BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Perdebatan Keenan Dan Lala


__ADS_3

"Kenapa A?" tanyanya heran


"Lala jangan kamu kasih buahnya, nanti siang kalau kamu ingin bagaimana?"


'Sorry La, itu buah potong penuh derai air mata bisa sampai kesini' batin Reza


"Ya ampun Pak, pelit sekali. Saya juga gak minta dan gak ingin Pak" Lala ketus, merasa sakit hati oleh ucapan Reza


"Maaf ya La, A Reza jadi super" Tasya merasa tak enak. Dia melotot ke arah Reza yang membuatnya malu


"Maaf La, bukan maksudku begitu. Cuma kasihan bayiku nanti La" Reza menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Hah? Bayi? Ibu.. Ibu hamil?" Lala histeris


"Hehe iya La" masih tetap mengunyah


"Ya Tuhaan.." Lala berhambur memeluk Tasya


"La.. La.. Aku sedang makan" Tasya merasa tak nyaman


"La, anakku kalau kenapa-napa awas kamu" ancam Reza


"Maaf.. Maaf.. Saya hanya senang. Ibu.. Akhirnya.. Saya saksi bapak dua kali goal Pak" Lala tersenyum senang


"Memangnya saya main bola apa! Kamu itu.. " Reza berlalu meninggalkan mereka


"Ibu, kapan tahu kalau ibu sedang hamil bu? Kemarin masih biasa saja" ucapnya


"Ya kemarin itu. Malah saya testnya juga di sini." ucapnya seraya tertawa


"Oh..saya pikir lagi main drama bu. Haha"


"Saya lihat ibu marah sama Pak Reza, dan baru pertama kali lihat Pak Reza sampai segitunya minta maaf" ucapnya


"Haha.. Maaf ya kalau kami bikin keributan" ucap Tasya


"So sweet bu, bikin iri. Kelemahan Pak Reza ada di ibu. Hehe" ucapnya jujur


"Sudah sana lanjut kerja La" pinta Tasya


Keenan dari tadi menyimak dari balik mejanya.


'La, bu Tasya kenapa?' Keenan mengirimkan pesan pada Lala


'Lagi hamil anak keduanya. Duh senang sekali mendengarnya' balas Lala


'Anak ke dua? Gak salah?' Keenan makin penasaran


'Enggak, dulu kan hamil terus keguguran. Nah sekarang hamil lagi.'


'Oh' balasnya singkat


Lala dan Keenan saling pandang, mata mereka seolah berbicara. Keduanya melanjutkan kembali aktifitas mereka.


***


"Sya, Aa pergi dulu ya. Jangan makan yang aneh-aneh. Ingat kata dokter ya. Kalau lelah, rebahan saja di ruangan Aa. Aa usahakan gak akan lama" pamit Reza


"Iya, ya sudah sana. Hati-hati A" ucap Tasya


Reza mengecup kening Tasya dengan kilat. Kemudian keluar menuju mobilnya.


'So sweet, hampir dua puluh empat jam bersama tapi mereka sepertinya tak pernah bosan' batin jomblo Lala meronta-ronta


"Heh! Salivamu menetes tuh!" ucap Keenan yang menghamburkan lamunannya


"Saliva apa?" Lala tak mengerti


"Makanya sekolah sana biar pintar! Jangan membayangkan suami orang terus!" ketus Keenan

__ADS_1


"Memang kenapa? Selama gratis boleh dong!" Lala sewot


"Cuci tuh otak!" telunjuk Keenan kini di dahinya


"Astaga Keenan! Maumu apa? Sana duduk di tempatmu!" Lala kesal


"Lagi pula siapa yang bayangin suami orang. Cuma bayangin punya pacar seperti Pak Reza saja" Lala bersungut


"Makanya cuci pikiranmu itu! Menghayal saja terus, kenyataannya tetap jomblo abadi' ucap Keenan tak mau kalah


"Memang kamu bukan jomblo hah!" Lala semakin kesal


'Menyesal pernah suka sama dia! Mulutnya itu astaga!' batin Lala


"Kenapa kalau jomblo. Aku jomblo bukan tak laku, tapi menyeleksi siapa yang pantas disampingku!" tukas Keenan


"Lala, Keenan" panggil Tasya


Keduanya gelagapan.


"Aku ke ruang Pak Reza dulu ya, ingin istirahat" ucapnya seraya berlalu


"huft.. Aku pikir bakal di omelin" gumam Lala yang sudah ketakutan


"Tuh lihat!" Keenan menyerahkan laporannya. Kemudian kembali duduk di tempatnya


"Kasih laporan saja sampai ngajak ribut dulu. Dasar orang gila!" Gumam Lala


"Kamu ngomong apa?" ucap Keenan seraya berdiri


"Apa! Siapa juga yang ngomong sama kamu!" ketus Lala


***


'Sayang, sudah sampai mana?' Tasya mengirim pesan pada suaminya.


"Sepi sekali gak ada A Reza disini. Huhu.. Kangennya" gumam Tasya


"Tuh kan gak di balas! Sibuk saja terus!" Tasya kesal


Dua jam kemudian


Tasya terbangun, dia mengedarkan pandangannya.


"Masih belum pulang" gumamnya


Dia mengecek ponselnya pun belum dibaca oleh suaminya. Tasya menjadi kesal sendiri.


'A Reza sibuk sekali sampai gak balas pesanku yang gak penting ini!' pesan terkirim lagi ke suaminya


Dia mengambil minum milik suaminya. Kemudian berjalan dengan gontai ke kamar mandi.


Sementara di sisi lain, Reza telah berjabat tangan dengan seseorang. Mereka tertawa setelah menandatangani perjanjian bersama.


"Saya pamit kalau begitu" ucap Reza


"Loh, ayo kita ngopi-ngopi dulu" ajak Rekan bisnisnya tersebut


"Maaf, bukan saya gak mau. Tapi istri saya di kantor menunggu." tolak Reza


"Wah, saya pikir masih lajang Pak Reza. Ternyata sudah beristri" timpalnya kemudian


Reza bergegas menuju mobilnya setelah berbasa basi dengan cukup alot.


Dia membuka ponselnya.


'Yah.. Ngambek pasti nih!' gerutu Reza begitu membaca pesan dari istrinya


Dia menekan tanda hijau pada seorang nama di ponselnya

__ADS_1


"Sayang Assalamualaikum" ucapnya dibuat semanis mungkin


"Waalaikumsalam" ketus istrinya di seberang sana


"Maaf ya sayang, baru buka ponselnya, baru beres. Tadi kalau main ponsel gak enak sayang" Reza langsung memberikan alasannya


Sang istri tak menyahutnya.


'Gimana ini, dia cepat sekali marahnya' batinnya kesal


"Aa mau pulang nih, tunggu ya. Doakan Aa selamat sampai kantor ya" Ucapnya dibuat-buat


"Harus selamat. Hati-hati A. Cepat pulang. Sudah kangen" ucap Tasya yang tiba-tiba melunak


'Memelas sedikit langsung melunak begitu' batin Reza girang


"Iya, Aa juga kangen kok sayang. Aa tutup ya, love you mami and baby. Tunggu papi pulang ya sayang" Ucapnya penuh kelembutan


'Fuuhhh! salah sedikit, fatal kamu Za!' batinnya


***


"La, mana bu Tasya?" tanya Reza dengan tergesa begitu sampai di kantornya


"Dari tadi di ruangan bapak." ucapnya


'Cekrek' Reza membuka pintunya


Tasya meliriknya kemudian fokus dengan ponselnya


'Ayo Za! Merayu lagi' selalu batinnya menyemangati dirinya


"Sayang, katanya kangen. Aa bawa mobil ngebut loh sayang" bualnya


"Kenapa kebut-kebutan? Kalau kenapa-napa bagaimana?" Tasya mengomelinya


"Soalnya kangen sekali sama kalian" Rezs memilah kata


Tasya memeluk suaminya erat.


"Aku kangen sama Aa. Aa lama sekali" ucapnya


"Sejak ada kamu mami jadi kangen terus sama papi. Bikin papi senang saja Nak" ucapnya seraya mengelus perut datar Tasya


"Sayang, yuk kita ke supermarket. Aa lupa kita belum beli susu buat kamu" ucapnya


"Susu apa A?" tanyanya


"Susu hamil sayang. Yuk kita belanja" ajaknya


Mereka berdua meninggalkan ruangannya.


***


"Bos mah bebas ya Keen" ucap Lala saat melihat mereka pergi


"Kenapa memang?" tanya Keenan heran


"Datang, diam, pulang. Huft.. Mau jadi istri bos mapan, ganteng, lembut, perhatian."


"Mengkhayal terus" timpal Keenan


"Malas aku ngajak ngomong kamu!" ucap Lala


"Siapa juga yang suka ngomong sama kamu La!"


"Biar kena karma kamu! Nanti kamu suka sama aku!" gumam Lala kesal


*** Hallo teman Readersku sayaang, terima kasih masih mengikuti Bukan Siti Nurbaya. Semoga sehat selalu yaa..

__ADS_1


Masih berharap teman readers bantu VOTE, Like yang banyak, dan Komentarnya. Boleh kaan ^^


Terima kasih ^^ ***


__ADS_2