BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Pembuktian Keenan


__ADS_3

"Sya, ayo dong kita honeymoon" ajak Reza sambil memainkan rambut Tasya


"Apa Aa tidak bosan?" tanya Tasya sambil membetulkan selimutnya yang tersingkap.


"Kenapa bosan, yang ada ketagihan." Reza menyeringai


"Aku gak enak sama Papa, Kita sudah banyak bolos kerja A." tolak Tasya


"Papa pasti kasih izin sayang, apalagi tujuan kita kan membuatkan cucu untuknya" Reza menyeringai kembali


"Dasar A Reza gak tahu malu!" Tasya menyubit perutnya dengan leluasa di balik selimut


"Jangan menggoda Sya"


"Ih Apa sih a Reza. Sudah sana mandi" perintah Tasya


"Sebentar lagi. Kita kan lagi ngobrol sayang" tolak Reza


"Sya.." masih memainkan rambut Tasya, kini dia menggulungnya di telunjuknya


"Hmm?"


"Kamu maunya kemana sayang? Aa terserah kamu" tanya Reza


"Kemana ya?" Tasya tampak bingung


"Hmm.. Aku gak ada ide A"


"Eh, ke tempat A Rasya saja yuk?" ajak Tasya berbinar


"Aa gak mau" Reza cemberut


"Nanti bukan honeymoon, kamu malah nempel sama Rasya!" terang Reza


"Haha.. A Reza masa sama A Rasya saja cemburu?" Tasya heran


"Aa gak cemburu. Tapi.. Pokoknya Aa gak mau ada yang kenal disana. Kan mau fokus sayang" Reza mengangkat kedua alisnya


"Ayo terserah Aa kalau begitu" Tasya menyerah


"Mau ke luar negeri atau di sini saja?" tanyanya


"Apa tabungan kita cukup?" Tasya cemas


"Selama kamu makan nasi sama garam saja pasti cukup sayang" Goda Reza


Tasya hanya mendelik


"Tenang saja, tabunganku masih banyak. Kamu minta rumah juga Aa belikan" Reza bangga


"Iya, aku percaya" Tasya malas berdebat


"A Reza, kita ke wahana bermain yang di luar negeri itu yuk?" ajak Tasya berbinar


"Enggak. Nanti kamu asyik main, terus sampai lupa makan kayak waktu itu!" Reza sebal


"Ya sudah terserah Aa saja kalau begitu" kini Tasya cemberut


***


Keesokan harinya


Tasya sibuk menyiapkan kemeja suaminya. Dia memilih-milih kemeja mana yang akan dipakai untuk suaminya.


"Aa mau yang ini atau yang ini" ucap Tasya seraya menunjukan kemeja di tangannya

__ADS_1


"Terserah kamu sayang"


"Yang ini ya?" tanyanya lagi sambil memegang kemeja putih dengan kancing hitam


"Iya boleh" ucapnya masih mengeringkan rambutnya


Reza mendekati Tasya yang dilihatnya nampak sangat cantik pagi ini. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Tasya seraya menjatuhkan dagunya di bahu sang istri.


"Sayang, kita libur sehari ini lagi ya" pinta Reza manja


"A Reza, hari ini meeting sama supermarket itu kan" Tasya mengingatkan


Biar Papa saja yang meeting" Reza menghirup aroma parfum Tasya


"Kasihan Papa A" jelas Tasya


"Kamu ikut ya? Aa gak mau pergi kalau kamu gak ikut meeting sama Aa"


"Aku di kantor saja sama Lala ya?" pinta Tasya


Seketika Reza sebal mendengar nama Lala


"Ya sudah Aa gak mau meeting kalau kamu gak ikut" ancam Reza


"Hhh.. Aa manja sekali. Ya sudah iya. Tapi pulangnya aku ingin beli crepes ya?" pinta Tasya


"Iya. Dasar bocah. Minta yang begituan" Reza tersenyum


"Ayo sayang" ajak Reza pada istrinya saat mereka sudah siap


Mereka berdua keluar kamar dan berpapasan dengan Pak Danu


"Papa mau kemana Pa?" tanya Reza


"Papa mau ke Kantor. Kamu mau meeting kan?" tanya Pak Danu


"Sya, ayo bareng Papa saja" pinta Papa


"Tasya ikut Reza, Pa" jelas Reza


"Meeting?" Papa heran


"Meeting saja kamu sampai bawa istrimu Za. Benar-benar.." Papa berdecak


"Lagi kumat Pa" ledek Tasya


"Tapi gak apa-apa, kamu sekalian belajar Sya. Biar besok-besok kamu bisa gantiin anak manja itu" ucap Papa


"Iya Pa. Biar besok Tasya yang meeting dan Reza yang dampingi" Reza tersenyum senang sambil menarik tangan Tasya meninggalkan Pak Danu


"Kita duluan ya Pa. Assalamualaikum" ucap Tasya sambil berjalan karena di tarik oleh Reza


"Waalaikumsalam. Dasar kelakuan anak itu makin menjadi saja" ucapnya


***


Siang Hari di CV Petani Maju


Tok.. Tok.. Tok..


Tok.. Tok.. Tok..


"Keenan.. Aku kira kamu tidak jadi datang" Lala sumringah


"Ayo masuk" ajaknya kemudian

__ADS_1


"Pak Danu maaf mengganggu, ini ada tamu Pak" ucap Lala


Pak Danu yang fokus pada berkasnya memutar bola mata melihat seseorang disamping Lala


"Ada perlu apa? Silahkan duduk" ucapnya berwibawa


"Pak mohon maaf saya mengganggu. Saya kesini bermaksud untuk magang di sini Pak" ucap Keenan


"Ini surat pengantar dari kampus saya Pak" Keenan menyodorkan surat tersebut kepada Pak Danu


Pak Danu membuka surat tersebut.


"Kenapa anda mau magang disini? Kita hanya CV, kenapa anda tidak melamar di perusahaan besar?" tanyanya bingung


"Terus terang, saya ingin menjadi Enterpreneur seperti Bapak. Saya ingin menggali ilmu yang lebih banyak dari orang berbakat seperti Bapak. Kalau saya magang di perusahaan besar, kemungkinan saya bertemu foundernya sangat kecil Pak." Keenan jujur


"Haha.. Kamu bisa saja. Kamu tidak mau hanya di suruh fotokopi berkas atau juru ketik saja?" ledek Pak Danu yang mulai menurunkan wibawanya


"Iya Pak, biasanya kalau di perusahaan besar seperti itu kan Pak" dia membenarkan ucapan Pak Danu sambil tersenyum


"Saya suka semangat kamu yang tinggi. Baik kalau begitu, kamu bisa magang disini. Ini saya tanda tangan di sini?" tanya Pak Danu


"Iya betul Pak" Keenan senang


"Kamu bisa mulai magang nanti Senin. Dan kantor kami hanya begini, apa adanya. Disana ada staff saya, Lala. Nanti kalau ada perlu apa-apa kamu bisa hubungi dia. Saya tidak selalu ada di kantor, biasanya yang mewakili anak saya. Tapi sekarang dia sedang meeting. Nanti silahkan kamu bisa bergaul dengan mereka." terang Pak Danu


"Baik Pak. Terima kasih atas kesempatannya. Saya undur diri kalau begitu. Assalamualaikum" Keenan menyalami Pak Danu


Seketika Pak Danu kagum terhadap Keenan.


"Ternyata masih ada anak yang punya semangat tinggi seperti itu" gumam Pak Danu


***


"Aa sudah dong, jangan minta terus, tadi aku tawarin Aa gak mau" ucap Tasya yang menarik crepesnya menjauh dari Reza


"Kamu pelit sekali Sya. Cepat minta, kalau habis kan tinggal beli lagi"


"Aa tahu kan itu antriannya panjang. Aku malas ngantri lagi" ucapnya


"Iya nanti Aa yang antri. Aaa suapin dong sayang" terang Reza


"Gak mau, malu. Banyak oramg begini" Tasya mengedarkan pandangannya melihat ke sekitar


"Wajarlah penuh. Jam makan siang" ucap Reza


"Orang makan siang saja sampai di Mall ya A" Tasya heran


Reza hanya tersenyum mendengar kepolosan istrinya itu.


"Habis ini mau kemana sayang?" tanya Reza


"Ke kantor lah. Kita kan masih jam kerja" ucap Tasya


"Ada Papa di kantor, aku malas. Nanti yang ada kita berantem terus disana"


"Aa harus profesional dong" protes Tasya


"Percuma, Aa sudah profesional. Tapi Papanya tetap saja begitu" Reza bersungut


Tasya hanya tersenyum mendengarnya karena memang betul Pak Danu kalau berdebat dengan Reza tak pernah mengenal tempat.


"Sayang, ini weekend. Apa kita.. " Reza menggantung kata-katanya


*** hallo Readers, semoga sehat selalu yaa..

__ADS_1


Seperti biasa yuk bantu VOTE yang banyak. Jangan lupa LIKE dan KOMENTARNYA. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2