
Keenan dan Lala menghampiri Tasya yang sedang duduk menghadap ke arah lapangan.
"Mbak.." ucap Keenan dan Lala bersamaan
Tasya melihat kearah mereka.
"Keenan?" Tasya sedikit tercengang.
Dia tak menyangka Keenan ternyata ada disana. Keenan tersenyum lebar kearahnya. Seketika Tasya menjadi kurang nyaman.
"Mbak Tasya apa kabar?" tanya Keenan bersikap seperti biasa
Tasya menggeser duduknya, kemudian Keenan duduk di sebelahnya. Lala yang masih berdiri segera duduk menengahi mereka.
'Aman' batin Tasya
"Mbak? Kok aku gak di jawab" ucap Keenan yang merasa terhalangi oleh Lala
"Oh, aku baik. Kamu apa kabar? Sering sekali kamu kesini ya?" Tasya berbasa basi
"Dia pasti sehat mbak. Kerjaannya futsal terus. Iya kan Keenan?" Lala menimpali seolah mengenal Keenan lebih lama
"Hehe.. Iya mbak. Habisnya lagi senggang saja" ucap Keenan
"Iya ya, kebetulan sekali kita ketemu lagi" ucap Lala
"Iya mbak."
Keenan ingin sekali melihat Tasya, tapi terhalang oleh Lala
"Keenan, usiamu berapa sih? Jangan panggil aku mbak dong. Sepertinya kita seumuran" Lala cerewet
"Aku 22 tahun Mbak" ucap Keenan
"Sama kita. Aku juga 22 tahun. Wah, ibu Tasya lebih tua.haha" Lala meledeknya
Tasya menyubit lengan Lala
"Aw... Hehe kok terasa ada yang menggigit ya" Lala menyembunyikan sakitnya
"Iya, aku lebih tua dua tahun dari kalian. Panggil nama saja gak usah sungkan. Kita kan teman" ucap Tasya merasa tak enak
"Hanya dua tahun?" tanya Keenan
"Iya. Memang kenapa? Aku nampak lebih tua?" tanya Tasya
"Awalnya aku pikir kita seumuran" Keenan bersemangat
"Haha.. Teh Tasya kan awet muda ya teh, walau sudah menikah" Lala segera mengubah panggilannya terhadap Tasya setelah dapat cubitan di lengannya.
"Maaf ya mbak, kemarin aku lancang meminta nomor ponsel mbak. Aku gak tahu mbak Tasya punya suami" Keenan jujur
"Tidak apa-apa Keenan."
"Keenan, kok cuma Teh Tasya saja yang di minta nomor ponsel. Aku enggak" Lala protes
"Boleh minta nomor ponsel mbak Lala?" Keenan menurut
"Kita seumuran. Panggil Lala saja" pinta Lala
'Panggil sayang juga boleh Nan' batin Lala
Lala memberikan nomor ponselnya. Dia lebih agresif pada Keenan. Hal itu membuat Keenan mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Tasya.
Tasya hanya mendengarkan mereka berbicara. Disisi lain, dia merasa bersalah pada suaminya
__ADS_1
*Dering Ponsel Tasya
"Assalamualaikum" ucap Tasya menerima telepon dengan jantung berdebar
"Dimana?" Reza tanpa basa basi
"Taman kota sama Lala" ucapnya takut
"Tunggu disana dan jangan beranjak sedikitpun!" Reza memberi penekanan disetiap kalimatnya
Tasya menjadi resah. Dia tahu betul suaminya akan cemburu melihat Keenan bersamanya. Sementara, di sisi lain, Lala sangat menikmati perbincangannya dengan Keenan.
"Keenan, kamu tidak sibuk?" tanya Tasya sengaja agar Keenan lekas pergi
"Tidak Mbak. Aku senang ngobrol bersama kalian" ucapnya
'Aku ingin melihatmu lebih lama' batin Keenan
Tasya pasrah. Dia kehilangan akal untuk mengusir Keenan.
Dari kejauhan, Reza nampak mengedarkan pandangannya.
"Bu.. Bu.. Pak Reza" seketika Lala panik
"Siapa?" tanya Keenan
"Suami bu Tasya. Bosku" Lala menjelaskan
Reza menghampiri mereka. Tasya nampak sangat ketakutan.
"Ternyata mami disini, papi kira masih di kantor" Reza berbicara semanis mungkin
"Pak Reza, maaf, aku yang mengajak bu Tasya kesini" Lala takut.
Keenan hanya diam melihat Reza dengan seksama. Sementara Tasya tidak berani berbicara.
"Ayo pulang sayang, kamu kan gak boleh capek" Reza menggenggam tangan Tasya. Tasya kemudian berdiri dan mereka hendak pergi.
"Maaf Pak, saya Keenan. Apa boleh saya magang kerja di tempat Bapak" ucap Keenan tiba-tiba
"Apa?" ucap Tasya dan Lala berbarengan
"Keenan" Reza mengingat-ngingat
Dia melihat Keenan dengan rasa cemburunya.
"Bawakan surat pengantarnya ke kantorku" ucapnya profesional.
"Saya permisi" Reza menggenggam Tasya pergi meninggalkan mereka
"Keenan, apa kamu sudah gila? Di saat seperti barusan kamu malah begitu" Lala protes
"Itu bosnya kan? Memang kenapa? Aku kan sudah bilang ingin magang di tempat kalian" ucap Keenan enteng
"Memang kamu tahu, kita kerja dimana?" tanya Lala kesal
"Enggak" Keenan cuek
"Ya Tuhan, kamu.. " Lala menahan amarahnya
"Bantu aku ya La, biar bisa kerja bareng kamu" Keenan sengaja membuatnya tersanjung
Lala menjadi salah tingkah dibuatnya.
"Ba.. Baik" Lala senang
__ADS_1
***
Tasya masuk ke dalam mobil tanpa bicara. Begitupun dengan Reza. Jelas sekali Reza menahan amarahnya.
'A Reza kalau seperti ini malah menakutkan' batin Tasya
Tasya tak berani berbicara pada suaminya. Kali ini dia benar-benar takut.
Sesampainya dirumah, Tasya turun terlebih dahulu. Dia sengaja cepat-cepat masuk ke dalam kamar mandi karena takut melihat Reza.
Tasya segera mengguyur tubuhnya dengan air sambil memutar otak untuk memberi alasan.
Setelah selesai, Reza bergantian masuk ke dalam kamar mandi. Mereka berpapasan tapi tak satu katapun terucap dari mulut mereka.
'A Reza bersikap dingin begini, malah sakit hatiku' batin Tasya
Setelah selesai, Reza keluar dengan bertelanjang dada. Dia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil dan berjalan ke arah Tasya yang sedang duduk di pinggir kasur. Reza melempar handuk tersebut ke sembarang arah.
Tasya semakin takut dibuatnya. Dia hanya bisa mematung saat Reza mendekat.
Tiba-tiba Reza mengecup bibir Tasya lembut. Berulang kali dia lakukan hingga kecupannya berubah memanas. Tasya nampak kewalahan dengan apa yang dilakukan suaminya. Tapi Reza tak memberi celah sedikit pun untuk Tasya menghindar.
Tasya akhirnya ikut menikmati permainan Reza. Keduanya terlarut dalam suasana.
"Sakit.." pekik Tasya
"Maaf sayang" bisik Reza
***
Reza membaringkan tubuhnya disamping Tasya setelah selesai. Dia memejamkan matanya untuk meredakan amarahnya.
"A Reza.." dengan takut Tasya memanggilnya
"Hmm.." Reza masih menutup matanya
"A Reza jangan diam saja dong" ucap Tasya
Reza membuka matanya kemudian menyentil kening Tasya
"Aw.. Sakit A" Tasya mengusap keningnya
"Nakal ya sekarang! Pergi gak bilang-bilang! Besok-besok kamu jangan main sama si Lala" Reza emosi
Tasya merasa senang, dia lebih senang Reza yang cerewet dari pada bersikap dingin kepadanya.
"Bila perlu Aa pindahkan ke gudang si Lala itu!" Reza masih emosi
"A Reza maaf, aku...aku takut mengganggu. Tadi kan Aa juga nampaknya buru-buru" Tasya memberi alasan
"Kenapa kamu gak kasih pesan? Aku bisa membacanya!" Reza ketus
'Aku?' sudah lama sekali Tasya tak mendengar Reza memanggil namanya dengan panggilan Aku. Dia merasa sakit hati mendengarnya.
Tasya terdiam. Dia menahan tangisnya.
Reza melirik ke arah Tasya.
"Sya.." ucapnya lembut. Dia mulai mengontrol amarahnya setelah melihat Tasya menahan tangisnya.
Tasya hanya terdiam. Sekarang malah Reza yang tersudutkan.
'Pasal Rumah Tangga berlaku lagi' batin Reza
*** Readers, ada yang bisa tebak Pasal Rumah Tangga versi Reza dan Tasya apa saja? Yuk bantu VOTE sebanyak-banyaknya, biar banyak juga updatenya. Terima kasih buat readers setia Reza dan Tasya. Semoga sehat selalu ^^ ***
__ADS_1