
Empat Hari Kemudian
"Za, cepat masukan barang-barangmu ke bagasi" ucap Pak Danu
Reza membereskan semua keperluannya kedalam bagasi dibantu oleh Pak Budi.
"Barang Pak Budi sudah?" tanyanya
"Sudah Za" ucap pak Budi
Dirasa semua sudah beres. Pak Danu menghampiri Bi Tinah.
"Saya titip rumah ya Bi. Yakin bibi gak mau ikut sama kami?" tanya Pak Danu yang masih mengajak Bi Tinah
"Nggak pak. Bibi jaga rumah Bapak saja. Saya gak bisa perjalanan jauh. Suka mabuk pak. Takutnya Bapak nanti malah repot sama saya." ucap bi Tinah
"Ya sudah saya pamit ya Bi. Mohon doanya untuk Reza"
Reza menghampiri Bi Tinah
"Bi Tinah, Reza minta doanya ya" Reza mencium punggung tangan pengasuhnya itu.
Bi Tinah memeluknya dan terisak. Suasana menjadi haru. Bi Tinah sudah bekerja di rumah Pak Danu sejak Reza pindah ke rumah itu. Saat itu Reza masih berusia 2 tahun. Dan ibu Reza masih ada. Tidak heran, pak Danu dan Reza sudah menganggapnya seperti keluarganya sendiri.
"Kalau ibu ada, pasti senang ya nak." Ucapnya di sela isak tangisnya.
"Iya bi. Pasti Mama bahagia. Kita juga kan kemarin sudah izin ke Mama bi" ucap Reza yang kemarin sudah nyekar ke makam ibunya ditemani ayah, bi Tinah dan Pak Budi.
__ADS_1
Bi Tinah mengangguk sambil menyeka kedua matanya.
"Nak, ini terima ya sebagai hadiah pernikahanmu, Maaf kalau tidak sesuai dengan selera Nak Reza." Bi Tinah memberikan sebuah kado kepada Reza.
"Bi Tinah kenapa repot-repot? Bi Tinah mau mengurus Reza saja Reza sudah sangat senang bi." Ucapnya merangkul bi Tinah
Reza menerima kado pernikahannya.
"Terima kasih ya Bi. Apapun yang Bibi kasih, Reza pasti suka" Reza tersenyum kepadanya
Mereka kemudian pamit. Sedan putih pun melaju ke kota yang sejuk.
***
Rumah Tasya
"Iya bu, ada pertemuan sama dosen pembimbing. Pusing Tasya bu, revisi terus" ucapnya.
"A ayo" teriak Tasya pada Rasya yang masih di dalam kamar
"Loh Aa mau kemana Sya?" tanya ibu heran
"Mau nganter calon manten Bu. Takutnya di colek orang" jawab Rasya sambil berjalan ke arah ibunya
"Iya betul. Jagain adikmu ya A"
Mereka kemudian pamit.
__ADS_1
***
5 Jam Kemudian Di Hotel Bintang
Reza merebahkan tubuhnya. Dia ingin memberitahu Tasya kalau dia sudah ada di daerahnya. Setelah acara pertunangan kemarin, Reza dan Tasya tidak pernah berkomunikasi.
Reza sengaja menahan diri, semetara Tasya sibuk dengan kuliahnya. Dia pun cuek karena masih belum ada rasa pada Reza walaupun sesekali suka teringat pada calon suaminya itu.
"Sya, kamu dirumah?" Reza menulis pesan
Tak lama kemudian Tasya membalasnya
"Aku di kampus A. Baru beres ketemu dosen pembimbing. Kenapa?" tanya Tasya
'Kenapa?! Cuma begitu doang?' Reza bersungut
"Ayo kita beli cincin nikah. Aku jemput ya" ajak Reza
'Hah? A Reza sudah disini? Kok dia gak ngabarin sebelumnya' Tasya bergumam
"Kenapa sih Sya komat kamit begitu kaya dukun? " tanya Rina teman Tasya
"Ini si A Reza sudah di sini gak ngasih kabar pula" gerutu Tasya
"Ciee.. Ngambek. Sudah sudah kan biar rindunya menggunung" Goda Tari
Rina dan Tari merupakan sabahatnya di kampus. Tasya sudah menceritakan semuanya kepada sahabatnya itu.
__ADS_1