapnya kemudian.


"Sya?" Reza memicingkan matanya


"Kamu bicara sama siapa?" tanya Reza yang terganggu dengan suara Tasya

__ADS_1


"A Reza gerah sekali. Aku gak bisa tidur" ucapnya


"Ini sudah dingin sayang. Kenapa? Lapar?" tanya Reza


"Papi tumben sekali ikut bangun" Tasya merasa heran dengan suaminya.


"Habis Papi dengar kok kamu ngobrol sayang" ucapnya


"Iya ngobrol sama dedek, Pap. Dia nendang, ikut bangun kali ya?" Tasya tersenyum


"Ya sudah sini Papi peluk mami sama dedek biar tidur" ajaknya


Reza memeluk istrinya dengan tangannya dijadikan bantalan untuk sang istri. Nafasnya terasa berhembus ke wajah Tasya.


"Aa sana ah!" ucap Taysa keluar dari pelukan Reza


"Kenapa memangnya?" Reza heran


"Bau naga"


Reza seketika tertawa


"Kasturi sayang bukan naga" ucapnya


"Kasturi sebau itu mana ada orang yang mau" balas Tasya


Tasya bangkit kemudian mengambil permen kecil untuk Reza dan dirinya.


"Mam, papi mau tidur malah dikasih permen" protes Reza sambil mengemutnya


"Habis dipeluknya biar wangi" Tasya menyeringai


Tasya mendekatkan tubuhnya, dia minta dipeluk lagi oleh suaminya. Setelah beberapa lama keduanya kembali terlelap.


***


"Bu, penjualan online kita kemarin sepi. Ini bagaimana Bu? Sebagian kata Agus ada yang mulai busuk" ucap Lala saat Tasya datang ke kantor


Tasya menghampiri Agus dan ketiga rekannya. Dia melihat beberapa sayuran yang mulai layu.


"Pak tolong semua di buat untuk isian capcay satu plastik kecil saja ya?" pinta Tasya


"Buat satu saja bu?" tanya Agus tak paham


"Dasar bodoh! Bukan begitu, maksud bu Tasya, semua dibuat Isian capcay. Jadi beberapa plastik. Begitu kan bu?" ucap Deni rekan Agus


"Iya begitu maksud saya" Tasya membenarkan


"Baik kalau begitu Bu"


Mereka mulai mengemasi sayuran menjadi beberapa plastik kecil hingga semua yang di gelar disana hanya sisa sedikit.


"Pak Agus mau?" tanya Tasya


"Apa bu?" tanya Agus tak mengerti


"Bodoh dipelihara kamu Gus. Ibu mau kasih kamu itu capcay. Mau gak?" Denu mulai kesal


"Hehe mau bu." ucap Agus


"Siapa yang bakal nolak bu, dibagi gratisan" timpal Deni


"Ya sudah ambil saja masing-masing satu plastik. Mau tambahkan dengan sisa yang itu boleh" ucap Tasya seraya menunjuk sisa-sisa sayuran dalam box


Tasya mengambil dua kantong plastik untuk Lala. Dia menambahkan sisa sayuran lainnya dalam satu plastik yang lebih besar.


"Tolong bagikan pada karyawan yang telah berumah tangga terlebih dahulu ya Pak. Masing-masing kasih satu plastik saja" ucap Tasya


Mereka dengan sigap membawa ke dalam gudang. Beberapa orang nampak berkerumun mengambil plastik berisi sayuran tersebut. Tak berapa lama, semua habis tanpa sisa.

__ADS_1


*** Temans, aku sedang tidak semangat nih. Bantu semangatnya dengan VOTE, LIKE dan KOMENTARNYA ya.. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2