BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Morning Sickness


__ADS_3

"A Reza, iih.." Tasya menghindar


"Lupa tadi gak tanya ya Sya sama dokter Felly" Reza berbisik di telinga Tasya


"Kata dokter harus puasa loh A" Tasya menakutinya


"Memang tadi dokter bilang?" Reza mengingat-ngingat


Tasya menahan senyum melihat kepolosan suaminya.


"Bisa juga aku ngerjain kamu A" batin Tasya senang


"Memang Aa gak dengar tadi?" Tasya balik bertanya


"Enggak sayang" ucapnya polos


"Sama A. Aku juga nggak. Bahahaa.." Tasya tertawa penuh kemenangan


"Hei, kamu ya.. Ngerjain Aa." Reza menggelitik Tasya


"Ampun.. Ampun A.. Aku ingin buang air kecil" Tasya setengah berlari


"Awas jatuh sayang" Reza memperingatkannya sambil tersenyum


***


Setelah beberapa lama, Tasya tertidur.


'Tumben kamu manja sayang' batin Reza sambil mengkat tangannya pelan-pelan setelah di peluk Tasya dari tadi.


"Hmm.. Kamu yang manja ya anak papi, mami sih gak manja kayak begini" gumam Reza beralih ke perut Tasya


Tok.. Tok.. Tok..


"Za.. " suara Pak Danu dari luar


Reza segera bangkit dan membuka pintu kamar agar Tasya tidak terbangun.


" Iya Pa, Papa sudah pulang?" tanya Reza


"Katanya kamu cari Papa kata Bi Tinah?" tanya Pak Danu tanpa menjawab pertanyaan Reza


Mereka berjalan hendak duduk di ruang televisi.


"Tasya hamil Pa" ucap Reza mengekori Pak Danu


Seketika Pak Danu berbalik, menatap Reza.


"Serius kamu?" ucapnya senang sambil berhenti berjalan dan kini sejajar dengan Reza


"Iya Pa. Tadi kita dari dokter. Katanya baru empat mingguan" jelas Reza


"Alhamdulillah.. Za, akhirnya.. " Pak Danu menepuk pundak Reza berkali-kali


"Sakit Pa. Malah Papa pukuli Reza" Reza bersungut


"Lemah sekali kamu jadi calon bapak" ucapnya senang


"Za, jaga calon cucu Papa baik-baik ya. Pantas hari ini Papa kok berasa happy sekali" Pak Danu melanjutkan ucapannya


"Tentu Reza jaga, anak Reza sendiri" ucapnya sambil duduk


"Jadi kamu gak ke kantor?" tanya Pak Danu


"Enggak. Tapi semua beres. Ada si Lala sama Pak Bambang ini" jawab Reza ringan


"Kamu mau pulang Za? Kasih kabar baik ini ke mertuamu?" tanya Pak Danu


"Nah itu dia, Reza lupa tanya dokter" Reza menggaruk kepalanya


"Takutnya Tasya kecapean Pa kalau pulang. Nanti Reza telepon saja dulu" ucapnya kemudian


"Iya sih, kondisi orang hamil kan beda-beda. Dulu ibumu repot sekali hamil sama kamu. Dia sampai bedrest" kenang Pak Danu

__ADS_1


"Mudah-mudahan Tasya kuat. Eh kemana dia?" tanya Pak Danu lagi


"Tidur Pa, lemas katanya" jawab Reza


***


Setelah berbincang dengan Pak Danu, Reza masuk ke dalam kamar, dia melihat Istrinya masih tertidur.


"Kamu buat mami jadi tukang tidur sayang" Reza mengelus-ngelus perut Tasya


"A.. Jam berapa sekarang?" Tasya mengejap-ngejapkan matanya. Dia terbangun karena elusan tangan Reza di perutnya.


"Jam delapan sayang" ucap Reza


"A Reza enggak siap-siap ke kantor?" Tasya kaget


Reza tersenyum


"Aku ingin sarapan buatan kamu sayang" ucapnya menahan senyum


"Ya sudah, aku ke kamar mandi dulu" Tasya bangkit


"Haha.. Ini malam sayang, kamu sih tidurnya lama sekali" ucap Reza


"Hah? Ini jam delapan malam?" tanya Tasya yang mulai sadar


"Iya. Anak papi bikin mami jadi ngawur" ucap Reza mengelus perut Tasya


Tasya bangun, menuju kamar mandi. Setelah beberapa lama, dia keluar dengan melilitkan handuk di tubuhnya.


"Kamu mandi Sya?" tanya Reza yang menolehnya selintas


"Iya A. Enak segar sekali ke tubuhku" ucapnya


"Hati-hati masuk angin sayang" ucapnya lagi sambil membuka email di laptopnya


"A Reza sudah makan?" tanya Tasya


"Sudah dari tadi. Aa lapar sekali. Nunggu kamu gak bangun-bangun" jelas Reza


"Hmm.. Wangi" Reza mencium aroma sabun disana


"Iya dong, memangnya Aa masih bau" Ucapnya sambil melepas pelukannya


"Makan dulu sayang, kamu kan harus minum yang dari dokter itu" ucap Reza


Tasya kemudian keluar kamar. Dia melihat makanan yang terhidang disana. Kemudian dia masuk kembali ke dalam kamar.


"A Reza, aku ingin nasi uduk" pinta Tasya


"Ya sudah Aa belikan" ucapnya


"Aku ingin makan disana" pinta Tasya


"Hmm.. Ayo kalau begitu" Reza menghentikan aktifitasnya kemudian mengambil kunci mobil


Tasya memakai bergo dan kardigannya.


Mereka keluar rumah, Reza mengambil mobilnya.


"Kok gak naik motor saja A? Kan cuma kesitu" tanya Tasya heran


"Aa gak mau kamu masuk angin" ucap Reza


"Enggak A. Cuma sebentar ini" Tasya bersikeras


"Motornya tinggi sayang" Reza memberi alasan


"A Reza sih! Aku bilang beli motor matic!" Tasya cemberut sambil masuk ke dalam mobil


"Iya, iya nanti ya sayang" Reza gak mau berdebat.


"Jangan cemberut begitu dong sayang" Reza memegang dagu istrinya. Tak lama kemudain mereka sampai di sebuah tenda langganan mereka.

__ADS_1


"Mau makan apa?" tanya Reza


"Nasi uduk" jawab Tasya singkat


"Iya sama apa lauknya?" Reza mencoba sabar


"Nasinya doang" ucap Tasya


Reza meliriknya heran.


"Sama ayam ya?" tanya Reza lagi


"Iya" Tasya masih menjawab singkat


"Tempe tahu juga ya?" tanyanya lagi


"Iya"


'Tuhan, tolong hambamu ini' Reza menjerit dalam hati


Reza memesan makanan kemudian menghampiri Tasya yang duduk menunggunya.


"Aa pesan juga?" tanya Tasya


"Iya" jawabnya


"Katanya tadi sudah makan A?" Tasya heran


"Dari pada Aa bengong sendirian terus nanti malah ngiler lihat kamu makan" ucapnya


"Dasar perut karet" Tasya tertawa


***


Beberapa Hari Kemudian


Tasya bangun dengan malasnya. Dia keluar kamar untuk mengambil teh tawar panas yang biasa Bi Tinah sediakan sejak tahu Tasya hamil.


"Terima kasih bi" ucap Tasya sambil membawa gelasnya ke dalam kamar


"Mual sekali" dia memakai kayu putih di perutnya sambil sesekali di hirup olehnya. Sekarang kayu putih menjadi teman yang tak terpisahkan dari dirinya.


Tasya membangunkan Reza berkali-kali. Reza kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Tidak lama kemudian.


"huueekk.."


Tok.. Tok..tok..


Tok..tok..tok..


Pintu kamar mandi dibuka. Tasya segera masuk dan muntah. Reza memijit tengkuk Tasya dengan sabar.


Setelah selesai, dilihat mata Tasya yang memerah. Tasya segera keluar dari kamar mandi. Reza pun segera menyudahi aktivitasnya.


"Hari ini kamu gak usah ke kantor ya" ucap Reza


"Aku gak apa-apa A. Aku gak mau bosan disini" pinta Tasya


***


Setelah beberapa lama di Kantor,


"Ini yang belum kita kirim ke supermarket Bu, 2 kwintal tomat, 50 kilogram brokoli, dan 200 kilogram kol." ucap Lala kepada Tasya sambil memegang berkas-berkas.


Tasya menghubungi Pak Bambang agar segera mengirimkan sayuran tersebut ke supermarket.


"Untuk restoran Padang?" tanya Tasya kemudian


"Tadi pagi sudah di kirimkan Bu. Sudah selesai semua" ucap Lala kemudian


"Syukurlah" Tasya merebahkan kepalanya di kursi


"Bu, sudah jam makan siang." Lala mengingatkan

__ADS_1


"Ayo La, kita cari makan" ajak Tasya pada Lala


__ADS_2