BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Wisuda Tasya


__ADS_3

"Sekarang tinggal disini?" tanya Raka


"Masih disana lah. Bantu-bantu Pak Bos. Kau pindah kemari?" tanya Reza


"Enggak Bro. Dia yang tinggal disini (Raka mengarah ke Syaina). Oh iya, salam buat Papamu ya Za. Eh mana nomor ponselmu? Biar aku gak susah ngundang" ucap Raka sambil tertawa


'Minta saja sama tunanganmu Ka' batin Reza


Kedua wanita tersebut hanya menyaksikan dua orang sahabat bercengkrama. Sesekali Tasya tersenyum. Tapi tidak dengan Syaina.


"Kapan rencananya?" tanya Reza


"Tunggu tanggal mainnya lah" ucap Raka lagi- lagi di sertai tawa.


"Ya sudah, balik duluan ya. Sudah muter-muter dari tadi. Nanti ku hubungi" pamit Raka


"Saya duluan ya" Raka pamit kepada Tasya kemudian mereka pergi.


"Sya.. "


"A Reza, mereka serasi sekali ya" Tasya memotong pembicaraan Reza


"Sya kamu tahu gak?"


"Nggak." potong Tasya lagi


"Hus.. Kamu ini..Aa kasihan sama Raka Sya" keluh Reza


"Kenapa memangnya A?" Tasya heran.


"Itu cewek yang ngajak kenalan Aa" ucap Reza


"Syaina?!" Tasya berbicara dengan nada tinggi dengan kagetnya


"Stt.. Kamu ini. Iya. Itu dia yang suka teror Aa. Yang buat istri Aa cemburu itu loh." ucap Reza


"Masa sih A? A Reza salah orang kali' ucap Tasya tak menghiraukan sindiran Reza


"Kamu lihat tadi wajahnya? Begitu berjabat tangan saja dia kelihatan gelisah" ucap Reza


"Aku gak merhatiin A. Aku hanya fokus ke Aa sama A Raka saja" ucap Tasya


"Aa kasihan sama Raka. Mau nikah kelakuan tunangannya kaya begitu" ucap Reza


"Aa mau kasih tahu A Raka?" tanya Tasya


"Enggak lah sayang. Biar urusan mereka saja. Aa tidak mau terlibat masalah begituan. Kita doakan saja semoga dia tidak berjodoh" ucap Reza yang di aamiini Tasya.


"Kemana lagi kita? Mau mie hotplate?" tanya Reza yang ingat saat pertama kali mereka makan berdua.


"Mau pakai banget A. A Reza tahu saja" ucap Tasya sambil menggambit tangan Reza


"Apa sih yang Aa gak tahu dari kamu?" Reza tersenyum nakal


"Tapi kata ibu aku gemukan A. Huhu" Tasya pura-pura sedih


"Nanti kita olahraga saja sayang. Dengan senang hati Sya. Sehari tiga kali pun Aa mau" ucapnya


"Apa sih A Reza! Ngaco nih!" ucap Tasya yang mengerti arah pembicara Reza

__ADS_1


***


Hari wisuda pun tiba. Tasya memakai kebaya berwarna krem dipadukan dengan rok span batik yang senada dengan baju suaminya. Dia nampak anggun dan cantik dengan kulit putihnya. Tak lupa dia membawa handbag yang berwarna sama dengan kebayanya dan memakai high heels berwarna hitam.


Reza terpesona melihat kecantikan istrinya.


"Cantik sekali kamu sayang" Reza memeluknya dari belakang. Mereka melihat dirinya dari pantulan cermin.


"Kita serasi sekali ya sayang" ucap Reza kemudian. Keduanya tertawa bahagia.


Tasya memainkan sedikit rambut Reza seolah-olah merapihkannya. Sedangkan Reza hanya mengamati Tasya lekat-lekat. Kemudian dia memberikan kecupan di bibir istrinya.


"Rasanya aku gak rela kamu di lihat oleh banyak orang Sya" ucapnya setelah mengecup Tasya


"Kenapa memangnya?" Tasya heran. Dia membersihkan bibir Reza yang terkena lipstik dengan tangannya.


"Aa takut kamu ada yang suka saja disana" jujur Reza


"Apa sih A Reza. Kalau orang lain suka, biarkan saja. Toh, aku sudah terikat" dia menunjukan cincinnya


Reza tersenyum seakan Tasya membelanya.


"Yuk berangkat" ajak Tasya.


Mereka keluar kamar. Disana orang tuanya sudah bersiap.


"Wah, memang Papa gak salah milih mantu" puji Pak Danu


"Anak nakal ini bisa berjodoh sama kamu saja Papa sudah sangat bahagia" ucapnya lagi


Tasya hanya tersenyum malu.


"Sudah-sudah, kapan mau berangkatnya ini" ibu mengingatkan kedua lelaki yang asyik bercengkrama


Mereka pun pergi meninggalkan rumah menuju kampus Tasya.


***


Suasana kampus Tasya sangat ramai. Sepanjang jalan menuju ke kampusnya banyak yang menjajakan souvenir dan bunga.


"Sya.." teriak Tari sambil tersenyum senang


"Tariii" Tasya bahagia bertemu dengan sahabatnya


"Mana Rina?" tanya Tasya


"Kamu kayak tidak kenal dia saja." ucap Tari


Tari kemudian menyalami keluarga Tasya


Pak Danu pamit meninggalkan mereka dan bertemu dengan salah satu temannya yang kebetulan menjadi dosen di kampus Tasya.


"Ayo masuk" ajak Tari


"A Reza.. Aku masuk dulu ya." pamit Tasya


"Ia. Aa nanti mau lihat-lihat disini saja ya sayang" ucapnya


Reza menunggu Tasya di luar gedung. Ibu dan ayahnya masuk ke dalam gedung sebagai tamu undangan.

__ADS_1


Banyak perempuan yang terkesima dengan pesona Reza. Tak hanya mahasiswi, para pengantar wisuda pun tak hentinya memandang Reza.


"Nunggu siapa A?" tanya seorang bapak paruh baya yang duduk di sampingnya


"Istri saya Pak" jawabnya dengan sopan


"Waah.. Istrinya yang wisuda ternyata. Sudah punya anak?" tanyanya kemudian


"Belum Pak. Bapak menunggu siapa Pak?" Reza balik bertanya


"Anakku. Tapi dia pergi dengan temannya. Makanya saya belum masuk ke dalam" balas bapak tersebut.


"Saya ke depan dulu ya pak" pamit Reza


Dia ke depan gerbang untuk membeli souvenir dan bunga untuk Tasya.


'Pasti dia suka' pikir Reza


"A ganteng banget" goda salah satu penjual souvenir.


"Saya kan laki-laki Teh, kalau perempuan mah ya cantik" balas Reza mengikuti gaya bahasa mereka


"Haha.. Si Aa bisa saja" ucapnya kemudian


***


Wisuda pun telah usai. Reza da keluarganya kemudian pergi ke studio Foto. Mereka berfoto keluarga.


Reza dan Tasya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk berfoto berdua karena mereka tidak sempat foto prewedding.


"Sayang sekali A Rasya tidak ikut" Tasya sedih saat kakaknya tidak bisa menghadiri wisudanya karena sedang sibuk


"Nanti kan A Rasya pulang Nak" ucap ibu


"Yang penting kemarin dia sudah menghubungimu kan" tambah ibu kemudian


"Iya sih bu. Cuma formasi kita tidak lengkap bu"


"Kapan-kapan kita kesana saja" usul Reza


"Ayo, kita juga sudah lama tidak jalan-jalan" ucap Pak Taufik


"Iya, ibu juga ingin kesana" ibu menimpali


"Papa gak di ajak nih" Pak Danu pura-pura sedih


"Tentu saja harus ikut. Kita kan keluarga San" ucap Pak Taufik


"Berangkat" balas Pak Danu disertai gelak tawa mereka.


Mereka semua setuju dengan rencana tersebut walaupun belum tahu kapan akan terealisasinya.


Setelah berfoto, mereka pergi ke rumah makan bernuansa alam.


"Bagus sekali suasana disini ya sayang" ucap Reza pada Tasya yang asik melihat kolam ikan


"Iya A. Aku juga baru sekarang kesini. Menyesal kenapa gak dari dulu" balas Tasya


"Gak apa-apa. Nanti kedepannya kita bisa sering kesini" hibur Reza

__ADS_1


Reza kemudian membuka ponselnya. Dia mengajak berfoto bersama keluarganya.


__ADS_2