
"Sayangkuu" ucap laki-laki berparas tampan sambil merentangkan tangannya. Mereka bak bermain sinetron saat Tasya masuk kedalam kantor.
"Aa kok gak bilang-bilang sih?" tanya Tasya sambil merekatkan pelukannya
Semua yang ada di sana tertawa melihat kekonyolan kakak beradik tersebut.
Lala dan Keenan seketika mematung melihat adegan didepannya.
'Ada apa ini? Reuni keluarga?' batin Lala begitu tiba di dalam kantor
Sementara Keenan melihatnya sambil menduga-duga.
Dari belakang, Reza berjalan sambil memasukan kunci mobil ke dalam saku celananya.
"Kapan pulang Bro" sapa Reza pada kakak iparnya yang umurnya lebih muda dari dirinya.
"Dua hari yang lalu, ibu suruh pulang buat nemuin si gadis manja itu" ucapnya sambil tertawa
"Dia bukan gadis lagi sekarang" protes Reza sambil menyenggol kakak iparnya tersebut
"Haha.. Iya betul."
Reza kemudian memeluk ibu dan ayah mertuanya bergantian.
"Kamu gak peluk Papa, Za?" goda Pak Danu
Reza memeluknya sambil tertawa bahagia.
Tasya masih memeluk ibunya.
"Sudah mau jadi ibu tapi masih manja" ujar Pak Taufik
"Bukan manja lagi Yah, dikit-dikit nangis, dikit-dikit marah, drama sekali ibu hamil ini" ucap Reza
"Ngadu kamu sama mertuamu Za" Pak Danu menimpali
"Haha sedikit Pa" ucapnya
"Eh Lala, anak magang, maaf ya kami bikin ribut. Tapi hari ini santai saja. Kalian kalau mau pulang boleh" ucap Pak Danu
"Eh tapi saya perkenalkan kepada kalian. Pasti kalian bertanya-tanya dengan keributan kami hari ini. Dari pada nanti sampai terbawa mimpi, biar saya jelaskan" ucap Pak Danu
"Haha besanku ada-ada saja" Pak Taufik menimpali
"Nah, itu Pak Taufik. Pemilik perkebunan terluas di kota yang sejuk sana. Beliau ayahnya Ibu Tasya. Mertuanya Pak Reza tentu saja Besanku" ucapnya seraya tertawa
Keenan dan Lala mengangguk sambil tersenyum
"Ah, besanku selalu di besar-besarkan" sanggah Pak Taufik
"Lah, memang Besanku besar kan?" Semua tertawa
"Itu ibunya Bu Tasya, yang tampan itu kakaknya Bu Tasya. Kamu naksir La?" Tanya Pak Danu
"Hehe bapak bisa saja" ucapnya
Mereka melanjutkan perbincangan mereka dengan suka cita.
"Pak, Saya dan Keenan pamit pulang kalau begitu Pak" ucap Lala yang sudah siap untuk pulang
"Hati-hati kalian" teriak Tasya
"Kalian tadi dari mana Za, sampai ruangan kosong begini" tanya Pak Danu
"Ibu hamil ingin makan bakso Pa. Semua orang dia ajaknya"
__ADS_1
"Tapi kan kata Aa boleh ajak mereka" Tasya membela diri
"Iya iya"
"Nah begitu, setiap hari mereka seperti itu San, saya sampai pusing melihat mereka bertengkar." ucap Pak Danu
"Tapi sepertinya pertengkaran mereka di kamar bermanfaat Om" ucap Rasya
"Haha.. Pasti itu. Makanya saya bilang sama si Reza, ada manfaatnya juga kenakalanmu" mereka tertawa bersama
***
"Kenapa kamu La" tanya Keenan yang melihat Lala nampang melamun
"Keen, aku baru mengerti. Pantas saja mereka di jodohkan" ucap Lala
"Memang kenapa?" tanyanya penasaran
"Orang kaya kan selalu menjodohkan dengan orang kaya lagi Keen" ucapnya kemudian
"Tadi kan Pak Danu bilang ayahnya Bu Tasya pemilik perkebunan terluas" tambahnya lagi
'Dulu malah aku mengira Bu Tasya gadis menembus hutang' batin Keenan
"Hmm pantas saja mereka tak menolak di jodohkan ya" ucap Lala kemudian
"Jangan asal membuat statement kamu!" ucap Keenan walaupun sebenarnya dia tidak membatah ucapan Lala
"jadi Cinderella itu hanya ada dalam kartun saja"
"Kamu mau jadi cinderella?" tanya Keenan
"Ya siapa yang tidak mau coba" ucap Tasya
"iya bermimpilah sesuka hatimu La" ucap Keenan
***
"Ayah sama ibu mana mungkin capek. Orang Rasya yang nyetir" ucap Rasya
"Haha.. Makanya ayah menyuruhmu pulang juga begitu A. Biar ayah ada sopir gratis" timpal ayah
"Kita makan saja dulu Za. Pasti pada lapar nanti pulang" ajak Pak Danu
"Ayo kalau begitu"
Mereka pun bergegas masuk ke dalam mobil masing-masing.
"Aku mau sama ibu" pinta Tasya
"Sya, kasihan Reza nyetir sendirian. Masa kamu tega" ucap ibu
"Sudah sana, kamu temani suamimu" pinta ibu
Tasya menghampiri Reza yang sudah duduk dalam mobilnya
"A Reza, aku ingin sama ibu" pintanya dari luar mobil
"Ya sudah kamu ikut mobil ibu saja" ucap Reza datar
"Aa marah?" tanyanya
"Tidak Sya" ucap Reza
"Hmm.. Aku sama Aa saja kalau begitu" Tasya masuk ke dalam monil dan duduk di sebelah Reza.
__ADS_1
"Kenapa? Katanya mau sama ibu" ucap Reza masih datar
"Anakmu ingin sama papinya" Tasya menghiburnya. Seketika Reza tersenyum senang.
"Makan dimana kita A?" tanya Tasya
"Kita ikuti mereka saja. Papa tahu tempat makan yang enak" ucapnya
Mereka menyusuri jalanan yang lumayan padat. Sesekali Reza melirik istrinya yang tertidur pulas disampingnya.
"Kamu itu selalu nempel sama Rasya" gumam Reza
Setelah bebrapa lama menyusuri jalanan, tibalah mereka di sebuah restoran seafood dengan konsep fish market ternama di kota mereka. Mereka masuk ke dalam restoran yang terlihat ramai.
Begitu masuk ke dalam restoran, mereka disuguhi dengan deretan akuarium yang berisi berbagai jenis ikan di masing-masing akuarium.Tak hanya ikan, disana terdapat berbagai jenis seafood lainnya.
"Kamu mau apa sayang?" tanya Reza pada Tasya yang sedang asyik memperhatikan satu persatu akuarium.
"Hmm.. Bingung" ucap Tasya
"A Reza jahat! Aku gak pernah di ajak kesini" ucap Tasya
"Haha.. Maaf sayang, Aa lupa" ucapnya
"Aa lebih suka menghabiskan waktu di kamar dari pada di luar" godaanya.
Tasya menyubit pinggang Reza.
"ibu mau apa bu?" tanya Reza kepada mertuanya
"ikan boleh"
"Ayah mau ikan atau apa?" tanya ibu kemudian
"Apa saja" ucapnya singkat karena sedang asyik ngobrol dengan besannya.
Reza menghampiri pelayan. Dia meminta tiga macam ikan, kerang, kepiting, udang dan cumi. Tidak lupa dia memesan sayuran sebagai pelengkap makananya. Setelah memesan, Reza menghampiri kasir untuk membayar pesanan mereka.
Mereka kemudian berjalan tempat makan.
"Kita lesehan saja yuk A" ajak Tasya
Duduk lesehan dengan aliran kolam ikan di sampingnya, membuat segar suasana.
"Ibu suka bu?" tanya Reza
"Suka. Enak tempatnya" ucap ibu
Mereka berbincang dengan asyiknya. Tak lama, pelayan datang membawa berbagai menu yang dia pesan.
"Kamu pesan banyak sekali Za" ucap ibu
"Tidak apa-apa bu, dari pada kurang" ucapnya
"Lagi pula pasti habis bu, sekarang kita punya tim pembersih makanan. Iya kan sayang?" goda Reza
Semua tertawa mendengar ucapan Reza
"Kamu gak mual-mual Sya?" tanya ibu
"Makannya sekarang porsi mamang bangunan bu." timpal Reza
"A Reza mah. Sttt.. Jangan bilang-bilang harusnya" Tasya memberikan kode.
*** **Hallo Readers, jangan bosan memberikan VOTE untukku ya. Tamaikan juga LIKE dan KOMENTARNYA.
__ADS_1
Terima kasih* ^^ **