
Setelah makan, Reza mengantar Tasya pulang ke rumahnya. Setelah pertunangan kemarin, di rumahnya memang masih ramai. Karena mereka menunggu hari bahagia itu datang sambil mempersiapkan segala sesuatunya.
Di kampung Tasya sendiri setiap hajatan tidak ada yang namanya katering. Para tetangga bahu membahu memasak untuk hajatannya.
Reza memarkirkan mobilnya. Nyalinya sedikit menciut ketika melihat di rumah Tasya ramai oleh saudara dan tetangganya.
"Sya, ramai sekali. Aa takut di minta tanda tangan nih" canda Reza yang sebenarnya dia malu datang seorang diri tanpa papanya.
"Apaan sih A Reza geer! Ayo turun. Cuma nyapa terus pulang kan?" ucap Tasya
"kamu ngusir calon suamimu Sya?" tanya Reza sok serius
"Ya enggak a. Kan gak mungkin juga Aa nginep"
Keduanya turun. Seisi rumah mulai ramai melihat si ganteng. Begitu mereka menyebutnya.
"Neng belum halal Neng." Goda mang Maman. Di kampungnya dia lebih dikenal dengan panggilan Neng.
"Hehe mang Maman" ucap Tasya pendek. Reza cuma tersenyum
"Eh calon mantu ibu datang. Kangen ya sama Tasya?" goda ibu
"Harusnya kalian di pingit dulu. Biar greget" lanjut ibu
"Maaf bu, tadi aku jemput Tasya di kampusnya tanpa izin. Tadi kita beli mas kawin bu. Masa mau nikah mas kawinnya belum beli" Reza memberi alasan
"Kenapa minta maaf nak. Ibu gak marah.
Ibu mah cuma becanda. Ayo masuk. Sudah makan?" tanya ibu
"Sudah bu. Tadi sekalian" jawab Reza
Yang lain datang dan sekedar menyapa si ganteng Reza.
__ADS_1
"Nanti sekalian saja bawa ya nak seserahan yang kemarin dibeli. Sudah di hias kok. Itu mas kawin kan sudah ada tempatnya. Eh ini sih ada biar sama dengan yang lainnya." ucap ibu sambil membawa perlengkapan seserahan Reza untuk lusa.
"a minumnya" Tasya membawa nampan berisi minuman dan cemilan
"Sya, ajak a Reza ke rumah teteh. Kalian kan belum mencoba baju." ucap ibu
"oiya. Hampir lupa kan Sya" Reza baru teringat.
"Ibu gak ikut?" tanya Reza
"Ibu ayah sama Rasya sudah kemarin. Tasya juga sudah. Papamu hanya memberikan ukurannya saja. Nanti saja sekalian kamu bawa ya nak. Biar di coba di hotel" ucap ibu
"A bisa bawa motor kan?" Tasya meremehkan
"Yaiyalah bisa. Mana kunci motornya?" tanya Reza
Mereka melaju ke rumah teteh yang mau merias.
"Assalamualaikum. Teteh" ucap Tasya
"A mau warna ini?" tanya Tasya sambil menunjukan jas berwarna gold yang nampak elegan
"Apapun, aa ikut" ucapnya
"Duh so sweet si ganteng" si teteh menggoda
"Aku kemarin sudah coba. Aa sekarang coba pakai a" Tasya menyuruhnya
Reza menurut. Dia kemudian berganti pakaian memakai jas tersebut.
Pertama kalinya Tasya merasa terpesona melihat ketampanan calon suaminya. Jantungnya berdetak kencang.
'Setidaknya nanti keturunanku bisa ganteng seperti dia' khayal Tasya
__ADS_1
"Kamu terpesona ya? Sampai bengong begitu" ucap Reza yang membuat Tasya malu
"Cocok A. Yang ini untuk akad" ucap teteh kemudian menunjukan jas berwarna putih.
"Coba lagi yang ini." Tasya memberikan jas putih kepadanya.
"Yang tadi pas?" tanya Tasya
"Iya nyaman" ucapnya
Kemudian Reza mencoba jas putih. Lagi-lagi cocok dipakainya.
"Kamu gak nyoba sekalian?" tanya Reza
"Biar surprise a" jawab Tasya.
Kemudian mereka pamit karena tidak ada keluhan untuk baju mereka. Tasya membawa jas Reza dan Jas untuk calon mertuanya.
Setibanya dirumah.
"Aa langsung pulang saja ya Sya? Biar cepat istirahat. Makin lama takut makin betah" ucap Reza sedikit berbisik.
Reza di bantu Tasya dan yang lainnya membawa seserahan ke mobil Reza. Mobilnya pun penuh dengan barang-barang.
"Ribet ya Sya, bawa ke hotel. Ntar bawa lagi kesini" keluh Reza
"Ih Tradisi atuh A. Gitu doang ribet" Tasya kesal
"Iya iya nggak ribet." Reza tak mau melihat calon istrinya marah
"Aku pulang ya" ucap Reza
"Hati-hati ya A. Nanti kabari kalau sudah sampai" Tasya memberi perhatian tanpa dia sadari lagi
__ADS_1
"Iya siap. Assalamualaikum." Sambil melambaikan tangan.
Dia merasa senang saat Tasya memintanya untuk mengabarinya setelah sampai hotel.