
Setelah membantu Bi Tinah, Tasya kemudian masuk ke kamar suaminya. Reza masih di luar dengan Pak Budi. Tasya duduk di tepi ranjang. Dia membayangkan Reza dan Papanya hidup berdua di rumah yang besar ini. Suasana begitu sepi tidak seperti di rumahnya. Belum apa-apa Tasya sudah merindukan keluarganya.
Reza masuk ke dalam kamar. Melihat Tasya yang sedang melamun.
"Kenapa Sya?" tanyanya lembut
"Gak apa-apa A" jawab Tasya bohong
Reza tahu Tasya merasa asing dirumahnya.
"Ayo bongkar barangmu Sya, masukan ke lemari sini" Reza membuka lemarinya. Kemudian memindahkan sebagian kaosnya yang ada di lemari dan memberikannya untuk baju Tasya.
"Nanti kita beli lemari saja lagi ya. Kalau barang kamu tidak muat" usul Reza
"Cukup kok A. Lagian kita kan masih bolak balik juga." Tasya menolak.
Tasya kemudian memasukan semua barangnya ke lemari. Reza membaringkan tubuhnya. Melihat gerak gerik istrinya.
"itu kamar mandinya ya Sya. Kalau kamu kebelet lagi kayak tadi" goda Reza
Tasya hanya tersenyum.
"Kamu lapar Sya?" tanyanya lagi.
__ADS_1
"Nggak a. Cuma gerah. Panas banget ya A disini. Aku mau mandi saja." ujar Tasya seraya mengambil handuknya.
Bak kena batunya setelah kemarin memarahi Reza, Tasya sekarang melakukan hal yang sama dengan Reza. Dia lupa membawa baju ganti ke kamar mandi. Dia malu kalau harus minta tolong suaminya. Apalagi suaminya harus mengambilkan daleman miliknya.
Kemudian dia melilitkan handuknya menutupi dada sampai pahanya. Dia membuka sedikit pintu kamar mandi. Menengok ke arah Reza berharap Reza tertidur.
'Ah syukurlah' ucap Tasya yang melihat Reza memejamkan matanya. Secepat kilat Tasya berjalan ke arah lemari. Dia membuka lemarinya pelan-pelan. Kemudian mengambil bajunya. Ketika hendak menutup lemari. Reza sudah berdiri di belakangnya. Tasya tersentak. Reza segera menutup mulut Tasya agar dia tidak menjerit seperti waktu itu.
Tasya mundur sampai tubuhnya menempel ke lemari. Reza hanya mamandang wajahnya. Gairahnya naik perlahan melihat Tasya begitu seksi dengan rambut basah terurai. Reza menurunkan tangannya. Pandangan mereka beradu. Dada mereka berdegup kencang. Yang satu ketakutan sedangkan yang satunya menahan hasrat yang mulai naik.
Reza tersenyum, dikecup kening istrinya tersebut. Sedangkan Tasya masih mematung. Reza kemudian berjinjit ke arah Tasya mengambil handuknya.
"Aku juga mau mandi Sya" ucap Reza sambil tersenyum nakal dan pergi meninggalkan Tasya menuju kamar mandinya.
'Sya ayolah, kasian Reza. Dia suami sahmu. Jangan kaku jangan kaku jangan kaku' berulang kali Tasya menyemangati dirinya sendiri agar tidak lupa akan kodratnya. Tapi tubuhnya selalu refleks mematung.
Setelah mandi, Reza hanya melilitkan handuknya di pinggangnya. Rambutnya basah dan tidak teratur. Butiran air jatuh dari rambutnya membasahi pundaknya. Tasya yang sedang asik memainkan ponsel melihat ke arahnya.
'Tuhan, ganteng banget A Reza' batin Tasya. Tapi segera dia membalikan badannya.
"Latihan Sya. Seumur hidup loh kita begini" Reza mengingatkannya. Benar juga apa yang dikatakan Reza. Tasya kemudian menghadap Reza.
Reza mendekatinya masih dengan telanjang dada.
__ADS_1
"Ayo dipandangi saja suami super gantengmu ini" seraya wajahnya mendekati Tasya.
"A Reza gak lucu aah" Tangan Tasya kemudian menahan dada Reza.
"Tuh kan kamu pengen nyentuh dadaku" godanya lagi
"A Reza sana pakai baju" ucap Tasya masih menahan dada Reza dengan tangannya
"Peluk dulu sekali saja. Nanti aku pakai baju" Reza memintanya
"Nggak mau" jawab Tasya cepat
"Eh.. Eh.. Mau masuk neraka?" Reza menakut-nakutinya seperti anak kecil
Tasya tak bisa berkutik. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Reza yang sedang berdiri. Reza membelai rambut Tasya yang menempel di perutnya.
"Latihan ya sayang" ucap Reza kemudian
Tasya malu. Dia menundukan pandangannya tak berani memandang Reza. Setelah puas Reza kemudian memakai bajunya.
******Hai Readers, bantu LIKE dan KOMENTAR yaa.. Biar aku lebih semangat.
Oya, minta pendapatnya juga dong. Reza dan Tasya mau "SLOWLY BUT SURE atau NGEBUT TASYA JATUH CINTA"?? Tolong komen ya.. Terima Kasih** ^^
__ADS_1