BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Papi Cinta Mami


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Reza lembut


"Gak apa-apa. Aku hanya ingin bersama keluarga saja" ucap Tasya


Reza mengerutkan dahinya nampak tak paham. Tapi Tasya hanya diam.


"Mami kenapa sih?" tanya Reza


"Aku ingin pulang saja A." ucapnya


"Ya kenapa tiba-tiba ingin pulang?"


'Kamu marah-marah terus buatku gak nyaman. Apalagi setelah larang-larang aku sama A Rasya. Apa maksudnya coba' batinnya tek henti bicara


'Ini kenapa jadi dia yang balik marah?' batin Reza


"Hhh.." Reza membuang nafasnya kasar


"Maaf, Papi cemburu berlebihan sama Mami sama Rasya juga. Tapi gak tahu kenapa, setiap Mami manja sama Rasya rasanya Papi jengkel saja melihatnya" ucap Reza jujur


"Ya kenapa jengkel? Papi kan tahu sendiri dari dulu banget aku kayak begitu sama Aa" Tasya masih tak terima


"Iya.. Papi juga gak ngerti. Mungkin Papi cinta banget sama Mami" jujurnya


Tasya senang mendengarnya.


"Mami juga cinta banget sama Papi. Tapi Papi gak boleh gitu, masa ipar sendiri di cemburuin sih" Tasya mulai seperti biasa. Dia sebenarnya sangat senang kalau Reza cemburu. Hanya saja kali ini Reza berlebihan.


"Iya maaf."


"Aku juga gak kelewatan Pap. Apa aku bergelayut manja ke Aa? Aku cuma minta bukain cangkang kepiting doang tapi Papi Astaghfirullah.. " Tasya tak habis pikir


'Iya juga ya, kenapa aku kayak anak kecil gini' otaknya mulai mendominasi jalan pikirannya.


"Hehe Maaf sayang" Reza kini malu.


"Olahraga pagi yuk Mam" Reza mengalihkan pembicaraan


"Ke taman?" tanya Tasya mencoba bersikap biasa


"Disini saja" ucap Reza seraya mengecup lembut bibir istrinya.


"Jangan lama-lama, gak enak sama Ibu" Tasya tak menolaknya.


Mereka mengobarkan kembali api asmara sepanjang pagi.


"Semalam kenapa sih? Tanya Reza


Belum dijawab, Tasya bangun setelah beristirahat dari pergulatan mereka.


"Hei mau kemana?" tanya Reza


"Hai hei Hai Hei" gerutu Tasya


"Papi lagi bicara juga" Reza tak kalah menggerutu.


"Ayo mandi. Gak enak di kamar terus sama ibu. Apalagi ibu mau pulang" ucapnya


"Bareng ya?" Goda Reza


"Ya sudah cepat. Gak macem-macem ya" Tasya memperingatinya.


Mereka berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai benangpun ditubuh mereka.


"Mami seksi Mam." ucap Reza


"Apa sih A! Jangan bikin malu deh!" ucap Tasya


Tasya mulai membasahi tubuhnya.

__ADS_1


"Sini Papi pakaikan sabun" ucap Reza sambil mengambil sabun


"Aku maunya ibu pulang besok A" dia mencurahkan isi hatinya


Reza tersenyum senang saat sang istri berkata jujur


"Nanti Papi coba bilang ya sayang. Jangan sedih" ucap Reza sambil menyabuni sang istri


Kini Tasya berbalik melihatnya.


"Benar ya Pap?" pinta Tasya


"Iya" ucapnya sambil menyabuni bagian dada sang istri dan bermain disana


"Pap.. " Tasya melotot


" Iya.. Iya.. Gak usah keluar gitu matanya. Serem tahu" ucap Reza


Tasya segera membilas tubuhnya. Mereka mandi secara bergantian.


***


"Keluar malu deh ini" Ucap Tasya sambil mengeringkan rambutnya


"Wajar sayang. Lagipula sudah berapa malam nganggur coba" ucapnya


"Suruh siapa menyebalkan" gerutu Tasya


"Ayo keluar" ajak Tasya


Mereka menghampiri ibu yang sedang membereskan pakaiannya.


"Bu, besok saja ya bu pulangnya. Tasya minta ditemani ibu memilih design kamar hari ini" Reza memberi alasan


"Kemana?" tanya Ibu


"Hmm... Kamu paling bisa cari alasan ya Neng" ucap Ibu


"Lagipula kenapa buru-buru sih bu? Aku kan masih kangen" ucap Tasya


"Ayahmu yang bawel"


"Aku telepon ayah ya, minta izin istri tercintanya untuk menginap sehari lagi" Goda Tasya


"Mana ponsel ibu?" pinta Tasya


Dia segera melakukan panggilan telepon kepada Ayahnya.


"Gak diangkat" ucap Tasya


"Ayah lagi pertemuan" ucap Rasya menghampiri


"Nyambung saja sih A" ucap Tasya


"Kamu nelepon Ayah kan?" tanya Rasya


"Gak akan di angkat. Orang Ayah lagi ketemu sama bos pupuk" ucapnya


"Tahu dari mana Aa?" Tasya tak percaya


"Tahulah jadwal Ayah. Aku asistennya. Sekarang saja beralih profesi jadi sopir nyonya besar" ucap Rasya


"Enak saja! Memang ibu besar?" protes Ibu


"Sudah sih bu. Besok ya pulangnya?" rengek Tasya


"Kamu kenapa manja begitu sih Neng? Sudah mau jadi Mami-Mami juga" ucap Rasya


"Aku gak rela, nanti dirumah Ibu cuma merhatiin a Rasya" Tasya kesal melirik sang Kakak

__ADS_1


Sementara Reza kini bersikap biasa.


"Ibu nanti pulang buatkan makanan kesukaanku ya Bu. Nanti kita jalan-jalan berdua lagi Bu. Aku antar ibu ke pasar terus makan baso sama ibu" Rasya mengomporinya


"Apa sih Aa! Menyebalkan!" Tasya makin kesal


"Aku panasin si Brave dulu ya Mam" ucap Reza sengaja memancing Rasya


"Aku ikut A" ucap Rasya


Mereka meninggalkan Tasya dan Ibu berdua.


"Kamu kenapa Sya?" ibu tahu gelagat anaknya


"Gak apa-apa bu" ucap Tasya


Tasya ingin sekali bercerita soal perilaku Reza. Namun dia sadar betul, dia tak harus membebani pikiran ibunya dengan masalah rumah tangganya. Dia akan berusaha bersikap baik-baik saja di depan keluarganya maupun mertuanya. Meski kadang Tasya hilang kendali dan mertuanya pernah melihat mereka bertengkar. Tapi tak pernah sekalipun dia mengadu pada siapapun.


"Ibu jangan pulang ya Bu" pinta Tasya


"Ibu bereskan dulu di rumah, terus nanti kan Aa juga wisuda. Setelah itu, baru temani kamu. Setelah lahiran juga ibu pasti jaga kamu. Memang mau sama siapa lagi" ucap Ibu


"Makanya ibu ini banyak agenda sebelum temani kamu disini" ucap Ibu


"Gayanya ibu pakai agenda segala" Tasya bersungut.


"Ya iya, memang ibu disana diam saja." ucap Ibu


"Tapi besok saja ya Bu pulangnya." pintanya lagi


"Iya. Tapi nanti jangan lupa kasih tahu Ayah." ucap Ibu


Disisi lain, Reza dan Rasya asyik melihat ponsel yang menampilkan gambar-gambar motor.


"Ibu melarang sekali kamu beli motor bro?" tanya Reza


"Iya. Ibu ketakutan anaknya jadi genk motor yang dulu marak di tempatku A. Makanya aku cuma dibelikan motor matic" keluh Rasya


"Mending nanti beli duit sendirilah Bro. Aku juga ngumpulin ini lumayan lama" ucap Reza


"Iya A. Malu lah aku juga minta sama orangtua" ucap Rasya


"Pap, beli buah yuk? Aku kok ingin rujak buatan ibu" ucap Tasya saat mendekat ke arah mereka yang membuat keduanya menoleh.


"Ambil kunci mobil sama topi Papi ya" pinta Reza


Tasya masuk lagi ke dalam rumah. Dia membawa topi suami dan kunci mobil, dan memakai kerudung instannya. Tak lama dia keluar menghampiri Ibu.


"Bu belanja dulu buahnya yuk? Biar ada mangga mudanya." ucap Tasya yang memang sudah minta dibuatkan rujak oleh Ibu.


"Ayo. Ibu ganti baju dulu" ucap Ibu


"Gak perlu Bu, sudah begitu saja. Daster ibu bagus begitu. Sudah cantiklah ibu aku mah" Tasya memujinya.


"Ya sudah" mereka pamit pada Bi Tinah.


"Aa ikut?" tanya Tasya


"Nih" Reza memberikan kunci motor pada Rasya. Dengan senang hati Rasya mengambilnya.


"Ya sudah ayo" Tasya yang mengerti akan tingkah laku keduanya


Mereka masuk ke dalam mobil.


"Ibu?" panggil Rasya. Ibu membuka kaca mobil.


"Apa?"


"Kerudungnya mana?" Rasya berdecak

__ADS_1


__ADS_2