
Selepas sholat subuh, Tasya keluar kamar setelah membangunkan Reza. Dia melihat Bi Tinah sedang sibuk di dapur.
"Mau masak bi?" tanya Tasya
"Iya Neng" ucap Bi Tinah
"Masak apa bi buat sarapan?" tanyanya lagi
"Gak ribet Neng. Biasanya Pak Danu minta roti kukus dan kopi"
Tasya mengangguk-ngangguk.
"Kalau Nak Reza biasana minta di belikan nasi uduk atau bubur ayam" sambungnya seolah mengerti Tasya akan bertanya.
"Aku tinggal sebentar ya Bi" ucap Taysa
"A.. Masih belum bangun juga? Cepat bangun A. Kamu gak sholat subuh apa?" Tasya menceramahinya
"Iya.. Minta minum Sya" pinta Reza.
Tasya mengambilkannya minum. Dilihatnya Reza yang sedang meneguk air.
"Minum doang kamu sampai terpesona Sya"
"Masih pagi sudah kumat A. Sana cepetan sholat" perintah Tasya
"Iya" kemudian Reza masuk kamar mandi
Tasya keluar kamar. Kemudian dia menghampiri Bi Tinah lagi.
"Aku mau masak nasi goreng boleh bi?" Tanya Tasya
"Belum ada nasinya Neng. Ini bibi baru mau nanak nasi" ucapnya
__ADS_1
"Oh yasudah. Aku tinggal lagi ya Bi" Tasya masuk ke kamarnya lagi
***
"A cari makan yuk? Aku mau masak nasi goreng tapi nasinya belum ada"
"Kamu mau makan nasi goreng? Gak ada yang jual pagi-pagi begini" ucap Reza
"A Reza sekarang kerja?" tanya Tasya.
"Aa paling mau cek gudang Sya. Kemarin salah satu supermarket minta tambahan barang. Kamu mau ikut?" tanya Reza
"Memang aku boleh ikut?" tanya Tasya
"Boleh lah, aa bukan kerja kantoran Sya. Kamu kan tahu sendiri"
"Asik. Bisa jalan-jalan ke supermarket" Tasya girang
"Kita ke gudang Sya bukan ke supermarket" jelas Reza
"Roti kukus saja kaya papa A. Nanti pas keluar baru cari makan. Hehe"
"Yasudah kalau begitu"
***
"Za ajak Tasya saja kalau kamu mau ke gudang" usul Pak Danu di sela-sela sarapannya
"Pasti Pa. Dia sudah girang begitu" ucap Reza melirik Tasya
"Papa hari ini mau kemana?" tanya Tasya
"Papa mau ke kantor Sya. Belum cek keuangan kemarin. Tapi gak akan lama, papa rasanya masih capek" jawab Pak Danu
__ADS_1
"Istirahat saja Pa. Jangan sampai sakit" ucap Tasya kemudian
"Semenjak punya mantu, ada yang perhatian sama Papa Za" sindir Pak Danu
Tasya hanya tersenyum sambil mengunyah rotinya.
***
Semakin hari, Tasya melihat suaminya semakin ganteng. Entah karena mulai tumbuh rasa atau karena dia sering melihatnya.
Reza memakai kemeja panjang berwarna biru muda. Bagian tangannya di gulung. Rambutnya seperti biasa berpomade. Dia memakai kacamata hitam. Dari samping tampak sangat mempesona.
"Kamu mau makan sekarang sayang?" tanyanya lembut
Ada rasa senang saat Reza memanggilnya sayang.
"Nanti saja A. Aku masih kenyang" jawab Tasya
"Habis dari gudang kamu mau kemana?" tanya Reza
"Aa ada acara apa lagi setelah dari gudang?" Tasya balik bertanya
"Gak ada sih. Paling nanti ngehubungi via telepon saja ke orang supermarket. Apa mau nonton?" ajaknya
"Boleh A. Aku sudah lama juga tidak ke bioskop" ucap Tasya jujur
"Terus tugas kuliahmu bagaimana?" tanya Reza lagi
"Nanti tinggal di print A. Setelah itu ya bimbingan lagi."
"Cepat lulus ya.. Aa sudah tidak sabar" ucapnya
"Gak sabar gimana?" Tasya heran
__ADS_1
"Gak sabar jadi pendamping kamu nanti saat wisuda" 'Tapi boong! Gak sabar ingin nerkam kamu Sya!' batinnya