BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Omelan Mami


__ADS_3

Reza segera membuang pandangannya seolah-olah tak melihat sang mantan.


'Kenapa aku bisa lupa kalau dia istri pemilik cafe ini?' batin Reza


Dia melirik Tasya dengan rasa cemas.


"Sayang.. " Reza meraih tangan Tasya diatas meja


"Jangan marah lagi ya? Nanti dedek ikut rewel kayak kemarin" Reza memelas.


"Sudahlah.. " Tasya mengalah.


'Kali ini ku maafkan karena alasanmu membuatku tersentuh A' batin Tasya


"Maaf ya Mam" ucapnya lagi


"Ya sudah A" Tasya merasa tak enak


Pelayan datang mengantarkan makanan mereka.


'Jangan lirik kanan kiri Za. Bisa celaka kamu kalau dia melihatmu' batinnya memperingatkan


"A?"


"Hmm?"


"Begitu banget makannya" ucap Tasya yang melihat Reza makan sambil tertunduk menatap makanannya.


"Lapar sayang" Reza memberi alasan


"Enak Mam?" tanya Reza


"Enak sekali" ucapnya sambil memasukan lasagna ke mulutnya.


"Makan yang banyak ya Mam" ucapnya


Mereka menghabiskan makanannya.


"Yuk A. Bayar dulu" ucap Tasya


Reza berkeringat dingin.


"Kartunya kan di Mami. Mami yang bayar ya.. Papi tunggu di mobil" ucapnya menghindar


Tanpa curiga sedikit pun, Tasya segera menghampiri meja kasir, sementara Reza berjalan ke parkiran. Reza berhenti berjalan saat mobil memutar arah hendak keluar dari halaman cafe. Dia melihat Citra sang mantan mengendarai mobil tersebut.


'Syukurlaah' batin Reza bersorak senang.


"Sudah sayang?" tanya Reza saat Tasya masuk ke dalam mobil. Mobilpun melaju ke tempat baru mereka.


Tasya merasa senang saat melihat deretan resto makanan di lantai dasar apartemen mereka.


'Bisa jajan sepuasnya' batinnya


Tasya mengekor Reza dengan tangannya tak lepas dari genggaman sang suami. Mereka masuk ke dalam lift, Reza menekan angka 12 dalam lift tersebut.


Setelah sampai di Lantai 12, Reza membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan dengan interior yang sangat mewah.


"Pap.. " Tasya takjub dengan apartemen mewah yang mereka tempati.


"Suka?" ucap Reza


Tasya mengangguk sambil tersenyum


"Maaf ya kita cuma sewa. Doakan Papi mudah-mudah bisa membeli apartemen seperti ini buat kita" ucap Reza mendekat kemudian mengecup kerudung sang istri.


"Maaf juga ya Papi lupa ngambil keputusan sendiri." ucapnya kemudian


"Tapi Papi gak terlalu menyesal, karena Mami suka" ucapnya


"Berapa?" tanya Tasya tiba-tiba

__ADS_1


"Apanya?


"Ya harga sewanya"


"Hmm..tapi jangan marah"


"Ya berapa dulu?" Tasya panasaran


Reza menyebutkan harga sewa apartemen tersebut. Hal itu sukses membuat Tasya membulatkan mulutnya.


"Astaghfirullah.. " Tasya duduk lemas di atas sofa yang sangat empuk.


"Kenapa sih Pap, boros sekali? Papi gak ingat aku mau lahiran. Belum lagi renovasi kamar kita. Kenapa sih Pap?" Tasya kesal dengan Reza yang selalu boros


"Masih ada sisa kan sayang? Papi sudah perhitungkan"


"Lantas buat apa nyuruh Mami simpan tabungan kalau Papi juga yang menggeseknya"


"Mmm.. "


"Papi cuma ingin membahagiakan Mami.." ucapnya


"Mami bahagia Pap. Gak perlu mewah begini juga alhamdulillah Mami sangat bahagia"


Reza terdiam.


"Papi kenapa sih?"


"Mami gak masalah kalau keuangan kita seperti dulu. Tabungan Papi berlimpah seperti dulu. Sekarang kita baru menata kembali Pap. Kenapa Papi gak sabar? Mami gak habis pikir sama Papi" ucapnya kemudian


Reza berjongkok dihadapan Tasya.


"Maaf" ucapnya sambil menggenggam tangan sang istri.


"Gak kapok Papi mah!" ucap Tasya kesal


"Papi hanya ingin Mami nyaman sebelum Mami lahiran" ucapnya lagi


"Maaf Mam. Mami jangan marah terus. Lagian uang kita masih ada sisa" ucap Reza


"Mami gak tahu lagi harus bilang gimana ke Papi." ucapnya ketus


"Masa iya Mami harus bilang kalau boros temannya setan!" ucapnya kemudian


"Itu Mami sudah bilang" Ucap Reza


"Sudah sih Mam, nikmati saja. Doakan Papi bisa terus bahagiain Mami" ucapnya


"Aamiin" Ucap Tasya kesal


"Papi mau apa-apa sholawatin bukan maksain!" ucapnya


"Iya suka"


"Suka tapi gak sabar" ketusnya lagi.


Tasya mencari kopernya.


'Duh ingin mandi tapi koper ketinggalan di mobil lagi' batin Tasya. Mau tak mau dia harus meminta Reza


"Papi"


"Iya sayang"


"Koper mana?"


"Ya ampun.. Papi lupa" Reza menyeringai.


"Papi turun dulu ya sayang"


"Gak pakai Lama" pintanya dengan nada ketus

__ADS_1


"Ya ampun galak banget" gerutu Reza.


Setelah kepergian Reza, Tasya melihat-lihat isi apartemen tersebut. Dia masuk ke dalam kamar. Disana dia penasaran dengan ruangan kecil yang berada di dalam kamar tersebut.


'Gak salah? Masa kamar mandinya tembus pandang begini?' batin Tasya heran


'Gak ada toiletnya pula. Masa mau buang air besar harus ikut ke SPBU. Mewah apaan' batinnya tak henti bicara


Tasya segera keluar kamar. Dia takut Reza memergokinya saat sedang melihat-lihat ruangan tersebut. Dia memilih duduk di sofa.


Tak berapa lama, Reza membawa koper mereka masuk. Dia melihat Tasya yang sedang berakting merebahkan kepalanya di sofa.


"Sayang? Kenapa gak tidur di kasur?" tanya Reza


"Gak apa-apa. Aku ingin mandi dulu" ucap Tasya


"Ya sudah. Mandi dulu saja" ucap Reza


Reza membawa koper mereka masuk ke dalam kamar. Tasya mengekorinya. Tasya membuka koper miliknya kemudian mengambil handuk.


"Dimana kamar mandinya?" tanya Tasya


"Itu.. " ucap Reza tersenyum nakal.


"Masa begitu?" Tasya pura-pura kaget padahal sebelumnya dia telah melihatnya.


"Kenapa memangnya?"


"Ya masa tembus pandang begitu?" tanya Tasya kemudian


"Gak tahu sayang, kan dari sananya. Masa Papi mau protes" ucapnya.


Tasya mendelik kesal ke arah Reza.


"Kalau mau buang air besar masa disitu?" tanya Tasya penasaran.


"Oh, itu mah di dekat dapur sayang" ucap Reza


Tasya bergegas keluar kamar. Dia berjalan ke arah dapur.


"Ini kayaknya" ucap Tasya sambil membuka pintu kamar mandi.


Dia segera masuk dan mandi disana.


Setelah selesai, Tasya melihat Reza yang sedang merebahkan dirinya di atas kasur.


'Menyebalkan sekali A Reza! Bukannya bantu masukkan baju ke lemari kek! Malah rebahan!' Tasya kesal


"Papi juga mau mandi ah" ucapnya menggoda.


Reza masuk ke dalam kamar. Dia masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar.


'Astaghfirullah..' ucap Tasya saat melihat sang suami melepas satu persatu pakaian yang dikenakannya.


Tasya memakai bajunya. Sekali-kali dia melirik kepada Reza yang tengah asyik berada di bawah guyuran shower yang membasahi seluruh tubuhnya.


"Papi gak tahu malu sekali" ucapnya seraya memasukan baju ke dalam lemari.


Tasya melirik Reza kembali, kini pandangannya fokus ke bawah perut sang suami.


"Ya ampun, diamond" gumamnya. Tasya tersenyum tak sadar kali ini menatapnya.


Reza melihat ke arah Tasya. Dia tersenyum senang.


"Ya ampun si Mami, bilang kek kalau suka. Sampai segitunya" gumam Reza


Tasya tersadar, dia melihat Reza yang sedang tersenyum kepadanya.


"Ya ampun.. Malu bangett.." gumam Tasya dengan segera memasukkan bajunya kembali ke dalam lemari.


Reza telah selesai mandi. Dia keluar kamar dengan melilitkan handuk dipinggangnya. Seketika jantung Tasya berdetak kencang.

__ADS_1


'Kenapa aku jadi gugup begini' batin Tasya


*** Temans bantu VOTE, LIKE dan KOMEN yang banyak yaaa.. Buat yang baru baca, jangan lupa tinggalkan jejak LIKEnya di setiap chapternya. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2