
Tiga hari berlalu, kini Tasya sedang menjalani pemotretan produk barunya di sebuah studio foto ternama. Dia nampak sangat antusias.
Reza dan Tasya duduk berdampingan melihat sang fotografer memotret produk mereka berulang-ulang.
"Siapkan budget untuk iklan di media sosial Mam" ucap Reza
"Mau pasang iklan dimana saja memang?" tanya Tasya
"Seluruh media sosial saja sekalian. Biar tidak tanggung. Kita lihat bagaimana responnya." ucap Reza
"Terutama di aplikasi gambar dan video itu. Harus lebih banyak menarik mereka." ucap Reza
"Target kita menengah ke atas untuk produk ini. Kita pakai sayuran grade A" tambahnya lagi
Tasya memperhatikan suaminya dengan rasa takjub. Reza begitu pandai dan sangat menguasai bidang ini.
"Kenapa?" tanya Reza saat mendapati istrinya memperhatikannya.
"Enggak" jawabnya cepat
"Kenapa? Terpesona sama Aa" tanyanya seraya berbisik
"Iya. Suamiku ganteng, pintar, bisa diandalkan lagi" ucap Tasya balas berbisik
Reza tertawa senang kemudian menutup mulutnya saat beberapa pasang mata melihat ke arahnya.
"Tunggu nanti malan sayang" ucap Reza
Tasya hanya tersipu malu mendengarnya.
'Aku menunggumu sayang' batin Tasya menginginkannya.
Reza kini tengah fokus memperhatikan hasil dari pemotretan tadi. Dia dan Tasya nampak memilih gambar dari layar laptop.
"Bagus semua. Aku bingung" ucap Tasya yang membuat sang fotografer tersenyum senang.
Reza nampak terdiam. Dia memilih beberapa foto karena Tasya menyerahkan kepadanya.
"Papi juga dapat gaji ya, karena kerja sama Mami" canda Reza
"Katanya nanti malam sayang" goda Tasya
"Pulang sekarang yuk" ajak Reza
Tasya hanya tertawa.
"Nanti, biar spesial" ucap Tasya
"Pakai telor?" tanya Reza
"Pakai..hmm.. Lihat saja nanti" ucapnya
"Sudah A. Nanti terdengar yang lain gak enak" ucap Tasya.
Sang fotografer mendekat ke arah mereka.
"Ibu mau maternity fotoshoot?" tanya sang fotografer
"Hehe.. Tidak Mas. Aku malu" ucapnya
"Ibu sama Bapak serasi sekali. Pasti hasilnya bagus." tambahnya.
Reza nampak antusias.
"Mau sayang?" tanya Reza
"Enggak" Tasya menggeleng
"Belum mau dia mas" ucap Reza sambil tersenyum
"Boleh saya ambil foto ibu. Satu saja bu" pinta sang fotografer yang merasa tertarik dengan Tasya
"Wah, jangan Mas. Saya yang cemburu" ucap Reza tak rela.
"Hehe.. Maaf Pak" sang fotografer tersenyum kikuk saat Reza menolaknya.
__ADS_1
Setelah selesai, mereka meninggalkan studio foto tersebut.
"Panas sekali" ucap Tasya seraya masuk ke dalam mobil
Reza segera menyalakan mesin mobilnya dan melesat menyusuri jalanan menuju kantor mereka. Tak butuh waktu lama untuk mereka tiba di kantor.
"Bagaimana Bu?" tanya Lala
"Dua tiga hari lagi La" ucap Tasya
"Lama juga ya Bu" ucap Lala
***
Reza meneruskan pekerjaannya. Dia merasa kepalanya sangat berat. Reza membaringkan tubuhnya di sofa kemudian menghubungi sang istri.
"Papi sakit kepala Mam" ucap Reza tanpa basa basi
Tasya menghampiri Agus.
"Mas Agus"
"Iya Bu" Agus langsung menyahutnya
"Bisa minta tolong belikan obat sakit kepala untuk Pak Reza" pinta Tasya
"Bisa Bu" ucapnya
Tasya menyerahkan uang pada Agus.
"Nanti langsung ke ruangannya saja ya" pinta Tasya
Tasya segera pamit pada Lala untuk pergi ke ruangan Reza. Dia melewati Izam dan Rosa yang sedang berbincang.
Tasya membuka pintu.
"Papi" ucapnya seraya mendekat
Reza sedang memejamkan matanya seraya memijit keningnya sendiri.
"Sini biar aku pijat. Nanti minum obat sayang, aku nyuruh Agus buat beli obat." ucap Tasya
Tasya segera memesan makanan melalui G-Food untuk makan siang mereka berdua. Keduanya tak banyak bicara.
"Sehat ya Papi, jangan sakit. Nanti Mami sama Dedek sedih" ucap Tasya dengan suara pelan
"Iya. Papi cuma sakit kepala saja sayang." Reza menyahutnya pelan.
"Nanti setelah baikan kita pulang saja ya. Istirahat dirumah" ucap Tasya
"Iya" ucap Reza singkat
Tak lama, Agus datang membawa obat yang diminta. Reza segera duduk hendak minum obat.
"Makan dulu. Kita kan belum makan siang" ucap Tasya
"Aku sudah pesan G-Food. Sabar ya sayang" ucapnya
Reza menyandarkan kepalanya di bahu sang istri.
Tok..tok..tok..
Tasya hendak membuka pintu tapi Reza menahannya. Rosa masuk ke dalam ruangan.
"Ibu pesan G-Food?" tanya Rosa dengan wajah tak suka saat melihat Reza bersandar di bahunya
"Iya. Sebentar" ucap Tasya
"Tolong ambilkan Ros." pinta Reza masih dengan posisinya
"Baik Pak" ucap Rosa.
"Pap, aku ambil uangnya dulu." pinta Tasya hendak beranjak.
Reza dengan segera mengeluarkan dompetnya kemudian memberikan uang pada Rosa. Rosa segera keluar ruangan mereka.
__ADS_1
'Enak sekali kantor rasa rumah. Pakai nyuruh segala. Memang aku pembantunya apa!' batin Rosa
"Minum sayang" Tasya memberikan air putih pada Reza
Tak lama, Rosa datang membawa makanan mereka.
"Terima kasih" Tasya tersenyum senang. Dan Rosa segera berlalu
"Suapin" pintanya
"Tadi gak apa-apa sayang. Sekarang tiba-tiba begini" gumam Tasya mulai menyendokan makanan ke mulut Reza.
Mereka tak banyak bicara. Setelah selesai, Tasya segera memberikan obat pada suaminya.
"Jangan dulu tiduran. Baru beres makan." larang Tasya saat melihat Reza hendak merebahkan badannya.
"Aku tinggal gak apa-apa?" tanya Tasya
"Iya. Jangan lama-lama" pinta Reza
"Iya. Aku ambil tas sayang. Biar nanti gak perlu bolak balik ya" ucap Tasya
Tasya berlalu, Reza segera merebahkan dirinya.
***
"Kenapa Pak Reza, Bu?" tanya Lala
"Sakit kepala La" ucap Tasya
"La, apa kamu nyaman sendirian disini?" tanya Tasya
"Kenapa memangnya bu?"
"Kalau kamu gak nyaman, kamu mau bareng sama Izam dan Rosa?" tanya Tasya
"Aku gak dekat sama mereka Bu" ucap Lala
"Jadi mau gak? Aku gak maksa kalau kamu gak mau. Kenyamanan kamu, prioritasku" ucap Tasya
"Aku terharuuuu ibuu" Lala tersenyum senang.
"Jadi kita pindah kesana lagi maksud ibu?" tanya Lala kemudian
"Kalau kamu mau, boleh." ucap Tasya
"Rosa sepertinya menyebalkan Bu" ucap Lala
"Memang. Eh" Tasya menutup mulutnya
Mereka bergosip ria mengenai Rosa. Tasya menjelaskan semuanya pada Lala.
"Kenapa sih Pak Reza gak pecat saja dia" Lala emosi
"Kerjanya bagus La. Jadi gak ada alasan buat mengeluarkan dia. Kita harus profesional" Tasya memberi alasan
"Komporin saja Bu. Bila perlu kecup Pak Reza depan dia" ucap Lala menggebu-gebu.
"Haha.. Mes*m dong La." Tasya tertawa
"Habis, dia gak tahu diri. Masa terang-terangan mau nikung" ucap Lala
"Gak ada akhlak" tambahnya kemudian
"La, ya ampun.. " seketika Tasya teringat Reza
"Apa Bu?" Lala heran
"A Reza nyuruh jangan lama-lama. Aduh bisa marah dia. Aku lupa malah ngobrol sama kamu" ucap Tasya seraya membereskan barang miliknya.
"Aku pulang ya. Assalamualaikum." ucap Tasya
Tasya segera masuk ke ruangan suaminya. Disana Reza nampak duduk sambil melipat tangannya.
"Kemana saja sih Kamu!" ucapnya dengan nada ketus.
__ADS_1
*****Hallo teman Readers, ada yang bosan dengan Mami dan Papi? Semoga masih pada betah yaaa..
Teeima kasih buat teman semua untuk komentar postifinya. Buat aku lebih semangat. Oya, seperti biasa tolong bantu VOTE, LIKE dan KOMENTARNYA yaaa.. Terima kasih* ^^ **