
Krubuuukkk..
Reza dan Tasya tertawa. Suasana syahdu yang mereka ciptakan seketika buyar dengan alunan perut Tasya yang memintanya segera diisi.
"Kenapa tadi gak beli makan sayang?" tanya Reza
'Karena ingin makan bersama A Reza' batinnya. Tapi dia gengsi untuk menjawabnya
"Ayo makan. Aa suapi ya" Reza melepas pelukannya, dia mengambil plastik dan membuka kotak makan yang telah dibelinya.
Dengan telaten dia menyuapi sang istri. Begitu suapan kedua, Tasya mengarahkannya tangan Reza ke mulut Reza sendiri. Merekapun makan bergantian sampai tak tersisa.
"Kenyang?" tanya Reza
Tasya hanya mengangguk kecil. Dia membereskan sampah makanan mereka.
"Maafkan Aa kemarin ya sayang. Aa salah. Aa kurang sabar memghadapimu" ucapnya sambil merengkuh tubuh sang istri
Tasya terdiam. Dia kesal pada Reza, tapi dia juga ingin terus berdekatan dengan suaminya.
"Masih marah?" tanyanya
"Sebaalll sama Aa" Tasya menyubit pinggang Reza dengan keras
"Ampun sayang ampuun. Sssshh.. " Reza meringis kesakitan
"Mami jadi galak begini dek, teganya sama papi" Reza memasang wajah sedihnya sambil mengelus perut Tasya
Tasya tersenyum dibuatnya.
"A Reza ayo kita beli cemilan" rengek Tasya
"Baru beres makan sayang" Reza heran
"Sayang, tumben sekali kamu gak mual-mual" tanyanya kemudian
"Iya. Malah nafsu makanku besar. Aku takut gemuk A" ucap Tasya
"Bagus gemuk sayang kalau lagi hamil. Dari pada kurus terus, nanti kenapa-napa anak kita" terang Reza
"Nanti kalau aku gemuk, Aa balik lagi sama mantan Aa yang seksi itu" ketus Tasya
"Ya Allah sayang, dengar, prioritas Aa sekarang itu kamu dan bayi kita. Percaya sama Aa."
"Aa gak mau bertindak bodoh dengan menghancurkan rumah tangga kita hanya untuk orang ketiga." ucapnya kemudian
Tasya terdiam. Dia mencerna kata-kata suaminya.
"Wajar sayang orang hamil naik belasan atau puluhan kilogram. Kan anak kita juga tumbuh disana" lanjut Reza
"Iya"
"Jangan cemburu lagi. Kita sudah janji kan gak akan bahas mantan" imbuhnya kemudian
Seketika suasana hening
"Ayo, kita beli cemilan" ajak Reza sambil menarik tangan istrinya
Tasya tersenyum senang. Keduanya keluar ruangan.
"Bu mau kemana?" tanya Lala penasaran
"Rahasia. Kamu ingin tahu saja" Reza menyahutnya
Lala terdiam tak berani bicara pada Reza.
__ADS_1
"Sebentar ya La. Gak lama kok" ucap Tasya
Keduanya berjalan memasuki mobil.
"Keen, enak ya jadi bos. Kerja berasa main" ucap Lala
"Mengkhayal terus sampai otakmu dipenuhi dengan rasa iri La. Ckckck" Keenan menimpali
"Malas deh kalau bicara sama kamu!" gerutu Lala
***
Sepanjang jalan, Tasya menempel pada suaminya.
'Sebentar-sebentar nempel, sebentar-sebentar marah, bikin gemas hati Aa saja kamu Neng' batinnya
Mereka tiba di supermarket yang tidak jauh dari kantornya. Tasya membeli berbagai macam biskuit dan membeli buah-buahan untuk stoknya di rumah.
"Kamu mau jualan sayang?" tanya Reza heran melihat isi troleynya penuh dengan makanan.
"Kenapa? Gak boleh?" Tasya kesal
"Boleh sayang." ucapnya singkat
'Cari aman Za! Jangan macam-macam' batinnya
"A Reza, itu apa?" Tasya menunjuk lurus ke depan dengan kepalanya
Mata Reza mengikuti arah yang ditunjuk Tasya. Secapat kilat Tasya meraih snack dan memasukannya ke keranjang kemudian mentutupnya dengan beberapa biskuit.
"Apa sayang? Tidak ada apa-apa" Reza bingung
"Oh, aku pikir apa" Tasya pura-pura bingung.
"Sana Aa jalan di depan, aku mau bawa troleynya" ucap Tasya
"Dasar manusia anti micin" ledek Tasya saat melihat Reza sedang membaca komposisi sebuah snack
"Kenapa sayang?" Reza tak mengerti
"Aku heran, kenapa Aa bisa tanpa jajanan yang seperti ini" Tasya berdecak
"Ya, karena dari kecil Aa tidak dibiasakan makan yang begini sayang sama Papa. Kamu tahu sendiri kan, Papa sibuk ke kantor, aku sama bi Tinah. Jajan pun, ya jajanan yang dibeli Bi Tinah. Jajan cokelat pun sangat jarang karena Papa takut gigiku rusak" jelasnya
Diam-diam Tasya memasukan kembali beberapa snack ke dalam troley sambil mengalihkan perhatian Reza. Dan masih menyembunyikannya di balik biskuit.
"Ini enak loh, rumput laut sayang. Boleh ya?" pinta Tasya
"Mana lihat" Reza mengambil snack ditangan Tasya
Tasya memelas
"Ya sudah ambil satu" ucapnya
'Yes, sudah banyak snack' batin Tasya senang
"Mau beli apa lagi sayang?" tanya Reza
"Sudah sayang. Ini sudah banyak." ucap Tasya
'bukan banyak lagi, ini mah bisa buat buka warung' batin Reza
Mereka berjalan menuju kasir.
"Aku saja yang bayar A" Tasya masih mendorong troleynya
__ADS_1
'Kalau Aa yang bayar nanti ketahuan kan snack yang aku ambil' batin Tasya
"Capek enggak?" tanya Reza
"Tidak. Aku kan kuat"
"Mana uangnya?" pinta Tasya
Reza memberikan kartu kepadanya.
Setelah selesai membayar, Reza membawa lima kantong besar belanjaan mereka ke bagasi mobil.
"Nanti di pisah sayang, sebagian biar di simpan di kantor, sebagian lagi simpan di rumah ya sayang" pinta Tasya yang sudah duduk manis di dalam mobil
"Aa pisah sekarang ya, biar gak repot nanti" ucap Reza
Reza sibuk membongkar belanjaan mereka.
"Tasya Fadilla" Panggil Reza
Tasya menengok ke belakang, Reza mengacungkan beberap snack yang di ambil Tasya. Dia melotot ke arah Tasya.
'Yah, lupa. Hiiksss perjuanganku sia-sia' batin Tasya
Tasya keluar dari mobil menghampiri Reza
"Sayang, kata dokter harus melakukan hal yang disukai kan" Tasya bergelayut manja di lengan Reza
"Hal yang di sukai bukan makanan yang aneh-aneh" ucap Reza
"Ya sudah, aku sebal sama Aa! Apa saja tidak boleh! Aku mogok makan sekalian!" ancam Tasya
Reza terdiam. Dia tersudutkan sekarang.
"Sayang, lihat snack yang kamu ambil sebanyak apa?" Tanya Reza
Tasya diam. Dia mulai kesal pada suaminya. Reza menghela nafas panjang.
"Ya sudah. Kamu boleh makan setengahnya dari snack-snack ini. Deal?" tawar Reza
"Benar? " Tasya senang
" Iya. Nanti setengahnya lagi kamu kasih anak kantor" ucap Reza
"Terima kasih sayang" Tasya bergelayut manja kembali
"Aa gak mau?" tanya Tasya
"Tidak."
Tasya sudah hafal, suaminya tidak terlalu banyak makan. Tasya ikut memilih snack yang akan dia inginkan
'Sekarang dia bingung lagi mau pilih snack yang mana' batin Reza
"Sudah pilihnya?" tanya Reza
"Belum sayang. Sebentar. Aku ingin semua A" rengek Tasya
"Tadi sudah deal. Tidak ada tawar menawar lagi!" tegas Reza
'Kasihan kamu nak, mami jejali micin sejak dini sama kamu' batin Reza
"Sudah semua ya, dua kantong ini buat di kantor. Sisanya bawa ke rumah takutnya nanti kamu lapar malam-malam." ucap Reza
'Padahal stok di rumah masih banyak' batin Reza
__ADS_1
"Iya. Terima kasih A" Tasya mengecup pipi suaminya