BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Rindu Rumah


__ADS_3

"Mbak maaf ya aku sudah lancang bilang kangen sama mbak. Ternyata mbak punya pacar, hehe." Keenan ternyata memperhatikan foto profil Tasya


"Gak apa-apa Keenan. Itu suamiku, pacar halalku. Hehe" Ralat Tasya. Kini dia pun memanggil namanya Keenan dengan jelas.


'Iya sih aku yang salah. Tidak menjelaskan statusku. Eh tapi kenapa harus di jelaskan? Dia saja tidak pernah bertanya. Lagi pula aku sama dia gak dekat.' batin Tasya cerewet


"Ini lihat A" Tasya memberikan ponsel pada suaminya


Reza tersenyum senang.


"Terima kasih sayangku" Reza mengecup wajah Tasya bertubi-tubi.


"Sayang, Aa buka puasa ya" bisik Reza di telinganya


"Besok kita kan mau pulang. Istirahat A" tolak Tasya


"Please.." pinta Reza


***


"Selamat pagi sayang" ucap Reza mengecup kening Tasya


"Kok malas-malasan begitu? Katanya hari ini mau pulang. Jadi gak sayang?" tanya Reza kembali sambil membelai rambut istrinya


"Jadi dong. Aku lemas A. Masih ngantuk juga. Aa sih.. " Tasya menarik selimutnya


"Hehe..Maaf, Aa sudah rindu berat sayang. Memang kamu gak rindu?" Reza tersenyum menggoda


"Apa sih A Reza" Tasya malu


"Ya sudah Aa mandi duluan kalau begitu. Kita santai saja berangkatnya ya." Reza bangkit kemudian berjalan ke kamar mandi.


***


Beberapa Jam Kemudian


"Ada yang tertinggal?" Reza mengedarkan pandangannya


"Tidak a. Semua sudah masuk mobil kan. Lagi pula kita tidak bawa banyak barang. Kan cuma beberapa hari" ucap Tasya


Mereka keluar kamar.


"Pa, aku berangkat ya." ucap Reza


"Iya, salam buat orang tuamu ya Sya. Kalau capek istirahat saja dulu ya" Pak Danu memberi perhatian


"Iya Pa. Tenang saja. Assalamualaikum" pamit Tasya


***


"Sayang, kamu lelah?" tanya Reza


"Enggak A" ucap Tasya


"Parah sekali jalannya, mentang-mentang lagi pembuatan tol baru, ini jalan tol gak ada mulus-mulusnya." Reza emosi


"Iya A, buat gak nyaman saja ini jalan" ucap Tasya


JLEG!


"Aw.. A lihat-lihat dong" Tasya protes


"Maaf sayang, Aa telat mau menghindari lubangnya. Dalam juga itu lubangnya." ucap Reza saat mobil mereka melintasi jalan yang rusak parah.


Reza membelokkan mobilnya ke rest area.


"Ayo cepat A" Tasya mengajaknya turun. Dia berjalan cepat karena ingin buang air kecil

__ADS_1


"Beli buah saja ya sayang? Gak boleh snack." tegas Reza


"Aku mau roti saja A. Wangi sekali roti itu" pinta Tasya


"Sama buah ya?" Reza bersikeras


"Iya"


Mereka membawa roti, buah dan air mineral yang dibelinya.


"Gak jalan sekarang?" tanya Tasya


"Makan saja dulu sayang. Kita gak perlu buru-buru" ucap Reza memperhatikan istrinya makan roti


"Iya" ucapnya. Kemudian menyuapi Reza yang dari tadi melihatnya makan roti.


Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanannya kembali.


Setelah beberapa lama, tibalah mereka di halaman rumah Tasya yang luas.


"Hmm.. Sejuk sekali" ucap Tasya begitu keluar dari mobilnya. Reza membuka bagasi dan mengeluarkan barang-barangnya.


"Assalamualaikum" ucap Tasya


"Waalaikumsalam. Ya ampun nak. Kenapa gak kasih kabar dulu?" ibu memeluk Tasya erat


"Sengaja biar surprise" Tasya tersenyum


"Ibu sehat?" Reza mencium punggung tangan mertuanya


"Alhamdulillah sehat nak. Kalian sehat? Ayo masuk. Biar ibu panggilkan ayah dulu ya" ucap ibu


"Tenang saja bu. Ibu kayak kita tamu saja." ucap Reza


"Bagaimana kandunganmu nak? Ya Allah akhirnya ibu mau punya cucu. Ibu sama ayah bahagia sekali mendengarnya" ucap Ibu


"A Rasya tu bu, masa dia gak mau di bilang uwa. Pengennya om saja. Dasar" Tasya bersungut


Tasya mengeluarkan oleh-oleh yang dibawanya sedangkan Reza pergi ke kamar mandi.


"Gimana di perjalanan lancar? Kamu gak mabuk Neng?" tanya ibu


"Jalan ke sini makin parah ya bu, bolongnya besar-besar. Namanya saja jalan tol, tapi sama jalan kampung kita saja lebih bagus jalan kampung kita bu" keluh Tasya


"Terus kamu gak apa-apa?" ibu khawatir


"Tidak apa-apa sih bu, tapi ini agak kurang nyaman" ucap Tasya


"Sudah rebahan saja sana sama suamimu. Istirahat dulu. Kalian pasti lelah. Kasihan juga calon cucu ibu." perintah ibu


"Iya bu" Tasya patuh karena dia merasa perutnya kurang nyaman


Dia kemudian masuk ke dalam kamar membawa kopernya.


"Tasya mana bu?" tanya Reza


"Ibu suruh istirahat. Sana kamu juga istirahat dulu. Pasti lelah. Nanti kita bisa ngobrol lagi. Biar ibu nyiapkan makanan untuk kalian" ucap ibu


"iya bu, terima kasih" Reza kemudian masuk ke dalam kamar


"Hhh..lelah sekali" Reza merebahkan badannya.


Tasya tidak menjawabnya. Dia merasakan perutnya kurang nyaman.


"Sya? Kamu kenapa?" tanya Reza


"Gak apa-apa A. Cuma ini berasa gak karuan" ucapnya sambil mengelus perutnya.

__ADS_1


"Sayang, jangan rewel ya, kasihan mami" Reza ikut mengelus perut Tasya.


"Mau pakai kayu putih?" tanya Reza


Reza mencari kayu putih kemudian menuangkan di tangannya


"Sini" pinta Reza


Tasya membuka bajunya kemudian Reza mengoleskan kayu putih ke perutnya dengan pelan-pelan.


"Terima kasih A" ucap Tasya setelah selesai.


"Sini aa juga rebahan. Capek juga kan nyetir tadi" pinta Tasya


Reza merebahkan badannya sambil mengelus perut Tasya


"Enakan sekarang?" tanya Reza


"Iya" Tasya berbohong.


Reza tidur lebih dulu.


'Yang di elus-elus siapa, yang tidur siapa' Tasya tersenyum. Tak lama kemudian Tasya pun tertidur.


***


Tok.. Tok.. Tok..


"Neng.. " panggil ibu dari luar kamar


"Neng.." panggil ibu kembali


"iya bu sebentar" ucap Tasya begitu bangun tidur.


"Menjelang magrib kata orang tua pamali jangan tidur lagi. Ibu juga sudah buatkan makanan dari tadi, sekarang kayaknya dingin lagi" ucap ibu


"Iya bu" ucapnya sambil menguap


"ih kamu ini sudah mau jadi orang tua masih kayak begini kelakuannya" ibu protes


"iya bu. Sebentar. Nyawanya belum kumpul nih" ucap Tasya.


Ibu kemudian pergi meninggalkannya, Tasya masuk kembali ke kamar.


"A Reza.. Bangun" Tasya membangunkan Reza sambil merebahkan dirinya di dada Reza


"Sayang.. Bangun" ucapnya lagi sambil memainkan hidung Reza yang mancung


"Hmm.."


"Kalau dibangunkan pasti jawabnya begitu terus" ucap Tasya


***


Keduanya kini tengah asik berbincang dengan ibu.


"Waah.. Anak mantuku pulang. Kok ayah gak ada yang ngasih kabar?" Ayah merasa senang begitu melihat anak mantunya berada di ruang keluarga.


Keduanya gantian bersalaman.


"Jaga kesehatan ya Neng. Alhamdulillah akhirnya ayah mau jadi kakek" ucapnya senang sambil membelai kepala putrinya.


"Iya Yah. Makanya harus sehat terus" ucap Tasya


Tasya merasakan perutnya tidak beres. Tapi dia tidak memperlihatkan kepada orang lain.


Reza dan Pak Taufik membicarakan bisnis mereka. Ibu ikut menyimaknya.

__ADS_1


Tasya beranjak dari kursinya kemudian masuk ke dalam kamarnya. Perutnya terasa semakin sakit. Seperti awal-awal mau menstruasi yang dia rasakan.


Di tengah rumah terdengar suara ketawa mereka dengan riang. Tasya melewati mereka dan pergi ke kamar mandi. Di dalam kamar mandi, dia sangat terkejut dengan apa yang di lihatnya.


__ADS_2