BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Gara-gara Reza


__ADS_3

"Assalamualaikum" ucap Reza begitu masuk ke dalam kantor.


"Mam, papi diare" Ucapnya tanpa basa basi dan sedikit manja


"Hah?! Aa sih nekat sekali semalam. Sudah tahu tidak bisa makan pedas" Tasya mengomelinya


Belum selesai Tasya bicara, Reza sudah meninggalkannya ke kamar mandi. Tasya segera membereskan mejanya.


"La, kamu tolong handle kerjaan saya ya. Pak Reza sakit." ucap Tasya khawatir


Keenan melihat Tasya.


"Keenan, maaf aku gak bisa makan bareng kalian ya, atau sebagai gantinya kamu traktir Lala saja" ucap Tasya kemudian


"Keenan mau traktir aku Bu?" Lala girang


Belum sempat Keenan bicara, Reza keluar dari kamar mandi.


"Sudah berapa kali sayang kamu ke toilet?" ucapnya khawatir


"Sudah tiga kali" Reza memegang perutnya sambil duduk di kursi milik Tasya


Lala dan Keenan mendengarkan percakapan mereka karena ruangan mereka tanpa sekat.


"Ayo ke dokter." ajak Tasya membelai kepala suaminya tanpa sadar


Keenan menatapnya penuh kecewa.


"Pulang saja ya, nanti Aa beli obat di apotek" tolak Reza


"Ya sudah. Yuk pulang. Aku sudah bilang sama Lala" ujar Tasya


Mereka pamit meninggalkan kantor.


"Keenan, kamu mau traktir aku?" Lala antusias


"Enggak! Kamu kan punya gaji La. Kenapa aku harus traktir kamu" ucapnya datar


"Tadi Bu Tasya bilang.. "


"Kamu salah dengar" potong Keenan


Lala nampak sedikit kecewa. Begitupun Keenan. Dia menyaksikan sendiri bagaimana Tasya mengkhawatirkan suaminya.


***


"A tunggu disini biar aku yang beli obatnya" ucap Tasya disertai anggukan Reza


Tasya masuk ke dalam apotek. Dia membeli obat untuk Reza. Tidak lama dia keluar dari apotek dan pulang ke rumah.


"Loh, kalian sudah pulang?" tanya Pak Danu


"Iya Pa, A Reza diare. Semalam sih A Reza ikut-ikutan makan mie" balas Tasya


"Masa makan mie saja sampai diare begitu?" Pak Danu heran


"Iya, yang di makan Tasya mienya bisa bikin orang mati" ucap Reza sambil merebahkan dirinya di sofa


Tasya segera mengambil air minum dan memberikan obatnya pada Reza.


"Padahal cuma satu sendok makan mienya juga" gerutu Tasya


"Makanya jangan sok jagoan kamu!" ucap Pak Danu


Reza tak membalasnya, tenaganya sudah terkuras dari tadi.

__ADS_1


"Di kamar tidurnya A" Ajak Tasya menarik tangan Reza


Reza mengekor dibelakangnya menuju ke dalam kamar. Reza duduk di tepi kasur, sementara Tasya sibuk membuka kancing kemeja Reza dan menggantinya dengan kaos agar lebih nyaman. Dia mengoleskan minyak angin pada tubuh suaminya tersebut.


"Istirahat sayang" ucapnya setelah beres mengurus suaminya


Reza memejamkan matanya. Tak lama, dia masuk ke kamar mandi.


'Antara kasihan dan ingin tertawa jadinya. Makan satu sendok saja dia sampai begitu' batinnya


Tak lama Reza keluar dari kamar mandi.


"Kasihan suamiku" Ucap Tasya sambil mengecup kening suaminya


Tasya hendak keluar tapi tangannya ditahan oleh Reza


"Temani Aa tidur sayang" ucapnya


"Aa kalau sudah sakit berubah jadi bayi besar" ucapnya sambil merebahkan tubuhnya di samping suaminya.


***


Dua hari kemudian


"A, ini ruangan Papa? Kenapa gak sama-sama dengan yang lain saja kaya kantor lama?" tanya Tasya heran


"Biar lebih privasi saja sayang. Kan Aa nanti yang pakai ruangan ini" Reza mengedipkan matanya dengan menggoda


"Apa sih A Reza" ucap Tasya


"Bu, lebih luas dari kantor lama ya bu" ucap Lala menghampiri mereka. Dia melihat-lihat kantor yang baru di tempatinya hari itu.


"Eh maaf. Saya pikir Bu Tasya sendirian" Lala keluar ruangan


Lala menarik tangan Keenan.


"Enggak. Takutnya kita mengganggu saja. Ayo kesini" ajak Lala


Keenan mengekor di belakang Lala.


"Aku ke toilet dulu" Lala berlalu meninggalkan Keenan


Tak lama Tasya pun pergi ke toilet.


"Ibu, disini enak ya bu toiletnya" ucap Lala begitu Tasya masuk ke toilet. Lala berdiri di depan cermin besar


"Iya La" Tasya masuk ke dalam toilet.


Setelah selesai dia keluar dan Lala masih memoles wajahnya dengan bedak.


Tasya membuka jarum pada kerudungnya, dia hendak membetulkan kerudungnya.


"Kenapa La?" tanya Tasya yang sadar Lala sedang mengamatinya


"Ibu cantik sekali" puji Lala saat melihat Tasya membuka kerudungnya


Tasya menoleh ke arahnya


"Kamu juga cantik La. Kita kan perempuan" balas Tasya


"Bu, sebentar bu. Ibu kenapa ini merah-merah bu?" Lala mendekat ke arah Tasya


"Kenapa memangnya?"


"Coba lihat sini bu, merah-merah begini bu. Coba ibu lihat di cermin bu" ucap Lala polos sambil memegang leher Tasya yang memerah di beberapa titik

__ADS_1


'Ya ampun lupa. Hiks.. Malu sama Lala kalau dia tahu ini perbuatan siapa' batin Tasya


Tasya masih mematung melihat ke cermin.


"Sini bu, aku olesi minyak angin. Siapa tahu nanti hilang merah-merahnya" Lala mengeluarkan minyak angin dari tempat make upnya dan dengan telaten mengolesi leher Tasya.


'Ya ampun Laa... Bisa gila aku' muka Tasya merah padam menahan malu


"Sudah bu. Berobat saja bu, takutnya nanti makin melebar. Ini sudah beberapa yang merah" ucap Lala yang mengkhawatirkan Tasya


"Terima kasih La" Tasya segera memakai kerudungnya kembali


Mereka berjalan keluar dari toilet.


"Aku ke ruangan Pak Reza dulu ya La" pamit Tasya


Begitu masuk ke ruangan, Tasya segera menutup pintunya.


"Kenapa di tutup sayang? Kamu mau apa" goda Reza


Tasya menyubit lengan dan perut Reza


"Hei.. Kenapa sih kamu Sya" Reza menghindari cubitan Tasya


"A Reza, aku malu sama Lala" Tasya menutup mukanya


"Malu kenapa sih?" Reza heran


"Tadi aku lupa membuka kerudungku depan dia, dia lihat perbuatan Aa ini" Tasya menunjukan lehernya yang berbalut kerudung


"Terus?" Reza mengulum senyumnya


"Terus dia olesi leherku dengan minyak angin" tasya merasa geli dengan kepolosan Lala. Akhirnya dia tertawa


"Haha.." Reza tertawa lepas tanpa beban


"Anak itu.. Dia gak pernah pacaran apa?" Tanya Reza yang masih tertawa


"Memang aku pernah pacaran? Aku juga tahu begini semenjak nikah saja. Kalau aku belum nikah juga mana ngerti." Tasya bersungut


"Kalian polos sekali" ucap Reza sambil tertawa


Tasya mendelik sebal.


"Jangan-jangan dulu Aa.. "


"Enggak lah sayang, mana berani. Dulu Aa pacaran cuma gandengan tangan saja"


'lebih dikit' batin Reza


"Bohong. Buktinya Aa sudah pintar sekali ini"


"Sayang, ini tuh pengetahuan dasar pria. Semua lelaki pasti tahu yang begini-begini" ucapnya


"Sstt.. A Reza! Kenapa kita jadi bahas beginian di kantor!" Tasya baru menyadarinya


"Haha.. Kamu yang duluan." Reza mengacak kerudung Tasya


"Nanti malam Aa tambah sekalian, biar si Lala panik lihat lehermu. Haha" Reza senang


"Enak saja. Gak boleh lagi mulai sekarang" Tasya mengancam


"Iya, nanti turun sedikit biar gak di lihat Lala" goda Reza


"Ih A Reza mah!" Tasya hendak menyubitnya

__ADS_1


"ih A Reza mah. Aku suka" ledek Reza mengikuti gaya bicara Tasya


*** Teman Readers jangan bosan bantu VOTE aku yaa.. Tinggalkan jejak dengan LIKE dan KOMENTARNYA juga. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2