
"Serius boleh La. Masa gak boleh" ucap Tasya
"Aku coba tulis pesan ke dia ya Bu" ucap Lala
"Hooh." Tasya mengambil cemilan sementara Lala menulis pesan pada Keenan.
"Gimana katanya La?" tanya Tasya
"Belum dibalas Bu. Masih sibuk sepertinya" ucap Lala
"Ciee.. Sudah hapal jadwalnya ya" ucap Taysa
"Hehe Ibu ih"
"Eh terus kapan kalian ketemu? Kamu kan kerja" ucap Lala
"Ya dia jemput kalau aku pulang kerja bu. Sudah sih bu. Malu aku" ucapnya
"Kamu kayak ke siapa saja La"
"Hehe.. Aku malu ih. Ibu tahu kan dulu aku ngejar si Keenan. Sekarang kalau diingat-ingat, malunyaaa" mereka tertawa
"Aku senang La. Usahamu setidaknya tidak sia-sia. Lagipula Keenan gak tahu kan kalau kamu mengejarnya" ucap Tasya
"Tidak Bu. Kalau tahu, bisa gila aku"
"Ya sudah aku kasih tahu saja"
"Ibuuu ih jahatnyaaa" Lala cemberut
"Hehe tenang saja La. Aku becanda" ucap Tasya
"Aku penasaran ih sama kalian" ucap Tasya
"Penasaran bagaimana Bu?" tanya Lala
"Biasanya kalian kan berantem terus. Adu mulut. Sahut-sahutan. Romantisnya bagaimana?" Tasya tertawa
"Hehe.. Gak romantis sih Bu. Tapi.. "
" Apa La?"
"Tiba-tiba saja dia merangkul atau menggenggam tanganku, Bu. Awalgawal. Sih begitu. Lama-lama ya kayak pasangan pada umumnya." ucap Lala sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya
"Aku malu ih Ibu" ucap Lala
"Jadi tindakannya yang bikin kamu kelepek-kelepek La?" tanya Tasya
"Ya seperti itu Bu" Lala tersenyum malu
"Kapan-kapan kita double date ah" ucap Tasya
"Ibu ih, aku malu"
"Malu apa sih? Orang kita dulu pernah double date kan?" ucap Tasya
"Itu sebal sekali waktu ibu tinggalin kita di bioskop. Kita kan lagi gak begitu akur"
"Tapi suka kan?"
"Deg-degan Bu waktu itu. Tapi si Keenan kayak kanebo kering. Kaku" ucap Lala
"Oh ya? Kalau sekarang gimana? Tanganya ngelus-ngelus tangan kamu kali ya kalau nonton" Tasya tertawa puas
"Gak gitu juga kali bu. Ih Ibu mah.. "
"Aduh, aku senang sekali kamu disini La. Sudah lama aku gak ketawa seperti ini" ucap Tasya
"Terima kasih ya La" ucap Tasya tulus
__ADS_1
"Aku yang senang bu, setidaknya bisa bolos walau kerumah bos sendiri" ucap Lala
"Untung bosku gak kaya CEO dingin yang kayak di novel-novel itu Bu"
"Apaan sih La. Bas bos bas bos. Ih kamu mah" Tasya protes
"Aku betah kerja di Petani Maju Bu. Pantas ya, gak pernah ada yang resign disini. Ada yang resign ya karena dia pindah ke kampung. Selebihnya gak pernah dengar ada masalah" Ucap Lala
"Iya. Mertuaku itu yang membinanya. Hebatnya beliau itu humble orangnya. Dari dulu begitu."
"Oh iya ya, Ibu di jodohkan. Jadi kenal lebih dulu sama Pak Danu"
"Iya, dulu Papa suka nginep dirumahku La. Terus ya godain aku suruh jadi mantunya. Aku pikir becanda. Tahunya serius. Padahal tiap digodain aku cuma senyum saja La. Eh Papa malah bawa A Reza ke rumah."
"Nah sebelum dibawa, aku sama A Reza sudah ketemu duluan gara-gara aku nabrak mobilnya gitu. Dia marah-marah pula" Tasya mengenang pertemuan mereka.
"Terus? Kok Ibu tiba-tiba mau di jodohin?"
"Bukannya aku sudah cerita La?"
"Belum. Ibu cuma bilang orang tua ibu sama Pak Danu berteman kalau gak salah. Belum lengkap Bu ceritanya."
"Ya awalnya aku sama A Reza sepakat mau cari cara agar kita gak jadi dijodohin. Terus gak tahu kenapa tiba-tiba dia bilang bersedia jadi suami aku. Kaget lah aku. Kesal iya merasa dibohongi A Reza"
"Terus terus?" Lala nampak antusias
"Ya aku dikasih waktu seminggu deh kalau gak salah. Akhirnya ya sudah gak bisa ngebantah orang tua kan? Tunangan terus nikah."
"Ibu pas nikah langsung jatuh cinta?" tanya Lala
"Gila. Ya enggak La. Lama lagi proses kami. Aku takut kan La. Aku belum pernah pacaran sebelumnya. Aku tahu cerita pacaran daei teman-teman. Pas aku nikah, aku bingung sendiri. Sampai A Reza ngancam aku durhaka segala macam waktu itu" Tasya tertawa
"Kok durhaka?"
"Ya karena.. Haha.. Sudahlah aku malu sekarang"
"Di ajak enak-enak ibu nolak ya?" goda Lala. Mereka tertawa riang
"Norak sih Bu! Kalau aku kayanya bukan cuma dipeluk itu Pak Reza."
"Hus kamu ini. Aku kan polos La." Mereka tertawa
"Sekarang jangankan meluk. Nyosor-nyosor Pak Reza kayaknya Ibu" Lala tertawa
"Pahala ih"
"Bilang doyan juga gak akan ada yang marah Bu" ucap Lala
"Akhirnya misteri percintaan Ibu dan Bapak Reza aku tahu semua. Sampai lahirnya si Baby boy. Moga lekas kumpul ya Bu" ucap Lala tulus
Tak lama suara motor terdengar masuk ke halaman rumah. Dan saat bersamaan, Bi Tinah menghampiri mereka.
"Makanan sudah siap. Makan dulu Neng terus minum obatnya" ucap Bi Tinah
"Baik Bi. Terima kasih"
"Wih, si Lala. Aku pikir sudah pulang La" ucap Reza
"Seru sih A. Aku kangen dia juga" ucap Taysa
"Bagaimana Vano Pap?" tanya Tasya
"Vano masih seperti biasa sayang. Sudah makan?" tanyanya
"Baru mau. Yuk makan sama-sama. Sudah lama kan kita gak makan bareng" ajak Taysa
"Ibu aku pulang saja ya, merepotkan ih bu" Lala menolaknya malu
"Apa sih La. Ayo cepat" Tasya menarik lengan Lala diikuti oleh Reza dibelakang mereka sambil menenteng helm kesayangannya.
__ADS_1
"Pap, ayo" ajak Tasya saat melihat Reza hendak masuk ke kamar mereka
"Iya, Papi ganti baju dulu. Gerah Mam"
"Bu, gak takut rumah sebesar ini Bu?" tanya Lala
"Kesepian sih La bukan takut." ucapnya
"Ada baby boy nanti Bu. Pasti rame" ucapnya kemudian
"Iya mudah-mudahan segera pulang"
"Ya sudah ayo makan La." lanjut Tasya
"Tunggu Pak Reza dulu Bu"
Tak lama Reza keluar dengan baju santai.
"Ayo dimakan La. Ngapain di lihatin begitu" ucap Reza
"Kita nunggu Papi" ucap Tasya
Tasya mengambilkan makanan untuk Reza. Lala memperhatikan mereka.
"Romantisnyaa" gumam Lala senang
"Nanti kamu sama Keenan juga begini La" goda Tasya
"Hah? Keenan?" Reza nampak kaget
"Ibu.." Lala memberikan kode
"Kamu sama si Keenan La? Serius?" tanya Reza
"Enggak. Apa sih Bapak." Lala mengelak
"Itu tadi.. "
" Sudah makan Papi, jangan banyak bicara" pungkas Tasya
Reza patuh. Dia segera menyendokan makanan ke mulutnya. Mereka makan sambil sesekali mereka bicara.
Setelah selesai, mereka hendak kembali ke ruang televisi.
"Mam, aku lanjut kerja ya" ucap Reza
"Iya"
"aku tinggal ya La" ucap Reza ramah
Mereka kembali ke ruang televisi.
"Eh gimana kata Keenan?" tanya Tays
"Malu katanya Bu. Nanti saja kata dia"
"ih buat apa malu coba. Orang kita semua kenal. Pak Reza pasti senang kalau dia tahu kalian pacaran" ucap Tasya
"Jangan bilang Pak Reza bu"
"Kenapa?"
"Malu Bu
"Enggak. Dia mah senang. Percaya deh." ucap Tasya
Setelah beberapa lama bicara, Lala akhirnya pamit pulang. Tasya masuk ke dalam dengan membawa gelas bekas minum Lala. Dia masuk ke dalam kamar. Disana Reza sedang fokus depan laptopnya.
"Pap, aku ada berita bagus.. " ucap Taysa seraya memeluk lengan Reza
__ADS_1
*** Bantu VOTE ya temans. Tinggalkan jejak dengan LIKE dan KOMENTARNYA. Terima kasih ^^ ***