
"Assalamualaikum" ucap Reza yang baru tiba di kantor.
"Loh? A Reza kok sudah datang? Terus pengiriman ke supermarket bagaimana?" tanya Tasya
"Apa itu A?" Tasya melihat tangan Reza membawa kantong plastik
"Aa harus jawab yang mana dulu Sayang?" ucapnya
Lala tersenyum melihat mereka
"Pak Reza sama ibu selalu buat iri. Please di kondisikan. Jiwa jombloku meronta-ronta kalau melihat Bapak ibu mesra terus" protes Lala
"Haha.. Maaf La, mau saya jodohkan sama si Agus?" tanya Reza
"Idih.. Pak Reza, si Agus anak gudang yang genit itu?" tanya Lala sambil begidig
"Haha.. Iya La, dulu bu Tasya juga digodain." kenang Reza
Tasya hanya tertawa melihat mereka sambil membuka plastik yang dibawa Reza
"Iya La, saya malah di bilang adik Pak Reza." Tasya cekikikan
"Senang kamu mam, digoda anak gudang juga" ucap Reza
"ini La" Tasya menyodorkan nasi kotak yang dibawa Reza
"Alhamdulillah dapat jatah lagi. Ibu yang hamil, saya yang kebagian rezeki. Terima kasih Ibu Bapak Reza" Lala tersenyum senang.
"Nanti potong gaji ya La" ucap Reza ringan
Lala menekuk bibirnya.
"Kalau Aa gak cepat-cepat datang, kamu pasti sudah beli makan sembarangan. Untung saja Aa tiba tepat waktu" ucap Reza sambil membuka nasi kotaknya.
"Terus bagaimana pengiriman?" tanya Tasya
"Sudah tenang. Kamu juga tadi hubungi Pak Bambang kan?" tanya Reza
Tasya mengangguk sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
***
Sore Hari
"Mual sekali" gumam Tasya sambil menghirup kayu putihnya
"Ibu gak apa-apa?" tanya Lala
"Gak apa-apa. Sudah biasa mual begini kan" jawab Tasya
"La, cari buah yuk? Dimana ya yang ada buah mangga di bentuk kaya bunga-bunga begitu La." tanya Tasya
"Sore begini biasanya di taman kota masih ada yang jualan bu" jawab Lala
"Mau kesana gak La? Sudah waktunya kita pulang kerja juga" ajak Tasya
"Pak Reza gimana bu? Lala takut Pak Reza marah bu." tolak Lala
"Oh iya, bisa kena omel aku. Aku telepon dulu ya La" ucap Tasya sambil mengambil ponselnya di meja.
"Assalamualaikum A, dimana?" sapa Tasya saat telepon terhubung
__ADS_1
"Waalaikumsalam, sebentar lagi Aa jemput ya. Sabar ya" ucap Reza
"Aku pulang sama Lala saja ya sayang? Boleh kan? Tapi mau mampir cari mangga dulu" Tasya memohon
"Nanti Aa belikan sayang. Mangga muda atau yang manis?" tanya Reza
"Mangga yang di abang-abang itu loh A. Yang mengkel terus di bentuk kayak bunga gitu." ucap Reza
"Yang gimana itu Sya?" tanya Reza
"Aa gak bakal tahu, aku cari sendiri ya sayang. Boleh ya A" Tasya merayunya
"Ya sudah hati-hati kalau begitu. Nanti hubungi Aa." pinta Reza
Tasya menyudahi obrolan mereka.
"Yes, boleh. Yuk La" ajak Tasya
"Eh kamu gak ada jadwal kuliah La?" tanya Tasya kemudian.
"Gak ada Bu hari ini. Ayo bu, siapa tahu aku bisa cari jodoh disana. Hihi" Lala bersemangat.
Lala, tim manajemen di CV. Petani Maju milik Pak Danu. Dia masih kuliah kelas karyawan. Tapi Reza dan Tasya merekrutnya karena Lala memiliki kemampuan yang lebih dari pada yang lain.
***
"Aduh taman kota mengingatkan" Tasya tersenyum
"Kenapa bu? Awal bertemu pak Reza ya?" tanya Lala
"La, umur kita gak beda jauh. Please di luar kantor jangan manggil ibu ya. Aku malu La. Dikiranya aku ibu-ibu" protes Tasya
"Iya sih, tapi jangan dong. Malu La. Teteh saja ya" pinta Tasya
Setibanya disana mereka berjalan memasuki taman kota.
"Waktu aku kesini gak lihat tukang jualan La. Memang sebelah mana?" tanya Tasya
"iih masa sih bu? Disini kan terkenal jajanannya bu. Dekat dengan lapangan yang suka dipakai futsal itu loh bu" jelas Lala
"La, please.. Teteh saja La" pinta Tasya
"Haha.. Iya teh. Maaf lupa" ucap Lala
"Waktu aku kesini kok kayaknya beda ya La" ucap Tasya
"Memang kapan Teh?" tanya Lala
"Beberapa bulan yang lalu" Tasya tersenyum
"Sudah nikah sama Pak Reza dong teh?" tanya Lala
"Sudah." ucapnya
"Tu disana teh" Tasya menunjuk ke arah depan.
Mereka berjalan mendekati kumpulan pedagang yang menjajakan dagangannya disana. Banyak gerobak jualan. Mulai dari makanan ringan sampai makanan berat.
"Bang, aku mau mangga itu dong" ucap Tasya senang begitu mereka sampai di penjual mangga
"Siap Mbak" ucapnya.
__ADS_1
Dengan cekatan dia membentuk mangga tersebut.
"lima ya bang" ucap Tasya kemudian
"Teh, gak salah? Jangan banyak-banyak teh, nanti sakit perut. Aduh Lala takut dimarahi Pak Reza" Lala cemas
"Sudah tenang saja. Buat di rumah ini La. Gak akan aku habiskan semua" ucap Tasya
"Aku kesana dulu ya teh , mau beli cilok" ucap Lala
"La, aku mau. Ni pakai ini saja" Tasya menyodorkan uang kepada Lala
"Ini ada teh" Tolak Lala
"Sudah. Pakai ini" Tasya tetap memberikan uangnya.
Akhirnya Lala memakai uang Tasya untuk membeli cilok.
"Duduk disana yuk La" ajak Tasya pada Lala yang menunjuk ke sebuah kursi depan lapangan.
"Ayo Teh".
***
"Teh, Teteh kenal Pak Reza dimana?" tanya Lala disela-sela makan ciloknya
"Haha.. Kenapa memang La?" tanya Tasya yang juga asyik memakan buah mangga
"Aku ingin kayak teteh. Haha.. Habis lihatnya bikin iri. Cocok sekali teteh sama Pak Reza. Pas pertama interview sama Pak Reza, aku lihat Pak Reza ya ampun bikin meleleh. Eh begitu tahu teteh istrinya, tiba-tiba saja aku ngefans saja sama teteh dan pak Reza" Lala cerewet
"Teteh cantik banget, Pak Reza juga cakep luar biasa. Mudah-mudahan anaknya laki-laki terus jadi jodohku. Haha" Lala menghayal
Mereka tertawa bersama
"Kamu berlebihan La. Tak seindah yang kau bayangkan La. Berliku sekali hubungan kita" kenang Tasya
"Masa sih teh? Berliku dari mana, romantis setiap hari." ucap Lala
"Ya Tuhan, sisakan lelaki seperti Pak Reza untukku" Lala mengadahkan tangannya seraya berdoa
"Haha.. Berlebihan kamu La" ucap Tasya.
"Makanya cerita dong teh, aku kan penasaran" pinta Lala
"Kamu mau tahu bagian mana La? Duh kayak lagi di interview media nih. Haha" Tasya tertawa
"Teteh sama Pak Reza ketemu dimana? Berapa lama pacaran? Terus siapa yang suka duluan? Ya gitu-gitu sih Teh. Duh asli aku penasaran sekali. Hehe.. Maaf ya teh" ucap Lala
"Ketemu pertama kali di jalan. Aku nabrak mobilnya dari belakang. Eh ternyata dia anaknya sahabat ayahku. Terus.. Kita di jodohin" jelas Taysa
"Serius di jodohin teh?" Lala penasaran
"Iya." Tasya mengambil ciloknya
"Tapi teteh suka kan lihat A Reza yang mempesona" goda Lala
"Haha.. Enggak lah. A Reza galak banget pas aku nambrak mobilnya itu. Aku di maki-maki sama dia. Pas di jodohin juga sama. Ih sebal deh sama A Reza awalnya." kenang Tasya
"Terus terus? Lala makin penasaran
Tiba-tiba seseorang berteriak sambil. Melambaikan tangan ke arah mereka..
__ADS_1