BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Selamat Tinggal Tasya


__ADS_3

Keenan membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dia memejamkan matanya, sambil melipat kedua tangannya sebagai bantalan kepalanya. Beberapa hari ini dia nampak murung.


"Benar katamu La" gumamnya


"Masa iya aku jadi perebut istri orang" ucapnya lagi


"Lagian Tasya juga gak bergeming, melirikku saja tidak." Keenan seolah mencurahkan isi hatinya sendiri


"Semoga rasa ini cepat pudar, apa aku harus minta bantuan si Lala" Keenan nampak menimang, dia tak punya lagi rahasia di depan Lala setelah Lala menebaknya secara terang-terangan waktu itu.


Keenan mengingat Tasya yang begitu perhatiannya pada suaminya. Membayangkan saat Tasya memilih kemeja untuk Reza, membayangkan saat Tasya mengelus pipi Reza. Bahkan saat Reza sakit, Tasya tampak sangat mengkhawatirkannya.


"Kenapa aku bodoh begini. Jelas-jelas dia cinta sama suaminya. Kenapa aku meragukannya" Keenan tak henti bicara


Dia membuka ponselnya. Seperti biasa, dia membuat catatan pada ponselnya


'Aku harus memadamkan rasaku sendiri, sebelum rasa ini benar-benar membakarku'


- only.ambu -


"Selamat tinggal Tasya" gumamnya sambil memegang dadanya. Dia tersenyum getir.


***


"Assalamualaikum" ucap Reza yang di susul Tasya di belakangnya.


"Waalaikumsalam" balas Keenan dan Lala yang telah duduk di meja mereka


Reza masuk ke dalam ruangannya semantara Tasya langsung berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai, Tasya bercermin disana.


"Apa aku gemukan ya?" gumamnya. Dia mendekatkan wajahnya depan cermin. Di tatapnya lekat-lekat wajah cantiknya itu


"Ya Tuhan.. Cantiknya gak akan pudar bu. Jangan di pandangi terus. Aku kira ibu sedang apa di toilet" ucap Lala yang menghapirinya


"Hehe kamu bisa saja La. La, aku kok merasa gemukan ya? Padahal makan biasa saja" ucap Tasya


"Kalau menurutku tidak bu" Lala memperhatikannya


"gak apa-apa bu, Pak Reza pasti tetap cinta kok" ucapnya kemudian


"Apa sih La. Hehe. Aku duluan ya" Tasya kemudian duduk di mejanya.


Setelah beberapa lama, Reza keluar dari ruangannya


"Mau kemana A?" tanya Tasya


"Ke gudang" ucapnya singkat sambil berjalan keluar dari kantor


"A Reza jawabnya singkat begitu. Perasaan menyebalkan sekali dia!" Tasya bersungut kesal


***


"Bu, aku sama Keenan mau makan siang. Ibu mau ikut kami tidak?" tanya Lala menghampiri Tasya


"Tidak La. Aku lagi malas makan." ucap Tasya


"La, akhir-akhir ini Keenan nempel sekali sama kamu. Ciee.. Sebentar lagi pacaran nih" Goda Tasya


"Ih ibu, aku sama dia teman berbagi cerita saja, sudah ya bu, aku makan dulu kalau begitu" ucap Lala sambil berlalu


"Semoga saja mereka jodoh" ucap Tasya


"Jodoh siapa?" ucap Reza menghampiri


"Apa sih A Reza!" ucap Tasya kesal


"Ayo makan Sya" ajak Reza


"Enggak. Makan saja sendiri"


"Kamu kenapa? Kok marah sama Aa" Reza heran

__ADS_1


Tasya diam


"Kamu menstruasi?" tanyanya lagi


"Enggak. Siapa yang menstruasi." ucapnya datar


'Eh, ini tanggal berapa ya. Rasanya sudah lama sekali aku tidak menstruasi' batin Tasya


"Kamu kenapa Sya?" tanya Reza


Tasya tak mempedulikannya, dia membuka tanggal di ponselnya.


"A Reza, aku harusnya menstruasi satu, dua, lima, delapan, tiga belas. Ya ampun tiga belas hari yang lalu. Berarti telat dua mingguan" tiba-tiba Tasya bersemangat. Mereka saling pandang.


"Mau beli tespek sekarang?" tanya Reza


"Iya"


"Ya sudah tunggu, biar Aa ke apotek dulu" ucapnya


***


Lala dan Keenan baru tiba di kantor setelah makan siang.


"Bu, aku belikan ini buat ibu" Lala memberikan jus strawberry pada Tasya


"Terima kasih La." ucapnya senang


"Ibu tidak makan?" tanya Lala


"Tidak La"


Tidak lama kemudian Reza datang membawa plastik putih.


"ni sayang" ucapnya


"Bapak, di kantor Pak" Lala yang masih bersama Tasya protes mendengarnya


"Sebentar ya La" Tasya keluar dari mejanya, Reza mengikutinya di belakang


"Ini pasangan kenapa sih?" Lala heran melihat mereka berdua


Begitu sampai di toilet


"Loh, Aa kenapa ikut?" tanya Tasya yang tidak sadar kalau Reza mengikutinya


"Aa penasaran" ucapnya


"Ayo cepat" pintanya seraya masuk ke dalam toilet


"Pakai apa?" Tasya celingukan mencari sesuatu


"Apanya?" Reza tak faham


"Nampungnya" Tasya masih menyisir sekitar toilet


"Nampung apa sih sayang?" Reza makin tak mengerti


"Urinnya lah. Ih Aa mah bikin kesal!" Tasya meninggikan suaranya


"Oh itu, sebentar" Ucapnya sambil bergegas keluar dari kamar mandi


Reza keluar ruangan sambil melihat-lihat benda yang dicarinya.


"Bapak cari apa sih Pak?" tanya Lala


"Enggak" ucapnya


Kini tak hanya Lala, Keenan pun ikut memperhatikan tingkah laku Reza.


"Oh pakai ini" Reza mengambil sebuah cup air mineral dan membawanya ke kamar mandi

__ADS_1


"Kenapa mereka La?" tanya Keenan


"Enggak tahu, dari tadi keduanya kayak begitu" Lala mengangkat bahunya


Reza membuang air mineral ke dalam wastafel kemudian membersihkan sisa-sisa airnya.


"Ini sudah" memberikan cup tersebut kepada Tasya


Tasya masuk ke dalam kamar mandi.


"Sya, Aa lihat. Cepat" Reza tak sabar


"Tasya membawa cup berisi urin dan menyimpannya di atas wastafel.


"Aa gak jijik?" tanya Tasya heran


"Enggak. Kenapa jijik?"


"itu kan urin aku"


"Kentut baumu saja Aa biasa saja" ucapnya


Tasya tertawa mendengarnya


Tasya mencelupkan tespek kedalam urinnya. Keduanya memperhatikan dengan seksama. Nampak sebuah garis tebal terukir pada tespek tersebut. Disusul dengan garis tipis yang nampak lebih samar.


"Sya.." Reza meloncat kemudian berhambur memeluk istrinya


"A Reza, kita.. " matanya berkaca-kaca tak menyangka


"Alhamdulillah.. Ya Allah.. Sya.. Sayang.. Sayang.. Aku.." Reza menghujani Tasya dengan kecupan


"A Reza ih aku susah nafas" Tasya yang terharu menjadi kesal dibuatnya


"Pantas saja mami akhir-akhir ini menyebalkan. Ternyata, ada sayangnya papi disini" Reza mengelus perut datar Tasya


"Apa? Menyebalkan?" Tasya menekan kalimatnya


"Enggak sayang, maksudnya.. Maksud Aa, kamu kok beda gak seperti biasanya" ucapnya ketakutan


"Aa yang menyebalkan!" Tasya berlalu meninggalkannya


"Loh, Sya.. Tunggu.. Eh ini bagaimana" Reza kebingungan. Kemudian membuang urin Tasya dan memasukan tespek tadi ke dalam plastik. Reza membawa tespek tersebut keluar dari toilet.


"Sya, sayang, jangan marah dong Sya" Reza seakan lupa bahwa mereka sedang di kantor. Dua pasang mata memperhatikan sikap kedua atasannya.


'Ini mereka lagi main drama atau kenapa sih?' batin Lala


"Ehm.." Lala berdehem keras


"Tuh, Aa sampai lupa kita dimana. Maaf ya sayang" ucapnya sambil berbisik


Tasya yang kesal merasa lucu dengan sikap Reza


"Aa sih menyebalkan!" Tasya tak kalah berbisik


"Iya, maaf ya, Aa menyebalkan. Maaf ya sayangku, papi menyebalkan terus" Reza mengusap pelan perut Tasya seraya menunduk


Dua pasang mata masih memperhatikan mereka. Nampak tak percaya melihat kelakuan Reza yang tak seperti biasanya.


"Sini yuk, ke ruangan Papi. Papi ingin meluk anak papi."


Tasya mendelik ke arahnya


"Maksudnya mami sama anak papi. Dua kesayangan papi"


'Bisa mati kalau salah ngomong lagi' batin Reza


*** Yeay! Akhirnya dua garis lagi. Yang mau mengucapkan selamat pada mereka, boleh dibantu dengan memberikan VOTEnya. Hehe masih berharap ya.. Boleh kan ^^


Jangan lupa LIKE dan KOMENTARNYA teman readers ^^ ***

__ADS_1


__ADS_2