BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Jajan Bakso Bareng Lala


__ADS_3

Reza dan Tasya menjalani harinya seperti biasa setelah Ibu dan Rasya pulang beberapa hari yang lalu. Dirumahnya nampak sibuk beberapa tukang bangunan yang merenovasi kamar tidur mereka sesuai dengan keinginan Tasya. Hal itu membuat mereka harus tidur semetara waktu di kamar tamu.


"Papi nanti ke supermarket. Mami makan siang sama Lala ya" Reza memperingatinya setelah memarkirkan mobilnya begitu tiba dikantor.


"Iya tenang saja." ucap Tasya hendak keluar.


"Mam?"


"Apa?" Tasya berbalik melihat suaminya


"Ritual.. " Reza menunjuk bibirnya


" apa sih ritual-ritual. Kayak pesugihan saja Pap" ucap Tasya.


Dia mengecup kilat seluruh wajah suaminya, terakhir dia melum*t lembut bibir sang suami.


"Ingin ya?" goda Reza


"Kalau kilat nanti protes." ucap Tasya


"Tahu saja Mami" ucapnya seraya tersenyum


Mereka berpisah diparkiran.


"Assalamualaikum La" ucap Tasya begitu masuk ke dalam ruangannya.


"La, nanti siang makan bakso yuk?" ajak Tasya penuh semangat


"Masih pagi kali bu, ibu sudah bahas makan siang" ucap Lala


"Eh waalaikumsalam ketinggalan" Lala nyengir


"Mumpung A Reza gak ada" ucap Tasya senang


"Memang kalau ada kenapa?" suara Reza mengagetkan mereka


"Hmm? Mau beli apa?" Tanya Reza dengan senyum mematikan.


"Hmm.. Papi kok disini?" Tasya merasa takut


"Mau beli apa sih? Pakai mumpung Papi gak ada segala" ucapnya menahan kesal


"Bakso sayang. Bakso itu yang depan kita itu loh" ucap Tasya takut-takut


"Bakso depan? Beli yang di Mall saja ya. Jangan beli bakso di depan." ujar Reza yang tak suka istrinya jajan sembarangan


"Tuh La, suamiku gak baik gimana coba. Kita mau jajan murah, dia nyuruh beli yang mahal" Tasya memujinya terpaksa


"Iya Bu, Pak Reza keren pokoknya" Lala ikut berakting ria


"Hhh.. Awas jangan macam-macam. Jangan jajan sembarangan. Jangan capek." ucap Reza


"Iya.. Nanti boleh beli bakso di Mall?" tanya Tasya


"Iya boleh. Asal bilang dulu, terus kirim fotonya" ucap Reza


"Pap, sudah kayak laporan kerja saja" ucap Tasya


"Papi takut Mami kenapa-napa. Itu saja sayang. Lihat perut sudah besar begitu. Papi sih inginnya Mami pesan online saja beli baksonya" ucap Reza


"Gak enak Pap" Tasya menolak


'Selalu terjebak diantara perdebatan rumah tangga mereka. Tuhaan..tolong akuu.' batin Lala


"Ya sudah. Asal foto ya" Reza memberikan syarat

__ADS_1


"Oke" Tasya mengembangkan senyumnya


"Mau berangkat sekarang?" tanyanya kemudian


"Iya. Adit ngajak ngobrol dulu sepertinya. Biar cepat pulang juga"


"Hati-hati. Jangan telat makan. Jaga mata jaga hati" ancam Tasya


"Iya. Love you Mami" pamit Reza


"Love you La. Bonus buat kamu aku kasih Love" goda Reza


"Dasar genit" Tasya tertawa


***


Reza melajukan mobilnya ke arah coffee shop dekat supermarket. Jalanan yang lancar, membuatnya tiba lebih cepat. Reza melihat Adit sudah berada disana, dia segera menghampirinya.


"Selamat pagi Pak Adit. Sepertinya serius sekali anda?" goda Reza


"Haha.. Sorry.. Lagi baca berita" ucap Adit


"Gayanya pakai baca berita" canda Reza


"Iya dong . Jangan akun gosip terus yang di pantengin." balas Adit


"Semangat sekali yang mau ambil tagihan" ucap Adit kemudian


"Haha.. Perlu nih Bro. Buat bayar tukang" ucap Reza


"Wah, keren. Sudah bikin rumah baru" ucap Adit


"Aamiin saja lah. Boro-boro rumah baru, hidup saja masih numpang bokap" ucap Reza


"Haha.. Sabar bos. Hidup itu keras." ucap Adit


Mereka tertawa bersama.


***


"La buruan, kasihan itu G-Car nungguin kita" ucap Tasya


"Iya ini sudah" ucap Lala


"Ih kamu dandan saja lama. Mau jajan bakso doang La" gerutu Tasya


"Ibu, siapa tahu disana aku ketemu jodoh Bu" ucapnya


Tak berapa lama mereka tiba di Mall. Tasya dan Lala langsung masuk ke resto bakso yang dituju.


Tasya tak membuang waktunya. Dia segera memesan bakso yang dia inginkan. Dia berbicara panjang lebar dengan Lala seperti biasa.


"Untung sama kamu La. Jadi gak ada yang ngatur aku makan sambel" ucap Tasya


"Bu, foto dulu" Lala mengingatkan


"Ya ampun.. Sudah kaya artis yang dapat endorse saja kita La" ucap Tasya


"Ibu saja yang di foto sama mangkuk basonya Bu" ucap Lala


Tasya patuh.


"Sama kamu juga La, buat kenangan" ucap Tasya


Lala yang memang banci kamera tak segan berpose depan layar kamera ponsel milik Taysa.

__ADS_1


"Sudah kan? Aku kirim dulu ke bos ya La" ucap Tasya seraya memilih foto yang menururnya bagus.


***


Reza yang asyik berbincang dengan Adit membuka ponselnya saat nada pesan masuk berbunyi.


'Apa-apaan Mami malah kirim foto bareng si Lala. Udah gitu muka Lala gede sekali. Layar ponsel ketutupan ini mah' batin Reza


***


"Bu, lihat deh lelaki depan kita perasaan melirik ke ibu terus. Gila itu orang, ada anak istrinya juga" ucap Lala saat mereka makan bakso


"Jangan di lihat sekarang tapi Bu." ucap Lala kemudian


"Yang mana La?" mereka bicara seraya berbisik


"Meja nomor dua Bu" ucap Lala kemudian


Tasya pura-pura mengedarkan pandangannya, begitu melirik ke meja nomor dua, pandangan mereka beradu namun cepat-cepat Tasya mengedarkan pandangannya ke arah lain.


' Mukanya gak asing. Kayak pernah lihat dimana gitu, siapa ya? ' batin Tasya


"Iya kan Bu?" ucap Lala


"Ibu keren. Hamil besar masih ada yang lirik-lirik." ucap Lala.


"Hus.. Apa sih La" ucap Tasya


Tasya mencuri pandang kembali untuk memastikan.


'Siapa ya?' batin Tasya


"Sudah yuk La. Kita jajan yang lain" ajak Tasya


Tasya dan Lala bangkit. Lelaki di meja nomor dua sedikit membulatkan matanya begitu melihat perut Tasya.


Saat berjalan, ponsel Tasya berbunyi. Dia segera membukanya.


"Assalamualaikum." ucap Tasya


"Waalaikumsalam sayang. Masih di Mall?" tanya Reza diseberang sana


"Iya, baru beres makan baksonya. Papi dimana?" tanya Tasya


"Papi jemput ya. Jangan kemana-mana" ucap Reza


"Ya sudah. Hati-hati dijalan sayang. Assalamualaikum" ucap Tasya


Lala mengajak Tasya masuk ke dalam toko aksesoris wanita. Lala nampak asyik memilih jepitan rambut sementara Tasya sendiri hanya melihat-melihat. Setelah selesai, Tasya dan Lala berjalan ke area permainan.


"Main yuk Bu? Aku masih punya sisa nih" ajak Lala sambil memperlihatkan kartu miliknya


"Ayo" Tasya mengembangkan senyumnya senang.


Setelah beberapa lama mereka bermain, suara ponsel Tasya berbunyi kembali. Tasya segera mengangkatnya menjauh dari permainan tersebut.


"Assalamualaikum sayang. Di area bermain ya. Cepat kesini" ucap Tasya tanpa menunggu jawaban suaminya.


Lama Tasya menunggu, terlihat seseorang berjalan ke arahnya sambil mengembangkan senyumnya.


"Papi kangen" ucapnya sambil merangkul sang istri.


"Baru beberapa jam" ucap Tasya


Mereka masuk ke dalam wahana untuk mencari Lala.

__ADS_1


"Za.." panggil seseorang di depan mereka


'Itu kan lelaki di tempat bakso tadi' batin Tasya


__ADS_2