BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Kegagalan Reza


__ADS_3

Tasya masih merasa gemetar setelah sidang tadi. Ada rasa lega di hatinya karena sidangnya berjalan dengan lancar.


"Yeay! Kita wisuda bareng" ucap Rina sambil merangkul kedua temannya.


"Ayo kita makan-makan. Rasanya dari kemarin aku gak enak makan gak enak minum. Sekarang sudah lega" ajak Tari


"Ayo.. Makan apa kita?" tanya Rina


"Ayo kita makan ayam penyet saja" aja Tari


"Aku ajak A Reza boleh? Tahu sendiri kan tadi aku diantar dia." ucap Tasya


"Oh iya. Tasya sekarang punya bodyguard. Hihi" ucap Rina


"Ajak saja Sya, siapa tahu kita di traktir om galak" Tari berharap


"Yee dasar. Ya sudah aku telepon dulu" ucap Tasya


*Dering Ponsel Reza


"Assalamualaikum Sya. Sudah beres?" tanya Reza


"Waalaikumsalam. Sudah A. A Reza dimana?" tanya Tasya


"Aa dari tadi di parkiran Sya." ucapnya


"Ya ampun. Aku kesana sekarang kalau begitu." kemudian menutup teleponnya.


"Kenapa Sya?" tanya kedua temannya


"A Reza di parkiran dari tadi katanya" jawab Tasya


"Aku pikir kenapa. Ciee.. So sweet sekali A Reza sampai setia menunggu begitu" ucap Tari


"Ayo sekalian makan kalau begitu" ajak Tasya


"Kamu kan belum bilang sama A Reza, Sya?" tanya Rina


"Gak apa-apa. Pasti dia mau" ucapnya


Mereka pun berjalan ke parkiran. Reza menyandarkan badannya di mobil sambil melihat mereka berjalan ke arahnya.


"Sudah beres?" ucapnya seraya Tasya mencium punggung tangan suaminya.


Tari dan Rina saling sikut melihatnya.


"Lancar semua?" tanya Reza pada mereka berdua


"Iya A, akhirnya setelah perjuangan bertahun-tahun, sampai nangis darah dan air mata ini mengering" ucap Rina


"Hiperbola deh" ledek Tari


"A Reza kita makan yuk. Tari dan Rina ngajak makan bareng. Mau gak?" tanya Tasya


"Kalian mau makan dimana?" tanyanya


"Ayam penyet A. Mau ya?" Rayu Tasya


"Ayo" ucap Reza


"Aku ambil motorku dulu kalau begitu Sya" Rina hendak mengambil motornya

__ADS_1


"Sudah naik mobil saja ramai-ramai. Nanti kita antar lagi kesini" ajak Reza


"Iya yuk. Dari pada kita pisah-pisah. Gak enak kan" ajak Tasya


"Kamu curhat Sya" ucap Reza mendekat ke telinga Tasya


Tasya tersipu malu. Padahal tidak beemaksud kesana.


"Ehm.. Rin, kita jadi nyamuknya kalau ikut" Tari mengeraskan suaranya


"Sudah ayo jalan. Kalian lapar kan" ajak Reza


Reza dan Tasya duduk di kursi depan. Tari membuka pintu mobil belakang.


"Waw.. Cantik sekali bunganya" ujar Tari begitu melihat sebuket bunga mawar merah yang dibeli Reza tadi


"Yah. Lupa" Reza tersenyum malu


"Ciee.. Nih Sya, aku wakilin A Reza" Tari menyodorkan bunga tersebut


"Haha.. Aduh jadi gak romantis deh" Reza dan yang lainnya tertawa


Tasya melirik ke arah Reza.


'Terima kasih A. Aku suka sekali.' batinnya


Mobil itu pun melaju ke sebuah warung ayam penyet. Begitu tiba disana mereka memilih tempat duduk yang kosong. Kemudian Tari menulis pesanan mereka dan memberikannya kepada pelayan.


"Yah sedih juga ya. Kita nanti gak bakal sering ketemu" ucap Tari


"Iya. Nanti kita akan sibuk masing-masing" kata Rina


'Sabar Za.. Anggap saja lagi mengasuh tiga gadis' batinnya sambil mendengarkan percakapan mereka.


Pesanan mereka pun tiba. Mereka makan dengan lahapnya.


"Pedas sekali Sya" ucap Reza sambil meminum es teh manisnya.


"Aa ini biasa saja A. Kurang pedas segini tuh" ucap Tasya


Setelah semua beres makan, Reza membayar makanannya.


"Wah, terima kasih A sudah traktir kita" ucap Tari senang.


"Iya. Anggap saja perayaan kalian lulus" ucap Reza


"Tahu gitu kita cari tempat makan yang mahal saja ya" canda Rina


"Hus.. Kamu itu suka betul saja." ucap Tari. Kemudian mereka tertawa


Reza dan Tasya kembali ke kampus untuk mengantarkan kedua teman Tasya. Setelah sampai di depan kampus, mereka berpamitan. Tasya dan kedua temannya berpelukan cukup lama seakan tidak akan bertemu lagi. Reza menyaksikan mereka dari dalam mobil.


"Selamat lulus istriku" ucap Reza begitu Tasya kembali ke mobilnya.


"Mau surprise jadi gagal deh. Padahal Aa kan ingin makan romantis. Eh yang ada malah kepedasan sendiri" ucap Reza


"Terima kasih suamiku. Aku malah senang A. Aa juga mau gabung dengan teman-temanku." ucap Tasya tulus.


"Akhirnya tinggal wisuda ya. Bentar lagi kamu jadi nyonya Ramadhan sesungguhnya ya Sya" ucap Reza


"Emang sekarang palsu?" tanya Tasya

__ADS_1


"Sekarang kamu masih mahasiswi. Nanti ganti status jadi ibu rumah tangga. Haha" goda Reza


"Iya ya. A aku boleh kerja?" tanya Taysa


"Hmm.. Boleh gak ya?" Reza menggodanya


"Aku sih kalau Aa izinkan, aku mau kerja. Tapi kalau gak boleh. Ya aku jadi ibu rumah tangga saja" ucapnya pasrah


"Duh istri yang baik" ucap Reza sambil mengelus kerudung Taysa


"Yuk pulang. Aku ingin mandi. Rasanya sudah gak enak sekali" ucap Tasya


Kemudian mobil putih tersebut melaju ke rumahnya.


Sesampainya dirumah, mereka berbincang dengan ibu. Ayah Tasya masih belum pulang. Keduanya masuk kamar.


"Gerah juga" ucap Reza sambil membuka bajunya.


"Aa dulu atau aku dulu a?" tanya Tasya


"Apanya?" tanya Reza singkat


"Mandinya A" jawab Taysa


"Aa sih maunya bareng kamu" goda Reza


"Ih dasar A Reza!" ucap Tasya seraya keluar kamar.


Mereka pun gantian mandi. Tasya ngobrol dengan ibu selama Reza mandi.


"Kapan kamu pulang Sya? Biar nanti ibu bawakan bekal" tanya ibu


"Nggak usah bu. Nanti ibu repot" tolak Tasya


"Sudah nikah ibu baru dengar kamu bilang repot. Dulu-dulu ngerengek kalau minta sesuatu" ledek ibu


"Hehe.. Iya ya. Aku jadi dewasa kan bu. Lama-lama aku kebawa tua sama a Reza. Haha" Tasya dan ibu tertawa bersama


***


Kamar Tasya


"kapan kita pulang A?" tanya Tasya


"Kamu sudah beres memang di kampus?" Reza balik bertanya


"Belum sih, tapi nanti saja dekat-dekat wisuda kita kesini. Aa kan sudah dua hari gak kerja. Aku gak enak"


"Ya sudah. Besok saja ya kita pulang. Nanti menjelang wisuda kita kesini lagi" ajak Reza


"Akhirnya lulus juga. Selamat tinggal skripsi yang penuh perjuangan" ucap Tasya sambil merebahkan badannya


"Selamat menjadi ibu rumah tangga. Selamat menjadi istri Reza Ramadhan sesungguhnya. Jadi kapan kita bulan madu sayang?" tanya Reza sambil tengkurap dan menahan wajahnya dengan satu tangan.


"Apa sih A Reza" Tasya malu


"Ayo lah Sya. Memang kamu gak kasihan sama Aa" Reza menekuk wajahnya pura-pura sedih


'Sya ingat kata-kata ibu' batinnya berbicara


"A Reza memang maunya kapan?" tanya Tasya lembut sambil membelai wajah Reza.

__ADS_1


__ADS_2