BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Sebuah Kemajuan Kecil Tasya


__ADS_3

Tak terasa waktu telah menunjukan jam 9 malam. Tasya asyik di depan laptopnya untuk mengerjakan skripsinya, sedangkan Reza sedang mengecek email. Mereka sibuk masing-masing.


Krubuukkk...perut Tasya berbunyi.


Reza melihat Tasya, sedangkan Tasya malu sendiri.


"Kamu lapar Sya?" tanyanya.


"Hehe sedikit A. Habisnya dipakai mikir sih, jadi lapar lagi" ngeles Tasya


"Alasanmu Neng.. " Reza tertawa


"Pakai kerudungmu Sya" perintah Reza


"Mau kemana kita A?" tanya Tasya


"Cari makan. Kasihan tuh cacing di perutmu minta makan" jelas Reza


Tasya mengambil bergonya. Kemudian memakai kardigan karena baju tidurnya berlengan pendek.


Reza membuka pintu kamar Papanya. Dilihatnya Pak Danu sudah terlelap. Mereka kemudian keluar. Reza mengeluarkan motor besarnya dari garasi. Sedangkan Tasya membuka pintu gerbang.


"Cepat naik" pinta Reza


Tasya menaiki motornya yang tinggi dengan berpegangan ke pundak Reza. Jok belakangnya lebih tinggi, sehingga mau tidak mau Tasya berpegangan ke baju Reza karena takut jatuh.


Reza tersenyum senang. Sengaja dia memperlambat laju motornya. Diraihnya tangan Tasya sehingga melingkar ke tubuhnya. Dielus perlahan tangan istrinya tersebut. Dia melirik Tasya, tapi tangan Tasya mengarahkan kembali wajahnya agar melihat ke depan.

__ADS_1


"Fokus A. Nanti jatoh lagi" ucap Tasya.


Tasya senyum sendiri, tak menyangka dia akan melakukan adegan ini yang biasanya dia lihat dalam sinetron.


"Mau makan apa sayang?" tanya Reza


"Apa ya? Kwetiau goreng enak kayaknya A" jawab Tasya


Reza memarkirkan motornya di depan tenda nasi goreng langganannya.


"Wah, kemana saja Bro" ucap Mas-mas penjual nasi goreng menyapa Reza sambil melirik Tasya


"Halalin anak orang dong Bro. Masa mau jomblo terus" jawab Reza sambil tertawa


"Mbak hati-hati sama si tampan ini. Takutnya mbak klepek-klepek" canda si mas-mas


"Dia bukan klepek-klepek lagi Bro, sudah kaya perangko" jawab Reza


"Biasa ya bro, satu lagi kwetiau goreng" sambung Reza


"Kwetiau apa Sya?" tanya Reza


"Seafood pedas A" jawab Tasya lembut


"Kwetiau goreng seafood pedas ya Bro" ralat Reza


Si mas-mas hanya memberikan jempolnya sambil membuat pesanan.

__ADS_1


Setelah terhidang mereka makan dengan lahap. Sesekali Reza mengambil kwetiau milik Tasya. Dia sengaja melakukannya agar Tasya lebih terbiasa dengannya.


Setelah selesai, motor tersebut sengaja melaju dengan pelan. Tiba-tiba tangan Tasya memeluk pinggangnya. Tentu saja Reza tersenyum senang. Di mainkannya tangan Tasya kemudian di kecup punggung tangannya. Tasya pun malu di buatnya.


Sesampainya di rumah, Reza membereskan laptopnya.


"A cuci kaki dulu" pinta Tasya yang keluar dari kamar mandi


"Iya.. " sambil menyimpan laptopnya. Kemudian dia masuk ke kamar mandi.


Tasya melihat ponselnya. Banyak pesan yang belum dibuka di grup chat nya. Ternyata Tari dan Rina sedang mengolok dirinya. Serta membahas skripsi mereka.


"Asik benar Sya" ucap Reza yang melihat Tasya tersenyum sendiri


"Rina sama Tari nih ngolok-ngolok mulu a." jelas Tasya


"Yang kemarin itu?" tanya Reza kemudian


"Mereka kayaknya terpesona sama Aa" ucap Reza kemudian


"Pede gileee A" ucap Tasya


"Harusnya bangga dong kamu punya suami ganteng kaya aku" jelasnya lagi sambil merebahkan badannya.


'Apa yang harus di banggain nikah sama om-om?!' ucap Tasya dalam hati


'Sya dosa sya.. Suamimu ingat suamimu' dia mengingatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Tasya kemudian membereskan laptopnya. Dia merebahkan dirinya disamping suaminya.


__ADS_2