BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Hati ke Hati


__ADS_3

Sudah sejak subuh, Reza terkulai lemas. Pempek dan mangga kemarin membuatnya bolak balik ke kamar mandi.


"Maafkan aku ya A" Sesal Tasya sambil menggosokan minyak angin pada badan Reza.


"Sudah gak apa-apa sayang. Cuma sakit perut ini, biar Aa kurusan juga" hibur Reza


Tok.. Tok.. Tok..


"Neng.." suara Bi Tinah memanggilnya


"Ini bubur sama obatnya" ucap Bi Tinah saat Tasya membuka pintu kamarnya.


"Terima kasih ya Bi" ucapnya seraya mengambil nampan dari tangan Bi Tinah. Dia menutup pintunya kembali saat Bi Tinah meninggalkan kamar mereka.


"Makan dulu sayang" ajak Tasya


"Suapi ya mam" pinta Reza


"Iya bayi besarku" ucap Tasya seraya tersenyum.


Tasya menyendokan bubur ke dalam mulut Reza. Dia dengan telaten menyuapi sang suami, sementara Reza sendiri sibuk dengan game di ponselnya.


Dilihat wajah lelakinya itu lekat-lekat. Lelaki yang dapat menaklukan dirinya sekaligus menjadi cinta pertamanya serta calon Papi dari buah cinta mereka.


"Sehat ya sayang" ucapnya tiba-tiba


Tak terbayang olehnya jika dia ditinggalkan Reza atau jauh dari Reza. Hatinya mulai bersedih. Rasa takut menjalar menyelimuti hatinya.


"Kenapa Mam?" tanya Reza seraya menghentikan aktifitasnya dan menatap heran sang istri.


"Gak apa-apa. Aa manja kalau sedang sakit" ucap Tasya


"Manja juga sama kamu saja sayang" ucapnya seraya kembali menatap layar ponsel.


"A Reza"


"Hmm.. "


"Aa menyesal tidak menikah denganku?" pertanyaan yang sudah lama ingin dia tanyakan pada sang suami


"Kenapa kamu bertanya begitu?" Reza kini menyimpan ponselnya.


"Gak apa-apa. Aku hanya ingin tahu saja" jawab Tasya


"Boleh jujur?" tanya Reza yang membuat Tasya sedikit khawatir akan jawaban suaminya.


"Harus a" jawabnya singkat


"Jujur kenapa gak dari dulu saja Aa nikah denganmu" Reza menyeringai


"Ih A Reza mah! Serius!" Tasya kesal


"Lagipula kenapa kamu bertanya begitu. Aneh!" ucap Reza


Tasya terdiam.


"Aa gak pernah sama sekali menyesal sayang. Apa yang harus disesali?" Reza balik bertanya


"Ya barangkali karena aku kekanakan, aku manja, aku buat aa kesal" ucap Tasya

__ADS_1


"Kekanakan dan manja wajar. Kamu itu kesayangan ayah, ibu, terutama Rasya. Kamu sudah kuliah pun Rasya menjagamu, menuruti semua kemauanmu, semua Rasya lakukan bukan?"


"Terus.. Kamu kan gak pernah pacaran. Ibaratnya gak pernah berhubungan dari hati ke hati dengan lelaki. Kamu amatir" ledek Reza


"Ih Aa mah. Aku gak amatir juga kali. Aku kan sering jadi tempat curahan hati teman-temanku" Tasya tak terima


"Tapi kan kamu tidak pernah mengalaminya. Tidak pernah berada di posisi mereka. Wee"


"Mereka? Aa juga kali" Ketus Tasya


"Tuh kan. Sudah Ah. Nanti kamu cemburu lagi ingat mantan Aa" Reza ketakutan


"Kata Aa aku cemburuan gak?" kini Tasya tersenyum malu


"Jujur Iya. Cemburuan sekali. Kadang kayak anak baru gede cemburunya. Sulit di tebak juga. Tapi ya balik lagi, itu pribadimu. Aa kan cinta pertama dan terakhirmu. Jadi wajar saja kamu ketakutan. Aa juga gak masalah kamu cemburuan. Cuma yang susah membujukmu agar biasa kembali" tutur Reza


"Menurutmu Aa bagaimana?" tanya Reza


"Aku gak bisa bandingkan Aa sama yang lain. Kan aku gak pernah pacaran. Gak pernah dekat dengan lelaki manapun. A Rasya ketat sekali. Baru ada yang kirim pesan saja dia awasi" gerutu Tasya


"Maksud Aa, kamu menilai Aa bagaimana? Kamu malah melebar kemana-mana" ucap Reza


"Ya Aa awalnya selalu buat aku kesal, suka seenaknya, dewasa eh bukan tua kali ya bukan dewasa" Tasya tertawa


"Kamu mah" Reza cemberut


"Hmm.. Sabar dengan semua tingkah lakuku, Dewa.."


"Lanjut nanti Sya.. " Reza berlari ke kamar mandi


" Kasihan Papi nak. Ulah siapa coba? Mami apa kamu Dek? Kamu kan Dek jahilin Papi" ucap Tasya seraya mengelus perutnya sambil tersenyum.


"Minum dulu obatnya" pinta Tasya


Tak banyak bicara, Reza mengambil obat dari tangan istrinya kemudian meneguknya bersama air putih.


"Lemas sayang?" tanya Tasya saat Reza menjatuhkan dirinya di atas kasur


"Heem. Kayak di peras perut Papi, Mam" ucapnya manja


"Maaf ya gantengku, Dedek nih yang ingin suapi Papi kemarin" ucap Tasya


"Lanjut sayang" ucap Reza


"Apanya?" Tanya Tasya


"Yang tadi. Aa bagaimana menurutmu" Reza mengingatkan


"Oh itu, Aa ganteng, pengertian, posesif, cemburuan juga, jahil, hmm.. Apa lagi ya.." Tasya berpikir keras sementara Reza tersenyum bangga


"Salah ya? Aku malah muji-muji. Aa juga tadi gak puji-puji aku" Tasya bersungut


Reza tertawa keras.


"Sudah ah!" Tasya hendak berdiri kemudian Reza meraih tangannya.


"Kamu buat Aa.. Intinya, Aa bersyukur Papa jodohkan kamu dengan Aa. Kadang Aa berpikir, andai saja Aa berontak, menolak perjodohan ini, mungkin seumur hidup Aa akan rugi" ucap Reza


"Kenapa rugi?" tanya Tasya

__ADS_1


"Ya rugi lah. Hari gini masih ada cewek yang gak suka perhiasan, gak suka dandan berlebihan, gak sering beli baju. Untung itu kamu. Jadi Aa hemat" candanya seraya tertawa


"Ih Aa mah! Besok-besok aku habiskan saja uangmu A!" Tasya kesal


"Jangankan habiskan uang Aa. Uang kamu pun Aa yang simpan" Reza menyeringai


"Aa sayang kamu Sya. Jangan pernah tinggalkan Aa apapun yang terjadi ya" pinta Reza


"Apa sih A Reza" Tasya tersenyum malu


"Kamu jujur dong. Aa terus yang bilang begitu" Reza bersungut


"Jujur apa?" tanya Tasya


"Ya bilang sayang Aa. Masa harus Aa minta terus" Jelas Reza


"Aku sayang Aa banget. Cinta pertama dan terakhirku" Tasya mengecup kening suaminya.


"Ciee.. Malu.." goda Reza


"Jadi kita sedang bicara dari hati ke hati nih ceritanya?" tanya Reza sambil tersenyum


"Sini" Reza menggeser tubuhnya kemudian menepuk kasur sebelahnya.


Tasya membaringkan tubuhnya di samping sang suami. Mereka kemudian tidur berhadapan.


"A.. Aa jangan pernah selingkuh ya" pinta Tasya dengan wajah murung


"InsyaAllah Enggak. Aa kan sudah janji sama kamu. Aa ingin seperti Papa" ucapnya seraya membetulkan rambut Tasya


"Kamu juga ya, jangan pernah minta pisah lagi" pinta Reza


"Hehe maaf. Aa sih bicaranya bikin kesal" ucap Tasya


"Waktu itu Aa benar-benar takut Sya. Kamu gak boleh begitu lagi" larang Reza


"Iya" ucap Tasya seraya tersenyum


"Apa Aa dulu bersikap begini sama mantan Aa?" tanya Tasya


"Enggak. Aa baru sekarang takut, frustasi, bahagia seperti ini" ucap Reza


"Bohong"


"Kamu gak percaya? Belah dadaku" ucap Reza


"Percuma, di belah juga gak ada berlian disana" ucap Tasya


"Eh diamond A" mereka tertawa riang


"Kamu tiap obrolan pasti larinya ke diamond terus" Tuduh Reza seraya tersenyum


"Aku gak sadar malah. Berlian diamond" Tasya tertawa lepas


Sedang asyik tertawa tiba-tiba terdengar dering ponsel Reza. Reza segera membuka ponselnya.


"Siapa A?" tanya Tasya


*** Temans, terima kasih untuk suport dan dukungannya ya. Untuk komentar-komentar positifnya dan untuk like serta votenya. Jangan bosan ya untuk terus dukung aku. Terima kasih ^^ ***

__ADS_1


__ADS_2