BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Di Kamar Berdua


__ADS_3

****Hallo Readers, tolong dibantu like dan komentarnya ya.. Aku lagi semangat nulis nih. Dibikin baper sama Reza 😊


Selamat Membaca** ^^


Menjelang maghrib acara pun usai. Semua orang bahagia. Reza dan Tasya tak banyak bicara. Seharian mereka sibuk menyalami dan tersenyum kepada tamu undangan.


"Duh.. Pegaal.." Tasya duduk di singgasananya.


"Banyak banget yang datang Sya. Ayah mengundang berapa orang?" tanya Reza


"Gak tahu a" jawab Tasya sambil membuka heels tingginya.


"Capek ya?" tanya ibu mendekat


"Sudah sana ajak suamimu ke kamar" ucap ibu seraya berlalu karena di panggil saudaranya


Tasya melirik kearah Reza seolah baru sadar.


"Kenapa?" Tanya Reza heran


'Dia? Suamiku? Tuhaaaannn' jerit Tasya dalam hati.


"Ayo Sya, pegel nih punggungku" Reza mengajaknya


"A, aa ingat gak yang aku bilang waktu di Mall itu?" tanya Tasya seolah menagih janjinya

__ADS_1


"Yang mana?" tanyanya mengingat-ngingat


"Yang itu loh A.. Yang.. Aku minta kitaa.."


"Jangan sekarang Sya, Aa masih capek. Maaf bukannya nolak" potong Reza


"Apa sih a!" Tasya kesal


"Syurga istri ada dimana Sya?" tanya Reza dengan nada ancaman


Tasya terdiam. Dia takut. Takut tiba-tiba Reza melakukan hal yang tidak-tidak padanya.


"Loh..loh..masih disini. Kamu masih pengen jadi manten Sya?" tanya ibu yang masih mondar mandir


"Ayo a" pasrah Tasya


Tiba di kamar, pintu kemudian ditutup oleh Reza.


"Kenapa di tutup A?" Tasya masih tak terima


Reza duduk di sebelahnya. Kemudian dia memegang kepala Tasya seraya berdoa. Doa yang telah dia hafalkan setelah dia membaca bab pernikahan secara online.


Kemudian dia memegang bahu Tasya. Tasya terdiam ketakutan. Ada rasa haru karena tak menyangka ternyata Reza melakukan hal itu.


Reza mendekatkan bibirnya. Di ciumnya kepala Tasya sambil memejamkan mata. Tasya membeku.

__ADS_1


Setelah itu dilihatnya pengantinnya itu secara seksama. Yang di lihat hanya menunduk malu. Reza sadar, dia harus lebih banyak mengalah. Dia harus banyak memaklumi istrinya karena memang usianya yang jauh berbeda.


"Sya.. " ucapnya lembut


Tasya masih menunduk. Pertama kalinya dia mendengar Reza memanggilnya dengan serius dan lembut. Ada rasa bersalah dalam diri Tasya karena telah suudzon pada suaminya itu.


"Aa akan berusaha menjadi suami yang baik buat kamu. Aa berharap Tasya pun melakukan hal yang sama. Sekalipun belum ada cinta diantara kita, tapi kita harus memupuknya. Aa tidak mau pernikahan kita gagal. Aa hanya minta kamu membantu Aa menjaga rumah tangga kita ini" ucap Reza sambil menggenggam tangan Tasya.


Tasya masih menunduk. Dia tak berani menatap wajah suaminya.


"Mau sampai kapan kamu menunduk Sya? Kamu lagi nyari duit jatoh ya?" Candanya memecah kecanggungan


"Iih A Reza" Tasya kemudian menatapnya tapi segera di alihkan pandangannya.


"Kamu hari ini cantik banget sayang" ucap Reza jujur.


Ada rasa aneh yang Tasya rasakan saat mendengar suaminya memujinya. Tasya masih tak berani bicara.


"Sya, kamu mendadak bisu ya? Biasanya cerewet" Rayu Reza


"iih A Reza.. Tasya malu nih" kemudian dia menutup wajahnya dengan tangannya.


Reza tersenyum gemas melihat tingkah laku istrinya.


'Begini ya nikah sama ABG' batin Reza

__ADS_1


"Masa gitu sih sama suamimu Sya?" rayunya lagi


"A Reza jangan dibikin so sweet gitu dong ngomongnya. Berasa bukan A Reza sih" ucap Tasya


__ADS_2