
"Sekalii saja.. Boleh ya?" pinta Reza masih di daun telinga Tasya. Dia menangkap basah Tasya yang bergidik tadi, sehingga dia sengaja memancingnya.
Tasya hanya terdiam tanpa menjawabnya.
Reza memainkan bibirnya di daun telinga Tasya, sesekali dia menghembuskan nafasnya. Hal itu tentu saja membuat Taysa semakin tidak karuan.
"A Reza.." ucap Tasya lirih. Dia hanya diam dengan jantung berdetak kencang, tapi hasratnya mulai bangkit. Dia tidak menghentikan aktifitas yang Reza lakukan.
Reza membalikan tubuh Tasya, dipandangnya istrinya tersebut. Dia mengusap lembut rambut istrinya. Kemudian di kecup kening istrinya. Di cium gemas hidung Tasya. Beralih mengecup kedua pipinya bergantian.
Tasya hanya diam. Merasakan setiap kecupan Reza di wajahnya. Ada sebuah rasa yang baru pertama kali dia rasakan. Begitu indah dan membuatnya hanyut terbuai oleh rasa itu.
Reza menurunkan kepalanya, kecupan lembutnya beralih menjadi lebih cepat dan bersemangat saat bibirnya menjalar ke leher istrinya. Tangan Tasya melingkar di kepala suaminya. Sesekali di remas rambut suaminya itu.
Reza tersenyum saat Tasya melingkarkan tangannya. Dia merasa Tasya menyambut dirinya. Kini tangannya tak hanya diam, tangan Reza melakukan aktifitas lain pada tubuh istrinya.
Reza kembali mengecup bibir Tasya. Kini Tasya tak hanya diam. Dia membalas yang di lakukan suaminya. Tanpa sadar, tak sehelai benangpun menutupi tubuh mereka. Sehingga hal yang selama ini diinginkan Reza pun terjadi.
***
Reza menatap Tasya dengan senyuman merekah di wajahnya setelah membersihkan dirinya.
"Terima kasih sayang." di kecup kening Tasya
Tasya tersenyum malu.
"Maaf ya sudah membuatmu sakit" bisiknya
"Masih sakit?" sambungnya
"Sakit sekali." Tasya menahan tangisnya.
"Kata orang nanti lama-lama gak sakit lagi" ucap Reza meyakinkan
"Aku gak mau lagi. Sakit sekali" ucap Tasya
"Maaf" Reza menyesal
Tasya menjadi tidak tega mendengarnya. Dia memeluk suaminya.
'krubuukk..' tiba-tiba bunyi perut Tasya memanggilnya. Dia sangat malu oleh Reza.
"Kamu lapar ya sayang?" tanya Reza
Tasya tersenyum malu.
"Ayo kita makan" ajak Reza.
"Kita tadi memang tak sempat makan juga" sambungnya lagi
Reza menuntun Tasya ke dapur.
"Mau masak mie instan saja?" tanya Reza
"Mau.. " ucap Tasya.
Reza kemudian memanaskan air dan memasak mie instan untuk mereka berdua. Tasya menyaksikan suaminya yang sedang menuangkan bumbu mie instan ke dalam mangkok. Dia merasa senang dengan apa yang dilakukan Reza.
"Silahkan nyonya. " ucap Reza sambil menghidangkan semangkuk mie instan ke hadapan Tasya.
__ADS_1
" Terima kasih a" ucap Tasya lembut.
Mereka kemudian menghabiskan mie instan tersebut tanpa sisa. Setelah selesai mereka masuk ke kamar kembali dan beristirahat.
***
"A Reza bangun. Sudah siang." Tasya membangunkan Reza dengan mengguncang badannya
"Hmm.. " Reza masih memejamkan matanya.
"Cepat. Sudah terlambat A" masih mengguncang badannya.
"Iya. Sebentar lagi" Reza merasa berat untuk membuka matanya
"A Reza!" Tasya kesal
"Libur sehari lagi ya, kamu bilang sama Papa aku gak enak badan" ucap Reza
"A Reza sakit?" tanya Tasya sambil memegang kening Reza
"Aa masih ngantuk." ucapnya
"A, bohong dosa" Tasya mengingatkan
"Bohong sekali saja" ucapnya masih tidak membuka matanya.
Tasya keluar kamar dengan malu-malu. Dia merasa aneh saat berjalan. Dia melihat Pak Danu sudah siap berangkat kerja.
"Reza belum siap Sya? Tanya Papa
"A Reza masih lelah katanya Pa. Aku paksa kerja juga dia gak mau" ucap Tasya bohong
"Ya sudah. Biarkan dia istrihat hari ini. Kalau besok masih belum masuk kerja. Papa potong saja gajinya" ucap Papa pada menantunya
"Eh? Apa dia masih kangen sama kamu?" goda Papa sambil tertawa
"Kangen apa sih Pa" Tasya malu
"Papa berangkat ya kalau begitu. Assalamualaikum" ucapnya seraya keluar rumah. Disana Pak Budi sudah menunggunya.
Tasya kemudian menghampiri Bi Tinah yang sedang asyik d dapur.
"Mau makan nasi goreng Neng? Biar Bibi yang buatkan" tanya Bi Tinah
"Aku makan ini saja Bi" jawabnya sambil mengambil beberapa roti kukus ke piringnya
Dia hendak membawanya ke kamar.
"Mau saya belikan bubur buat Nak Reza?" tanya Bi Tinah yang mendengar percakapan Tasya dan Pak Danu tadi.
"Tidak usah bi. Ini yang ada saja. Terima kasih" jawabnya sambil berlalu ke dalam kamar
***
Reza masih tertidur pulas. Tasya duduk di kursi dan mamainkan ponselnya sambil mengunyah roti kukus. Setelah sarapan, Tasya kemudian mandi.
"Sya.. Buka.. Aa ingin buang air kecil nih" ucap Reza yang terbangun
"Sebentar A" jawab Tasya yang sedang membersihkan sisa sampo di rambutnya
__ADS_1
"Cepat.. Sudah gak tahan nih" Reza mengetuk pintu Tasya berkali-kali
Pintu terbuka, Tasya melilitkan handuk di tubuhnya. Dia merasa malu.
"Kenapa gak ke kamar mandi yang di luar saja sih?" Tasya kesal
"Gak kepikiran sayang" jawab Reza setelah beres. Kemudian dia mencuci mukanya.
"Kenapa di tutupi begitu? Aa sudah lihat semuanya" ucapnya bangga
"Ini, ini, ini karya Aa kan." tujuk Reza pada tubuh Tasya
"Apa sih a Reza! Sana keluar!" Tasya semakin malu di buatnya.
"Mandi bersama ya?" pinta Reza
"Nggak!" kemudian Tasya mendorong badan Reza keluar kamar mandi
***
Reza tersenyum saat Tasya keluar dari kamar mandi. Dia nampak mengingat kejadian semalam. Tasya seolah menyadari apa yang Reza pikirkan. Dia merasa sangat malu.
"Sana mandi a!" perintah Tasya
"Sun dulu dong" godanya
"Nggak! Masih bau. Sana mandi dulu" pinta Tasya
Reza berlalu ke kamar mandi. Dia sangat senang menggoda istrinya tersebut.
Setelah mandi, Reza mengeringkan rambutnya dengan handuknya. Tasya sedang memainkan ponselnya sambil rebahan. Reza tengkurap di sampingnya.
"Sudah mandi, sudah wangi juga. Mana dong?" Reza menunjukan telunjuknya di pipinya sambil tersenyum.
Tasya melihat Reza sangat tampan dengan rambut basahnya. Dia memandang lelakinya tersebut. Alisnya yang sedikit tebal, hidungnya yang mancung serta senyumnya yang sangat indah membuat Tasya sadar dia telah jatuh cinta pada suaminya. Dia memainkan rambut suaminya.
"Kamu jatuh cinta ya Sya?" tebak Reza
"Apa sih A Reza!" Tasya malu
Reza tertawa. Dia paling suka menggoda Tasya sampai Tasya merasa malu dibuatnya.
"Aku cinta sama kamu Sya" sambil mengecup bibir Tasya
"Terima kasih buat semuanya." ucapnya kemudian
Tasya tersenyum. Dia kemudian mengecup kening suaminya.
"Ciee.. Yang sudah pintar" goda Reza senang saat Tasya sudah berani berinisiatif mengecupnya.
"Sya, Aa mau ke gudang sebentar. Terus ke kantor Papa. Kamu ikut ya" pinta Reza
"Aku di rumah saja a. Masih aneh kalau jalan" tolak Tasya
"Pokoknya hari ini temani Aa ya. Biar kamu juga terbiasa jalannya. Oke?" Reza tersenyum
"Sana ganti baju sayang" pinta Reza
Tasya kemudian bangkit dan mengganti bajunya.
__ADS_1
*** Hallo Readers, akhirnya setelah penantian panjang Pecah Telur juga yaa A Reza dan Neng Tasya... Tolong bantu VOTE dengan KOIN atau POINnya ya...jangan lupa LIKE dan KOMENTARnya biar aku makin semangat. Terima kasih ^^ ***