BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Hamil Lagi?


__ADS_3

"Jangan marah ya sayang, kan kita baru saja mendapat kebahagiaan" bujuk Reza


'Ini atasanku kenapa sih? Pak Reza ya ampun segitu takutnya sama bu Tasya. Ckckck' batin Lala yang malah fokus pada Reza dan Tasya


"Ya sudah Aa sana masuk ruangan" ketus Tasya


"Kita ke dokter Felly saja yuk? Biar jelas sayang" ajak Reza


Tasya terdiam


"Sayang, kan kalau sudah jelas kita bisa kasih tahu Papa, Ayah, Ibu, Rasya" bujuk Reza


"Ya sudah lihat jadwalnya sama Aa" pinta Tasya yang melunak


"Yuk sini" ajak Reza sambil menuntun Tasya ke ruangannya. Tasya hanya patuh mengekor suaminya.


"Tiap hari di suguhi kayak begini bisa gila aku Keen" ucap Lala pada Keenan


"Makanya cari pacar sana!" ucap Keenan


"Atau pacar kamu, mas-mas anak gudang itu?" goda Keenan


"Sembarangan kamu kalau bicara!" Lala ketus


***


"Sini sayang" Reza duduk di sofa kemudian merangkul Tasya untuk duduk di pangkuannya


Reza mengelus lembut perut Tasya kemudian melihat jadwal dokter kandungan di ponselnya.


"Dokter Felly ada hari ini sayang, jam.. Lima" ucap Reza


"Bagaimana?" tanyanya


"Daftar online saja dulu" Tasya melunak


"O iya, Aa gak kepikiran kesana." ucapnya


Reza kemudian melakukan pendaftaran. Tasya memperhatikannya dengan seksama.


'Gantengnya aku.. Ganteng banget suamiku.. Nak, kalau kamu cowok mudah-mudahan mirip Papi banget ya..' batinnya. Tiba-tiba Tasya tersenyum tipis


"Kenapa sayang?" Reza melihat senyumannya


"Enggak. Cuma senang saja kalau hamil lagi" bohongnya


Reza mengecup bibir istrinya berkali-kali dengan lembut.


"Kuat ya sayang. Mami sama baby sehat selalu. Papi akan jaga kalian dengan seluruh jiwa raga" ucapnya


"Berlebihan sekali A Reza" Tasya tersenyum senang


"Kok berlebihan? Iya dong. Mami sendirian saja papi jaga. Apalagi mami sama baby" ucapnya


"Sudah ah, nanti yang lain curiga" Tasya hendak keluar ruangan


"Dari tadi kita jadi pusat perhatian mereka. Sudah biarkan. Kamu disini saja. Gak boleh capek-capek" pinta Reza


"Emang iya? Mereka merhatiin kita?" tanya Tasya


"Iya, apalagi si Lala. Rasa keingintahuannya itu kan tinggi sekali"


"Hehe..biarkan saja mereka menebak-nebak dulu." Tasya menyeringai

__ADS_1


"Nakal ya kalian. Mami sama baby mau usil ya" ucap Reza seraya memeluk istrinya.


"Sudah sana kerja lagi" ucap Tasya


"sebentar lagi. Masih ingin peluk-peluk kesayangan papi" ucapnya


Setelah beberapa lama, Tasya merebahkan tubuhnya di sofa, dia tertidur dengan pulas. Sementara Reza sibuk dengan laptop dihadapannya.


Reza melirik jam yang tergantung di ruangannya. Dia segera bangkit untuk membangunkan sang istri.


"Sayang, ayo kita cek baby kita" Reza menepuk pelan pipi Tasya.


"Mam, mami..mami Tasya" panggilmya lagi


Tasya menggeliat. Dia memicingkan matanya kemudian segera duduk


"Minum dulu sayang" ucap Reza sambil memberikan gelas padanya


"Cuci muka terus kita jalan sayang" ajaknya lagi


Tasya keluar ruangan. Dia masuk ke dalam toilet, disana Lala sedang berdandan hendak pulang.


"La, aku kira sudah pulang" ucap Tasya


"Ibu, dari tadi ibu asyik di ruangan bapak. Ayo sedang apa bu?" goda Lala


"Aku ketiduran La" ucapnya jujur


"Masa sih bu?" Lala tak percaya


"Iya. Ini aku baru bangun" ucapnya


'Iya bu, ibu mah bosnya. Mau apa saja bebas' batin Lala


***


"Sayang, beli buah yuk? Aku ingin buah potong" ucap Tasya tiba-tiba


"Hmm.. Ini anak papi pasti yang minta, mami mah jarang minta beli buah kalau gak papi paksa" ucap Reza yang sedang menyetir dengan satu tangan memegang perut Tasya


Mereka turun ke toko buah. Tasya memilih-milih buah yang dia inginkan. Sementara Reza mengedarkan pandangannya. Dia tertuju pada buah semangka.


Begitu memegang buah semangka, seseorang tanpa sengaja memegang tangannya di buah yang sama.


"Ops.. Maaf" ucapnya seraya menarik tangannya dari tangan Reza


"Iya tidak apa-apa mbak" ucap Reza tanpa menatapnya


Si pemilik tangan merasa terhipnotis oleh Reza.


'Ayo menghindar, ibu negara ngamuk kalau tahu ada yang menggoda' batin Reza sudah panik terlebih dahulu


Begitu berbalik si pemilik tangan tersebut memanggilnya kembali.


"Mas kenapa tidak jadi?" ucapnya.


Reza melihat ke arahnya, kini dia salah tingkah.


'Sialan, aku pikir dia perempuan betulan. Gak tahunya manusia bertulang lunak' umpat Reza dalam hati


"Hehe.. Tidak apa-apa. Saya permisi" Reza gelagapan


Segera dia mencari Tasya yang sedang asyik memilih kotak strawberry.

__ADS_1


"Dari mana sih A!" Tasya kesal


"Cari buah semangka, rasanya Aa ingin makan semangka. Sayang, coba pilih sama kamu." pinta Reza


"Loh, kenapa tidak pilih sendiri?" Tasya heran


"Kamu saja yang pilih" pinta Reza


Tasya segera mengambil kotak strawberry dan memasukkan ke keranjang belanjaannya. Mereka berjalan ke tempat semangka tadi.


'Untung dia sudah pergi' Reza begidik ngeri.


Mereka membeli berbagai macam buah untuk stok di rumah. Setelah selesai, mobil pun melaju ke rumah sakit.


Reza dan Tasya telah duduk menunggu panggilan untuk bertemu dengan dokter Felly.


"Aku malah takut A" ucap Tasya


"Santai sayang" hibur Reza


Setelah menunggu beberapa lama, kini nama Tasya di panggil. Mereka segera masuk ke dalam ruangan.


"Silahkan duduk" ujar dokter Felly


"Ini bulan ke.."


"Dok, kami periksa ulang. Yang kemarin istriku keguguran" potong Reza segera


"Keguguran?" tanya dokter tersebut


Reza menceritakan kronologis saat Tasya keguguran tempo lalu.


"Ayo sekarang kita cek"


Seperti biasa dokter memutar transducer untuk melihat rahim Tasya.


"Oh iya, ini sudah ada lagi kantungnya" ucap dokter tersebut.


"Jadi betul hamil lagi istri saya dok?" tanya Reza memastikan


"Iya Pak" ucapnya sambil tersenyum


"Alhamdulillah.." Reza mengelus puncak kepala Tasya


"Dok, saya malah takut seperti kemarin lagi" ucap Tasya begitu selesai merapihkan bajunya


"Hal yang wajar kalau ibu ada rasa takut kejadian kemarin terulang kembali, tapi tingkat terulangnya lebih kecil, hanya sekitar empat belas persen. Kekhawatiran yang berlebih justru membuat ibu lebih stres."


"Intinya ibu nikmati saja, lakukan hal yang menyenangkan agar bisa sedikit melepaskan kekhawatiran ibu, supaya tidak stres juga"


"Disini bapak harus lebih berperan, kenapa? Karena dukungan dari pasangan biasanya lebih menenangkan. Ibu biasanya lebih sensitif lagi, nah tugas berat bapak yang harus membuatnya merasa nyaman"


"Jaga juga asupan nutrisi, supaya resiko akan keguguran menjadi lebih kecil dan lakukan pemeriksaan secara rutin" tutur dokter tersebut dengan panjang lebar.


"Periksa rutin berapa lama dok? Seminggu sekali? Atau bagaimana?" tanya Reza polos


"Sebulan sekali saja cukup Pak, bila ibu tidak ada keluhan" jawabnya tegas.


Setelah mendapatkan informasi daei dokter, keduanya keluar ruangan dengan hati yang senang.


Reza beberapa kali mengecup kepala Tasya saat mereka menunggu vitamin yang di resepkan dokter.


"Sya, i love you" bisiknya berulang kali

__ADS_1


__ADS_2