BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Reza dan Tasya


__ADS_3

Reza dan Tasya beradu pandang. Reza ingin sekali menyentuhnya. Tapi dia tidak berani.


"Sya, kamu cantik sekali" ucap Reza tanpa sadar


"A Reza, Tasya gak salah dengar kan ya" ucap Tasya


Seketika Reza tersadar. Tidak pernah dia memuji Tasya sekalipun Tasya selalu nampak cantik dihadapannya.


"Maksudku kalung itu, cantik dipakai kamu. Cocok." ucap Reza bohong


"Bilang aja A Reza terpesona sama aku A." Tasya menggodanya


"Apaan sih kamu. Gak dengar aku bilang apa tadi? Kalungnya Sya! Jangan Geer" Ucap Reza ketus yang sadar digoda Tasya


"Iya.. Iya.. Gak usah marah juga kali. Gak bisa ya A Reza lembut sedikit sama Tasya. Kalau ngomong pasti aja pakai urat." Tasya protes


"Kamu sih mancing-mancing" Reza membela diri


"A Reza, Bagaimana kita ke depannya A" Tasya seolah menyesal


"Kamu menyesal Sya?" tanyanya lembut


"A Reza kan sudah punya pacar. Itu nanti bagaimana?" tanya Tasya


"Aku sudah putus" jawabnya cepat


"Serius A? Apa gara-gara aku? Kalau gara-gara aku, aku minta maaf ya A. Aku juga sebenarnya gak mau di posisi begini. Tiba-tiba tunangan dan kita jauh dari kata cinta" ucap Tasya

__ADS_1


"Bukan Sya. Dia yang ninggalin aku. Sudah biar kamu tidak merasa bersalah" Reza bicara jujur


"Dia ninggalin A Reza gara-gara tahu A Reza bakal nikah sama aku?" tanya Tasya lagi


"Bukan. Dia sudah nikah duluan. Tadinya aku yang mau putusin dia. Eh malah dia duluan yang nikah. Baguslah. Aku jadi gak nyakitin dia" ucap Reza jujur


"Yah, A Reza patah hati dong. Sabar ya A Reza. Mungkin bukan jodoh" Tasya menghibur Reza


"Yaiyalah. Jodohku kan kamu" ucap Reza kemudian


Jantung Tasya berdegup kencang setelah mendengarnya.


"Haha.. Apa sih A Reza. Ngaco" ucap Tasya menyangkal


"kok ngaco Sya? Yang mau nikah sama aku kan kamu. Yang bakal jadi ibu dari anak-anakku kan kamu juga. Memang kamu mau kita cerai? Ucap Reza menakut-nakuti


"Jadi?" Reza tersenyum puas. Seakan menyadarkan Tasya


"Apa sih A Reza" Tasya benar-benar malu kali ini. Dia tak berani memandang wajah calon suaminya itu.


"Aduh yang lengket" Rasya mendekati keduanya


"A Reza, ini A Rasya. Tahu kan aku punya kakak" ucap Tasya bangga memeluk kakaknya.


Reza melihat Tasya yang manja seolah menemukan sosok Tasya yang lainnya.


"A Reza nanti aku titip Tasya ya. Maaf kalau nanti Tasya kekanakan" ucap Rasya

__ADS_1


"Haha.. Aduh aku panggilnya apa ya? Satu sisi calon kakak ipar aku. Satu sisi umurnya masih dibawah aku" ucap Reza


"Haha iya juga ya. Panggil Rasya aja A" ucap Rasya sopan


"Anak-anak ayo kesini. Kita diskusi lagi" ajak Ibu Tasya


Mereka kemudian berkumpul. Namun kali ini tampak santai.


"Kita para orang tua sudah ngobrol. Bagaimana kalau kalian nikah minggu depan?" tanya Pak Danu


"Gak kecepatan pa? Tanya Reza kaget


"Sudah tenang saja, semua biar kita yang atur. Nanti kalian tinggal duduk manis di pelaminan" ucapnya lagi


Reza dan Tasya saling pandang.


"Hei malah pandang-pandangan" Pak Danu menyadarkannya


"Eh.. Hmm.." baru Reza mau bicara Pak Danu sudah mendahului


"Sepertinya anakku tidak sabar. Maaf ya Pak Taufik. Memang pernikahan anak kita harusnya hari ini saja di gelar" ucap Pak Danu.


Yang lain tertawa mendengarnya.


"Iya betul, kayaknya Nak Reza sudah tidak sabar. Sudah lah Minggu depan saja. Biar uwa juga gak bolak balik Sya" ucap Uwa Tasya yang memang tinggal di luar kota.


"Nah? Saya juga harus menginap kalau begitu." canda Pak Danu lagi

__ADS_1


Akhirnya keputusan sudah di ambil. Mereka akan melakukan persiapan dengan ngebut. Hanya memiliki waktu enam hari sebelum menuju hari yang dinanti.


__ADS_2