
Setibanya di rumah, Reza meraih tangan Tasya yang hendak ke kamar mandi. Dia memeluk tubuh Tasya dari belakang dan mengunci pelukannya.
"A Reza! Aku kebelet" ucap Tasya berontak
"Bilang sayang papi dulu, nanti dilepas" rengek Reza
"Cepat! Aku nanti buang air kecil disini" Tasya menolaknya.
"Bilang sayang dulu" Reza tak melepas pelukannya
"Iya.. Iya.. Sayang papi. Cepat!" ucapnya lagi
"Gak ikhlas begitu" Reza memperlambat usaha Tasya
"Sayang papi" ucap Tasya dibuat semanis mungkin
"Sayang mami juga" ucapnya seraya melepas pelukannya dan tersenyum senang
"Dasar menyebalkan!" Tasya menggerutu seraya berjalan
"Eh? Apa?" Reza mendengarnya
Tasya cepat-cepat menutup pintu kamar mandinya.
Tasya keluar kamar mandi dengan melilitkan handuk putih pada tubuhnya. Reza yang sedang merebahkan tubuhnya segera bangkit. Dia mengambil kemeja miliknya dengan senyum mengembang.
Reza membuka handuk sang istri.
"A Reza!" dengan spontan Tasya menutup area tubuhnya dengan tangannya
"Sudah sering Aa lihat. Kamu masih malu saja" goda Reza
"Itu kan beda lagi!" ucap Tasya
"Pakai kemeja Aa ya, tunggu Aa mandi dulu" ucap Reza setengah berbisik
Tasya tak banyak bicara setelah Reza berhasil memasangkan kemejanya ketubuh sang istri.
Reza beranjak mengambil handuknya, kemudian berjalan masuk ke kamar mandi.
"Dasar menyebalkan!" ucap Tasya seraya mengancingkan bajunya.
Tak lama, Reza keluar dengan melilitkan handuk pada pinggangnya. Tasya melihat ke arahnya.
Reza memainkan handuknya tersebut. Membuka dan menutupnya kembali seraya menggoda Tasya. Reza melakukannya berulang kali sambil berjalan mendekat ke arah Tasya yanh membuat Tasya tertawa.
"A Reza gila" ucap Tasya seraya tertawa
"Apa kamu bilang? Gila? Hmm.." Reza menerkam istrinya. Dia memegang tangan sang istri yang berontak.
"Ingat ada dedek!" ucap Tasya
"Oh iya. Sayangku maafkan Papi" Reza mengecup perut Tasya yang berbalut kemeja miliknya. Tasya merasa geli dengan kecupan Reza yang bertubi-tubi. Tangannya kini menjalar liar ke tubuh sang istri.
Reza merangkak naik mengecup lembut bibir sang istri. Mereka menyatukan tubuh mereka yang terbuai oleh kenikmatan.
Setelah selesai, seperti biasa mereka berbincang ringan sambil saling memeluk satu sama lain.
"A, tadi kata Lala masa keuangan sama barang yang keluar gak balance" ucap Tasya seraya memainkan jarinya di dada sang suami
"Kok bisa?" tanya Reza
"Nah itu, Lala sudah hitung berulang kali tetap sama." jelas Tasya
__ADS_1
"kalau uangnya yang hilang, tidak mungkin A. Soalnya kan semua masuk rekening. Sekalipun kita terima cash. Itu langsung aku yang terima" ucap Tasya
"Masa sih ada yang mencuri sayuran?" ucap Tasya.
"Coba nanti kita cek cctv di gerai kamu saja" ucap Reza enteng seraya merekatkan pelukannya
"Oh iya ya. Kenapa aku gak kepikir kesana" Tasya mendongak ke arah sang suami. Dia melihat Reza memejamkan matanya.
"A, dibaju dulu sana" pinta Tasya
"Enakan begini" ucap Reza
"Awas ah, aku mau pakai baju" Tasya coba melepas tangan Reza
"Sebentar, begini dulu sayang" pinta Reza
Dia pasrah. Kini ikut tertidur dalam pelukan sang suami.
***
Tengah malam Tasya terbangun. Dia melihat sang suami masih pulas. Tasya memakai kembali kemeja sang suami.
"A.. " Tasya membangunkan Reza
"Hmm.." seperti biasa Reza menyahutnya begitu
"Aku lapar A" ucap Tasya
Tak ada jawaban dari Reza
"Aku lapar A. A Reza, bangun" Tasya mengguncang keras tubuh suaminya.
"Iya iya" Reza duduk mengumpulkan kesadarannya.
"Aku mau makan burger sama french-fries" pinta Tasya
"Junk food sayang. Gak bagus buat Dedek. Makan nasi goreng saja ya? Aa yang buat. Mau?" bujuk Reza
"Enggak. Aku gak lapar" Tasya kesal. Dia membaringkan tubuhnya
"Hhh.. Ya sudah tunggu Aa belikan" ucap Reza
Dia beranjak ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah selesai dia membuka ponselnya.
"G-food ya?" ucap Reza
"Enggak mau. Aa yang beli, aku ikut juga" pinta Tasya
"Dedek rewel nih. Mami gak pernah minta begini" ucap Reza
"Ya sudah pakai jaket ya. Takutnya mami masuk angin." pinta Reza
Tasya segera membuka kancing bajunya.
"Pakai itu saja. Gak usah diganti sayang" pinta Reza
Reza menggenggam tangan sang istri seraya keluar rumah. Dia mengeluarkan mobilnya.
"Beli motor lagi A. Biar cepat" pinta Tasya saat Reza mulai menjalankan mobilnya
"Iya nanti. Aa sudah tawar motor Aa yang dulu, tapi dia minta lebih. Aa belum ada untuk kelebihannya" ucap Reza jujur
"Matic saja A. Nanti kan ada dedek susah kita kalau bertiga. Motor Aa kan begitu" protes Tasya
__ADS_1
"Enggak Ah. Kasihan dia kena angin" tolak Reza
"Orang-orang juga banyak A. Nanti kan bisa jalan-jalan ke taman bertiga pakai motor matic. Kan seru A" pinta Tasya
"Enggak. Kasihan anak kita sayang. Aa mau motor untuk kita pacaran saja" ucap Reza
'Sesederhana itu saja masa gak boleh!' batin Tasya kesal tapi malas berdebat lagi.
Reza melajukan mobilnya ke restoran cepat saji yang buka 24 jam.
"Drive thru saja ya?" pinta Reza
"iya"
"Es krim juga ya" pinta Tasya saat Reza memesan
Reza meliriknya namun pasrah dengan permintaan sang istri. Setelah pesanan diterima. Dengan lahap Tasya memakan es krim tersebut. Dia juga menyuapi Reza.
"Aneh sekali masa es krim di colek pakai french-fries Sya?" Reza heran
Tasya mencolekkan french-fries ke dalam es krim kemudian menyuapi Reza.
"Enak kan?" tanya Tasya
"Hmm.. Ngaco ah. Tapi ya lumayan" Reza tersenyum
'Apa semua ibu hamil seaneh ini?' batin Reza
Setibanya dirumah. Es krim dan french-fries telah habis terlebih dahulu.
"Aku kenyang A. Burgernya buat Aa saja" pinta Tasya
"Tadi kan mintanya burger Sya. Nanti pasti mau lagi sayang" Reza menolaknya secara halus.
"Enggak mau. Buat Papi saja kata Dedek" ucapnya
'Hhh.. Sudah jauh-jauh minta burger yang dimakan es krim? Ya Tuhan.. Menyesal kemarin muji-muji depan ibu' batinnya
"Ayo turun sayang" ucap Reza
"Makan dulu burgernya" pinta Tasya
"Iya nanti dirumah sayang" tolak Reza
Keduanya akhirnya turun. Tasya terus mengekor pada sang suami. Dia ingin melihat suaminya makan burger tersebut.
"Besok ya sayang makan burgernya. Aa gak lapar. Tadi kan sudah bantu mami juga makan es krim sama french-fries" tolak Reza lagi
"Sekarang saja. Mubadzir nanti A" ucapnya bersemangat
Tanpa banyak bicara lagi, Reza segera makan burger tersebut. Tasya memperhatikan sang suami saat dia membuka dan menggigit burgernya.
"Aku mau A. Kayaknya enak" pinta Tasya
Reza memberikan burger tersebut.
"Gak mau. Maunya disuapin papi" pinta Tasya
"Ini ngidam bukan sih sayang?" tanya Reza heran sambil menyuapi sang istri
"Gak tahu. Memang kenapa?" jawab Tasya sambil mengunyah
"Gak apa-apa. Cuma mami beda saja gak seperti biasanya. Ngidam atau bukan?" tanyanya lagi
__ADS_1
*** Hallo teman Readers, aku lagi kurang semangat nih. Tolong bantu VOTE dong biar lebih semangat akunya. Hehe
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan LIKE dan KOMENTARNYA. Terima kasih ^^ ***