
Hari yang dinanti Tasya telah tiba. Dia sudah menyiapkan barang yang akan dibawanya dari semalam. Tak hanya barangnya, kini dia pun harus menyiapkan pakaian Reza.
"Bawa apa buat oleh-oleh ibu Sya? Tanya Reza
"Gak usah repot-repot A" jawab Tasya
"Kita beli kue artis yang sedang viral itu ya Sya? Nanti sekalian jalan" ajak Reza
"Iya. Terserah Aa saja kalau begitu"
Mereka memasukkan barang-barangnya ke bagasi.
"Papa sudah siap?" Tanya Tasya pada Reza
Reza kemudian masuk ke dalam rumah. Papanya membawa tas menuju ke arahnya.
"Sudah ayo berangkat" ajak Papa sambil duduk di kursi belakang.
"Papa mau di depan saja Pa?" tawar Tasya pada mertuanya
"Kamu saja Nak yang temani Reza. Biar dia semangat nyetirnya" ucap Pak Danu
Mobil itu kemudian melaju menuju ke kampung halaman Tasya. Tidak berapa lama, Reza memarkirkan mobilnya di salah satu toko kue artis.
"Sebentar ya Pa, Reza beli oleh-oleh dulu" ucap Reza kemudian mengajak Tasya agar menemaninya.
Pak Danu tersenyum senang melihat anaknya mempunyai inisiatif untuk memberi perhatian pada mertuanya.
"Yang mana sayang?" tanya Reza membuat iri pelayan toko.
__ADS_1
"Yang ini kayaknya enak A" tunjuk Tasya pada sebuah kue yang terhalang oleh kaca.
"Yang ini mbak. Sama yang ini. Yang ini juga boleh mbak" Tunjuknya kemudian pada pelayan toko
"A, kebanyakan. Nanti gak ada yang makan" protes Tasya
"Nanti dibagi-bagi saja sayang" ucapnya lembut.
'A Reza depan orang selalu bikin malu. Bilang sayang-sayang terus' batin Tasya
Setelah selesai mereka kemudian melanjutkan kembali perjalanannya. Ditengah perjalanan Reza teringat kembali saat Tasya menulis pesan ingin buang air kecil.
Dia kemudian mencolek Tasya dan mengarahkan ponselnya. Tasya tidak mengerti apa yang dimaksud Reza. Reza kemudian melihat ke depan jalan, ditunjuknya Rest Area.
Tasya menyubit lengan Reza begitu sadar Reza sedang menggodanya dengan kejadian waktu itu. Reza menyeringai sambil menahan sakit karena di cubit.
Setelah empat jam perjalanan, tibalah mereka di rumah yang asri. Rumah yang sangat Tasya rindukan.
"Kangen" ucap Tasya sambil memeluk ibunya
"Kamu gak malu Sya? Bertingkah begini di depan suami dan mertuamu?" tanya Ibu
Mereka semua tertawa melihat tingkah Tasya yang kekanak-kanakan.
***
"Jam berapa kamu bimbingan Sya?" tanya Reza
"Jam 2 siang A. Masih lama. Untung kita berangkat pagi-pagi sekali" jawab Tasya
__ADS_1
"Ya sudah aku mau tidur sebentar ya. Nanti bangunkan aku" ucap Reza
"Aku berangkat sendiri saja A. Kan sudah biasa" tolak Tasya
"Aku antar saja Sya." Reza bersikukuh
"Nanti disana Aa bosan. Takutnya aku lama A" bujuk Tasya
"Tidak. Tenang saja Sya"
Tasya lalu keluar kamar meninggalkan Reza. Dia berbagi cerita dengan ibunya.
"Sayang sekali Aa sudah kesana lagi ya bu. Padahal Tasya kangen sama Aa" ucapnya
"Aa juga kuliah sama kaya kamu. Kasihan juga dia lama-lama disini
Nanti ketinggalan" jelas ibu
Mereka berbincang seperti tidak ada habisnya. Sedangkan Pak Danu diajak Pak Taufik pergi memantau para pekerja yang sedang memanen brokoli.
"Aku berangkat naik ojek online saja ya bu. Aku gak tega mau membangunkan A Reza." ucap Tasya
"Kenapa tidak membawa motor saja Sya?" tanya ibunya
"Biar nanti A Reza jemput Tasya bu kalau dia sudah bangun" jawab Tasya
"Sudah nempel ya kamu sama Reza sekarang" ucap ibu senang.
Tasya hanya tertawa malu.
__ADS_1
"Aku berangkat ya Bu. Ojeknya sudah datang. Assalamualaikum" pamit Tasya sambil mencium punggung tangan ibunya