BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Kejadian Tak Terduga


__ADS_3

"Sayang, ayo dong. Mumpung disini. Yuk turun lagi" bujuk Reza


"Sudah gak mau" Tasya masih kesal


Reza keluar dari mobil, dia membuka pintu mobil Tasya. Mengajaknya turun kemudian menggandengnya sampai masuk kembali ke dalam toko.


Di toko tersebut, Reza tak melepaskan pegangannya. Tasya mengekor di belakang Reza dengan menahan senyumnya. Dia sangat senang karena Reza selalu berhasil meredakan amarahnya.


"Jadi mau beli apa?" tanya Reza


"Hmm.. Apa ya? Mau beli buat orang kantor sama orang rumah" ucap Tasya


"Orang kantor?" Reza heran


"Iya. Aku kan sudah lama gak ketemu mereka. Masa nanti datang-datang aku gak bawa apa-apa kan gak enak A" jelas Tasya


"Sya.."


"Aku ke kantor mau kasih oleh-oleh saja, gak macam-macam" Potong Tasya


Reza melihat ke arahnya. Tasya mengangkat kedua alisnya seraya tersenyum.


"Oke kalau begitu" Reza setuju


Tasya dan Reza melihat-lihat apa yang akan mereka beli. Di susurinya satu persatu rak oleh-oleh tersebut. Beberapa orang terlihat iri kepada mereka, namun ada juga yang mencibirnya tak suka melihat kemesraan mereka.


"Sayang, apa tidak terlalu banyak?" tanya Reza heran


"Pasti habis A, tenang saja" sanggah Tasya


Tasya melihat ke arah stand manisan. Disana terdapat berbagai macam manisan buah yang berada dalam toples kaca.


"Papi, boleh gak beli itu? Kayaknya segar. Boleh ya Pap?" Tasya menggelayut manja


Reza melihat ke arah manisan itu. Dia melotot ke arah Tasya.


"Please.." Tasya memohon


"Boleh beli itu, tapi ini semua gak jadi beli. Atau beli ini, tapi itu tidak boleh. Pilih salah satu" ucap Reza tegas


Tasya terdiam, Reza masih melihat kearahnya.


"Ya sudah iya yang ini saja" Tasya cemberut


"Bagus." Reza tersenyum senang


"Papi mau jagain mami, papi larang mami karena papi sayang sama mami" bisik Reza di dekat telinga Tasya untuk menghiburnya supaya berhenti cemberut.


Cara yang sangat ampuh tersebut membuat Tasya menunggingkan senyumnya.


"Nah gitu dong senyum. Kan makin cantik" goda Reza


Mereka pun mengantri untuk membayar oleh-oleh yang dibelinya. Reza mengeluarkan kartu debitnya kemudain menyerahkan kepada seorang kasir yang bertugas disana. Setelah selesai, Reza membawa dua kantong plastik besar di tangannya.


"Maaf ya A, kebanyakan belinya" ucap Tasya sambil membuka pintu mobilnya


"Gak apa-apa sayang, ini kan nanti potong dari gaji kamu" Reza menyeringai


"Ih A Reza mah!" Tasya cemberut

__ADS_1


"Sudah semua?" tanya Reza


Tasya hanya mengangguk sambil meneguk teh manis kesukaannya.


"Yuk berangkat" ajak Tasya


Setelah beberapa lama melakukan perjalanan, tibalah mereka di jalanan yang berkelok-kelok dengan pemandangan kebun teh disepanjang jalan.


"Indah sekali ya Mam" ucap Reza


"Iya" Tasya melihat keluar jendela


Dia membuka jendelanya kemudian menghirup udara sebanyak-banyaknya


"Segar sekali udaranya sayang" ucap Tasya


Reza mematikan AC mobilnya, dia kemudian membuka kaca jendela disampingnya.


"Hmm.. Jarang-jarang kita menghirup udara seperti ini sayang" ucap Reza


"Mau berhenti dulu?" tanya Reza


Tasya mengangguk senang.


Reza menepikan mobilnya di pinggir jalan. Keduanya keluar dari mobil tersebut.


"Sayang, kita foto yuk?" ajak Tasya


"Tumben kamu yang minta Sya" Reza senang


Mereka pun berpose mesra dengan latar kebun teh.


Reza melingkarkan tangannya memeluk Tasya dari belakang.


"Nanti di lihat orang ah" ucap Tasya


"Enggak. Cuma kita berdua sayang" Reza menciumi pundak Tasya seraya mengirup aromanya


Tasya melihat ke arahnya, dibelai lembut kepala suaminya.


Reza mendaratkan kecupan di bibir Tasya dengan lembut. Keduanya tersenyum bahagia seolah dunia hanya milik mereka.


Mereka terdiam tak saling bicara. Namun hati mereka terisi dengan kasih sayangnya.


Kini Reza mencium gemas pipi Tasya. Tasya dibuat geli olehnya.


"Woy..kalau mau me*um jangan disini!" tiba-tiba dua orang lelaki berwajah sangar menghampiri mereka.


Reza dan Tasya terkejut. Mereka melepaskan pelukannya.


"Bisa-bisanya kalian berbuat seperti itu disini!" ucap salah seorang lelaki sangar dengan tatto ditangannya


"Maaf Bang, kita suami istri" ucap Reza


"Halah! Semua yang melakukan begitu disini ngakunya kayak kamu! Mana buktinya kalau kalian pasangan suami istri?" Tanya lelaki itu dengan nada menantang


Reza menunjukan cincin pernikahan mereka. Tangan Tasya dibuat gemetar olehnya


"Halah! Itu bisa saja palsu!" hardik lelaki tersebut

__ADS_1


"Kita laporkan saja mereka bos, biar di arak sama warga!" ucap temannya dengan rambut bercat warna merah.


"Kalian pilih, mending kami laporkan atau mau kami tutup mulut?" Lelaki tersebut memberi pilihan


Reza tahu betul arah pembicaraan kedua orang tersebut.


"Oke Bang, kita damai saja." Reza mengambil dompet di saku celananya kemudian memberikan tiga lembar seratus ribuan kepada mereka.


"Haha.. Nah seperti itu dong! Jangan buat kami murka dengan kalian! Sudah sana pergi dari sini!" ucap Bos tersebut


Reza dan Tasya tak membantahnya. Keduanya langsung pergi meninggalkan mereka. Reza menggenggam erat tangan Tasya. Setelah masuk ke dalam mobil, dia segera melajukan mobilnya.


"Mobilnya keren Bos! Harusnya kita minta lebih dari mereka" ucap lelaki berambut merah pada bosnya


"Kenapa kau gak bilang dari tadi!" hardik bos tersebut


"Maaf bos" ucap lelaki itu


"Sudah-sudah. Mari kita pesta!" ajak Bosnya sambil mencium aroma uang yang diberikan Reza tadi


***


Reza dan Tasya saling diam tak bicara. Kini hamparan kebun teh tidak mereka nikmati sama sekali.


Kebun teh tersebut telah mereka lewati, pemandangan berganti dengan deretan rumah warga yang nampak sama setiap bangunannya. Dari arah depan, Reza melihat nama sebuah minimarket. Reza menepikan mobilnya disana.


"Sya.." Reza melihat ke arah Tasya


Wajah Tasya masih pucat pasi karena ketakutan.


Reza memeluk istrinya tersebut.


"Sudah sayang. Semuanya sudah lewat. Sekarang kita aman" Reza menghiburnya


"A Reza, tadi aku takut kita.."


"Iya.. Iya.. Aa tahu. Sekarang kita di tempat yang aman." ucap Reza


"Mana minum kamu? Kamu minum dulu biar tenang" pinta Reza


Tasya memberikan botol minumnya kepada Reza. Dengan segera Reza membuka tutup botol kemudian memberikannya kepada Tasya. Mereka minum bergantian.


"Sudah tenang sekarang?" tanya Reza


"Iya.." jawabnya pelan


"Kamu tunggu disini, Aa beli sesuatu dulu. Gak enak sudah parkir disini" ucap Reza


Dia kemudian membuka pintu mobilnya.


"Kunci pintunya mam" pinta Reza sambil menutup pintu mobil dan berjalan masuk ke dalam minimarket.


Dengan segera Tasya mengunci pintu mobilnya. Kemudian menyandarkan kepala di kursinya.


Setelah beberapa lama, Reza datang dengan kantong plastik ditangannya.


"Makan ini sayang" Reza memberikan sebuah cokelat kepada Tasya


Tasya menerima cokelat tersebut dan memakannya. Sedangkan Reza meneguk air yang baru dibelinya

__ADS_1


*** Hallo Readers, yuk bantu VOTE KOIN dan POINnya yang banyak yaa.. Biar tambah semangat. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2