BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Mengikuti Keinginan Ibu Hamil


__ADS_3

Beberapa hari ini, rumah tangga kedua insan yang sedang menanti kehadiran sang buah hati sangat damai tanpa drama. Mereka seperti biasa berangkat ke kantor dengan wajah ceria.


Suasana hari ini sedikit mendung, mereka baru tiba di kantor. Reza memakai kemeja lengan panjang bergaris horizontal berwarna abu dengan menyingsingkan lengan kemejanya sampai ke sikut. Kemeja slimfit tersebut memperlihatkan lekuk tubuhnya nampak lebih macho. Sementara sang istri memakai kemeja longgar panjang selutut berwarna biru muda senada dengan kerudungnya.


'Jalan lima langkah saja mereka gandengan terus. Pak Reza sempurna sekali menjaga istrinya' batin Lala yang memperhatikan keduanya mendekat masuk ke dalam kantor


"Assalamualaikum, selamat pagi La. Pagi-pagi sudah melamun" sapa Reza ramah


"Selamat pagi pasangan paling romantis sedunia. Hehe"


"Bicara apa sih kamu ini La" tanya Tasya sambil menyimpan tasnya sementara Reza berjalan menuju ruangannya.


"Bu, apa di depan Pak Danu, Pak Reza romantis seperti itu?" Tanya Lala


"Kenapa memangnya La?" Taysa penasaran


"Tidak apa-apa bu, hanya penasaran saja. Romantisnya setiap saat atau tidak" ucapnya


"A Reza mah ya sama, dimana-mana juga gak tahu malu. Aku yang kadang malunya. Hehe"


"Assalamualaikum" sapa Keenan yang baru masuk ke dalam kantor. Dia memakai jaket denim yang biasa dia pakai.


Kedua wanita tersebut kompak menjawab salam Keenan.


"Bu, Pak Reza ada?" tanya Keenan


"Ada di ruangannya" ucap Tasya


Keenan berjalan ke ruangannya kemudian dia mengetuk pintu.


"Masuk saja sayang" teriak Reza dari dalam ruangan


Keenan membuka pintunya, dia melihat Reza sedang berjongkok membuka laci bawah mejanya


"Tumben kamu pakai ketuk pintu segala sayang" ucap Reza begitu mendengar pintu terbuka


"Pak" ucap Keenan mengulum senyumnya


Reza menengok ke arahnya, dia sedikit tersentak melihat di hadapannya bukan sang istri.


"Oh Keenan. Saya pikir Bu Tasya barusan." Reza tersenyum kikuk


"Silahkan duduk. Ada perlu apa Keen?" tanya Reza memanggil nama kecil yang diberikan Lala kepadanya


"Pak, saya mau minta company profile untuk skripsi saya Pak" ucap Keenan


"Boleh, nanti saya berikan ya. O ya, berapa lama lagi kamu disini?" tanya Reza


"Sekitar seminggu lagi Pak. Tapi nanti saya lebih sering bolak balik ke kampus juga. Tidak apa-apa Pak?" tanyanya


"Silahkan saja. Nanti kalau butuh apapun bisa langsung hubungi saya" ucap Reza


"Baik Pak."


Keenan meninggalkan ruangan Reza.


"Habis apa kamu sama Pak Reza, Keen?" tanya Lala


"Mau tahu saja atau mau tahu banget La?" ledek Keenan


"Bebaskan kamu maunya apa?" balas Lala dengan nada menggoda


"Cih! Sok cantik sekali kamu!" Keenan sebal


"Kamu tinggal kasih tahu saja lama!" Lala sewot


"Kamu juga ingin tahu saja!"


"Astaga Keenan! Malas bicara sama makhluk kaya kamu!"

__ADS_1


Akhirnya keduanya terdiam dengan wajah kesal mereka masing-masing


'Amit-amit Ya Tuhan, aku pernah suka sama makhluk paling menyebalkan kaya dia. Untung Engkau segera menyadarkanku.' gumam Lala


***


Suasana di kantor cukup hening, hanya suara ketikan pada laptop yang tercipta disana.


"La, la" panggil Tasya


Lala dan Keenan menengok ke asal suara.


"Istirahat kita beli bakso yuk?" ajak Tasya


"Maaf bu, aku gak mau. Ada Bapak aku takut bu." tolak Lala


'Bu Tasya suka cari perkara nih, sudah tahu punya suami over protektif dosis tinggi. Nanti dikira aku lagi yang ajak-ajak.' batin Lala


"Hmm.. Aku coba bilang Pak Reza boleh atau tidak ya?" Tasya masih berharap


Tasya berjalan ke ruangan suaminya.


"Sayang sedang apa?" ucapnya begitu masuk ke dalam ruangan


"Lihat laporan. Sini" tangan Reza menyambutnya. Tasya duduk di pangkuannya.


"Sayang.." Tasya memainkan kancing kemeja bagian atas Reza


"Hmm. Ada maunya ini" tebak Reza


"Hehe.. Aku beli bakso boleh?" tanya Tasya


"Beli dimana?" tanyanya


"Di abang-abang yang suka di depan kantor kita itu" pintanya


"Beli bakso yang di Mall saja ya, Aa antar kesana. Kalau di abang-abang kan debu sayang, kasihan anak kita" ajak Reza


"Ajak juga Keenan sekalian" ujar Reza


"Serius sayang?" Tasya senang


"Iya. Kasihan dia masa sendirian disini" ucapnya


"Yes. Terima kasih gantengku. Sayangku" Tasya merengkuh kepala suaminya kemudian mengecup lembut seluruh wajah suaminya


"Aku kasih tahu mereka dulu ya sayang" Tasya beranjak meninggalkan Reza


"Teman-teman kita makan bakso yuk di Mall dekat kantor kita" ajak Tasya sumringah


"Boleh bu sama Pak Reza?" tanya Lala senang


"Boleh dong. Keenan kamu suka bakso kan?" tanya Tasya


"Iya bu"


"Ya sudah ayo kita siap-siap" ajak Tasya girang


Reza keluar dari ruangannya.


"Yuk" ajaknya


Mereka semua pergi meninggalkan ruangan.


Saat di mobil, Keenan dan Lala saling diam. Mereka memalingkan wajahnya masing-masing menghadap kaca.


"La, ada apa dengan kalian, saya perhatian kaya yang sedang marahan? Ciee.. " Goda Reza


"Apa sih Pak, gak apa-apa kok" Lala berbohong

__ADS_1


"Biasanya kan kamu cerewet La" Goda Reza


"A Reza" Tasya melotot


"Maaf ya La, A Reza suka begitu"


"Gak apa-apa bu" ucapnya


Setibanya di Mall mereka langsung menuju ke resto bakso yang dituju. Keempatnya memesan bakso sesuai selera masing-masing.


"A Reza, ini kan weekend. Kenapa kita gak pulang langsung?" Tasya menyeringai


"Mau?" tanya Reza


"Mau sekali Pak" Lala menyahutnya


"Tapi potong gaji, oke?" ancam Reza


"Yah bapak" Lala cemberut


"Bersyukur kamu La, kita di traktir makan bakso" ucap Keenan akhirnya dia mau menimpali Lala


"Iya" Lala ketus


"Yang bilang di traktir siapa?" sahut Reza


Semua mata tertuju kepada Reza


"Jadi kita bayar masing-masing Pak?" Lala kaget


"Bu Tasya yang bayar" ucapnya


"Kok jadi Aku, A?" Tasya kaget


"haha.. Kalian bayar bakso saja panik. Sudah tenang." ucap Reza


"Di minum dulu La" Reza menyodorkan sambal ke depan Lala


"Pak Reza mah" Lala cemberut


Pesanan mereka pun datang. Masing-masing sibuk dengan baksonya.


"Sya.." Reza memberikan sebagian baksonya pada Tasya


"Kenapa Aa gak mau?" tanya Tasya


"Buat baby kita" bisiknya


"Dasar" Tasya tersenyum tapi memakan bakso yang diberikan Reza


Setelah beberapa lama, bakso di mangkuk mereka telah habis semua. Keempat orang tersebut kembali ke kantor.


"Mual sayang?" tanya Reza pada Tasya yang sedang mengelus perutnya


"Tidak A" ucapnya singkat


Dua pasang mata mengamati kedua atasannya tersebut.


"Keen, polusi suara ya" sindir Lala


"Haha.. Maaf ya" ucap Reza singkat


Setibanya di kantor, Tasya melihat mobil lain parkir disana. Mobil yang Tasya kenali.


"A Reza.. Itu.. " Pekik Tasya sumringah


"Apa bu? Ada apa?" Lala kaget


Tasya tak menghiraukan. Dia segera keluar dan bergegas masuk ke dalam kantor.

__ADS_1


"Ya Allah.." Tasya melebarkan senyumnya


__ADS_2