BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Tasya Aneh


__ADS_3

"Ya ampun La.." ucapnya Tasya senang, tapi selintas kemudian Tasya sedikit bersedih.


"Kenapa bu?" tanya Lala yang melihat perubahan raut wajah Tasya


"Gak apa-apa La, saya hanya ingat anakku yang pertama. Dia maunya makan ini kan" Tasya menelan salivanya terasa berat


"Maaf bu kalau mengingatkan" ucap Lala


"Gak apa-apa La. Terima kasih kamu perhatian, hehe. Yuk makan La" ajak Tasya


"Enggak perlu bu, saya sudah kenyang" ucap Lala


"La? Kok kamu bisa dapat ini? Dari mana?" tanya Tasya penasaran sambil mengunyah buah mangga yang dibentuk bunga.


"Emm.. Tadi pas makan siang bu" ucap Lala


'Maaf aku gak bilang ya bu' batin Lala


"O begitu" ucapnya singkat tanpa rasa curiga. Dia menikmati mangga tersebut dengan lahap.


"Enak sekali La. Anakku dua-duanya suka" ucap Taysa


"Cepat besar ya dek, ingat ada kak Lala menunggumu" canda Lala


"Kakak? Tante kali La" Tasya tertawa


"Ih ibu, masa sama jodohku manggil tante" ucap Lala


"Enak saja anakku berjodoh sama kamu La. Dia bujang saja kamu sudah nenek-nenek bukan tante lagi" sambar Reza yang mendengar percakapan mereka


"Pak Reza jahatnya. Sekalipun aku nenek-nenek tapi tetap cantik Pak" ucap Lala tak mau kalah


"Iya, tapi jomblo" ledek Reza


Tasya tak mempedulikan perdebatan mereka. Dia sudah biasa melihat keduanya tak pernah akur.


"Ini sayang pempeknya" ucap Reza menaruh pempek di meja Tasya.


"La, buat kamu saja. Aku sudah gak ingin" ucap Tasya


"Sya! Aa sengaja beli ini buat kamu. Kenapa kamu kasih ke Lala?" Reza meninggikan suaranya


"Aku sudah gak ingin A!" Tasya tak kalah tinggi suaranya


Lala hanya diam menyaksikan perdebatan mereka.


"Ya kalau sekarang gak mau, taruh saja buat nanti. Kan bisa!" ucap Reza dengan intonasi tajam


"Aku gak mau lagi! Kalau gak mau ya gak mau!" Tasya masih tak mau kalah


"Ya sudah, sini Aa makan saja" Reza hendak mengambil pempek tersebut.


"Tidak boleh!" Tasya memukul tangan Reza


Reza meliriknya


"Aku sudah memberikan pada Lala. Jadi ini punya Lala" ucap Tasya tegas


'Ya Tuhan! Bikin kesal saja dia' batin Reza


"Ya sudah. Makan La" Reza pasrah


Tasya menang.

__ADS_1


"Tidak Pak. Ini punya bapak." Lala yang merasa tak enak hati memberikan pempek tersebut kepada Reza


"La! Aku kan memberikannya padamu!" Tasya kini memarahi Lala


'Astaga! Aku ikut kena juga' batin Lala


"Tapi gak apa-apa bu. Aku sudah kenyang" ucap Lala


"Kalian ini membuatku kesal! Sini La! Biar aku makan!" ucap Tasya


Tasya membuka pempek tersebut. Kemudian menuangkan mie kuning, timun, dan kuah cuko di atasnya.


Reza menahan tawanya. Begitupun Lala yang nampak heran.


"Astaga, hamil serumit ini" gumam Lala


"Pak Reza, sabar ya" bisik Lala.


Mereka menahan tawanya melihat Tasya yang mulai menyendokan pempek ke mulutnya.


"La, aku kan sudah memberikan ini padamu? Kenapa aku makan ya?" ucap Tasya disela-sela makannya


Lala tertawa kecil.


"Bu, apa semua ibu hamil kayak begini?" tanya Lala


"Begini bagaimana?" tanya Tasya


"Ya lucu, aneh juga" Lala tertawa


"Enggak. Aku biasa saja kan sayang?" tanya Tasya pada Reza. Dia seakan lupa bahwa baru saja berdebat dengan suaminya.


"Emm.. Iya" ucap Reza


'Bohong saja Za, dari pada ibu negara ngamuk.' batin Reza


"Masa? Aku manggil Pak Reza ah! Iya kan Pak Reza?" tanyanya lagi


"Iya" jawab Reza singkat


'Iya saja lagi Za. Cari aman' batinnya


Lala mendelik pada Reza.


"A Reza kenapa sih? Kok Aa singkat-singkat begitu jawabnya! Marah sama aku?" tanya Tasya mulai berhenti mengunyah. Dia sekarang nampak tak selera.


"Aa gak apa-apa sayang" ucapnya


'Kadang sayang, kadang Aa, kadang bapak. Suka-suka bos lah. Mau protes juga percuma, apalah diriku, hanya remahan rengginang buat mereka' batin Lala


"Sini A" ucap Tasya


Reza mendekat tanpa bicara, Tasya memotong pempek tersebut kemudian mengarahkannya pada Reza. Reza hanya patuh membuka mulutnya kemudian mengunyahnya.


"Adegan ini tidak untuk di tonton oleh diriku yang masih 15 tahun" ucap Lala seraya beranjak dari samping Tasya


Tasya tertawa mendengarnya.


"Maaf La" ucapnya


"Duduk A! Masa makan berdiri. Sudah kaya onta saja!" Ucap Tasya


"Ya ampun teganya Mami, suami sendiri dibilang kaya onta" protes Reza

__ADS_1


"Apa kamu ketawa La!" Reza protes saat melihat Lala menertawakannya


"Cepat buka mulutnya. Jangan banyak bicara kalau sedang makan!" Tasya memarahi Reza kembali


'Kenapa dia jadi kayak emak-emak sih! Ngomel terus!' batin Reza


"Enak kan A?" tanya Tasya


Reza hanya mengangguk sambil mengunyah


"Aa ditanya malah mengangguk saja. Jawab dong A!" protes Tasya


"Iya enak sayang" ucapnya singkat


'Tadi banyak bicara dia larang, sekarang gak bicara dia protes. Tuhaaann kenapa dia kumat lagi' batin Reza menjerit


Tasya tersenyum mendengar jawaban sang suami. Tak terasa, pempek pun telah habis tanpa sisa. Tasya merapikan bekas makannya.


"A Reza anak kita suka sekali makan ini." Tasya menunjukan sisa mangga yang diberikan Lala kepadanya.


"Terima kasih Nek Lala" ucap Reza


"Pak Reza ya ampun jahat sekali" Lala protes sebal


"Sini aku suapi A. Coba deh. Enak sekali" ucap Tasya


"Sayang, Aa sudah kenyang" tolak Reza


"Makan saja suka nambah A. Ini makan sisa pempek doang bilang kenyang" Tasya kesal


"Ya sudah mana?" Reza pasrah


Tasya menyuapi Reza dengan senang hati.


"Segar ya A. Enak kan?" ucap Tasya


"Sudah ya Sya. Kamu kan tahu sendiri Aa gak suka pedas sama asam" tolak Reza halus


Tasya yang baru sadar merasa bersalah.


"Maaf ya sayang, aku lupa" ucap Tasya


"Asal Mami dan Dedek senang" ucapnya seraya tersenyum.


Reza menghabiskan sorenya di tempat Tasya. Dia tidak mau Tasya cemburu seperti tadi. Apalagi dia ada janji dengan Adit. Reza bersikap semanis mungkin agar Tasya tidak marah saat ditinggal nanti.


Jam kerjapun berakhir.


"Happy weekend Lala. Selamat berhibernasi" Tasya menyeringai


"Aku besok masih kuliah bu. Padahal ingin sekali istirhat" keluh Lala


"Nikmati, jalani, syukuri saja La. Siapa tahu di kampus kamu bertemu jodoh. Seperti dalam cerita novel-novel gitu yang berjudul 'Jodohku Di Kampus Ungu" ucap Tasya tertawa


"Khayalanmu Mam. Mana ada judul novel seperti itu. " ucap Reza menimpali


"Aku juga kalau dalam novel apa ya? Bukan Siti Nurbaya." ucap Tasya


"Kok bukan Siti Nurbaya sih bu?" Lala heran


"Ya karena A Reza bukan Datuk Maringgih. Haha" Tasya tertawa puas


"Salah judul sayang, harusnya 'Dijodohkan Dengan Pangeran Tampan Nan Rupawan, Baik Hati, Tidak Sombong, Rajin Menabung, serta Membuang Sampah Pada Tempatnya" Reza tertawa keras

__ADS_1


"Itu judul novel atau slogan Kang sampah Pak" ledek Lala


*** Happy weekend teman readers, mari bersantai sambil baca novel Bukan Siti Nurbaya. Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, dan VOTEnya kakak-kakak. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2