BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Bayi Besar Yang Manja


__ADS_3

Pak Budi mengetuk pintu kamar Reza, Tasya segera keluar kemudian masuk kembali dengan membawa bubur di tangannya.


"Sayang, bangun dulu. Yuk makan" ujar Tasya lembut


Reza masih memejamkan matanya.


"Yuk bangun sebentar, nanti di lanjut lagi tidurnya. Isi dulu perutna sayang" pinta Tasya lagi


Reza menggeliat. Dia berusaha membuka matanya. Kemudian berusaha duduk dengan menyandarkan badannya.


"ini minum dulu" ucap Tasya memberikan gelas berisi teh manis hangat.


Tasya dengan telaten mengurusnya. Dia menyuapi suaminya, membersihkan tubuh suaminya, bahkan mengganti pakaian suaminya.


Reza yang biasanya mandiri, mendadak seperti bayi besar yang minta di ladeni. Dia memperhatikan Tasya yang sedang membereskan kamar mereka dengan menyunggingkan senyumnya.


'Beruntung Aa punya kamu Sya, sabar sekali menghadapi Aa' batin Reza senang


"Kenapa A? Butuh sesuatu?' tanya Tasya yang heran melihat suaminya terus memperhatikan dirinya.


Reza hanya menggeleng.


Andaikan dia punya tenaga, dia ingin sekali menerkam wanitanya itu.


Tasya mendekat ke arahnya. Tiba-tiba jantung Reza berdetak lebih cepat tidak seperti biasanya.


"Cepat sehat ya sayang, biar bisa masuk kantor lagi" ucap Tasya lembut


Reza menggenggam tangannya.


"Terima kasih sayang sudah mengurusku" kemudian merebahkan kepalanya di pundak Tasya.


"Sekarang aku jadi tahu sisi lemah Aa" ucap Tasya seraya tersenyum


"Memang baru Aa tunjukin?" tanyanya heran


"Iya. Biasanya energik, dan jahil. Di kasih meriang saja sudah berubah jadi bayi penurut" Tasya tertawa kecil


"Iya karena kan Aa sekarang ada yang ngurusin" ucapnya masih mengusel dipundak istrinya.


Tok.. Tok.. Tok..


"Za.." panggil Pak Danu dari luar kamar


Tasya hendak bangkit tapi di tahan oleh suaminya


"Buka saja Pa" ucap Reza


Pak Danu membuka pintu kamarnya, Tasya mematung menahan malu.


"Ya ampuunn, sejak kapan kamu sakit jadi begitu kelakuanmu Za!" Pak Danu heran melihat tingkah anaknya


"Sejak punya istri lah Pa" dengan cueknya dia masih bersandar di bahu istrinya


"Kelakuanmu makin menjadi saja!" Papa protes


"Sya, sudah jangan di urusin. Sudah jadi kepala rumah tangga tapi kelakuannya masih begitu" ucap Pak Danu


"Papa ada apa sih Pa? Pagi-pagi sudah ganggu rumah tangga orang." Reza merasa terusik


"Kamu besok harus sembuh ya! Meeting sama supermarket yang di ujung jalan sana" ucap Pak Danu yang telah berpakaian rapi.


"Masa sembuh di paksain Pa." protes Reza


"Oh, mau istrimu yang Papa suruh meeting?" ancam Pak Danu

__ADS_1


"Iya iya" ucapnya tak mau berdebat.


Tasya hanya tersenyum menyaksikan perdebatan kecil mereka. Dia tahu betul kalau mertuanya hanya menghibur anaknya dengan caranya sendiri.


"Papa berangkat dulu ya Nak" ucapnya lembut pada Tasya


"Berangkat mah berangkat saja Pa. Giliran sama Tasya baiknya minta ampun" Reza bersungut


"Ah malas ngeladenin anak manja kayak kamu! Papa berangkat. Assalamualaikum" pamit Pak Danu


"A Reza selalu buatku malu ya!" Tasya protes setelah Pak Danu pergi


"Kamu mau kayak Papa juga sayang" Reza menyela


"Habis memang betul kata Papa" Tasya bersungut


"Biarin, sama istri sendiri. Wlee." ucapnya sambil memeluk lengan Tasya


Tasya hanya bisa pasrah dibuatnya.


***


Siang Hari


"Biar saya saja Bi" ucap Tasya yang sibuk di dapur membuat sayur bayam untuk suaminya.


Bi Tinah tersenyum melihatnya.


"Untung Reza punya istri Neng Tasya." ucap Bi Tinah


"Kenapa memang bi?" tanya Tasya


"Tidak apa-apa, Bibi hanya senang lihat Neng Tasya benar-benar perhatian sama Reza. Reza juga sudah kayak perangko kalau sama Neng Tasya" ucapnya


"Haha.. Bibi bisa saja" Tasya tersipu


***


"Aku buat ini A. Biar Aa cepat sehat" ucapnya sambil membawa mangkuk berisi sayur bayam


"Aa sudah bisa ngomel-ngomel berarti besok bisa meeting" Tasya menyindirnya


"Sya, kamu kok kayak Papa sih sayang" Reza cemberut.


"Makan ini dulu A" Tasya memberikan mangkuk pada Reza


"Suapin.. " pintanya masih manja


" Ih A Reza" Tasya akhirnya menyuapinya.


Reza tersenyum senang.


***


Dua Hari Kemudian


"Sya ayo" ajak Reza yang sudah segar dan sehat kembali


"Sebentar A, aku bawakan oleh-oleh yang kemarin untuk orang kantor" Tasya bergegas membawa plastik-plastik berisi makanan ringan.


"Kamu masih ingat saja" ucap Reza


Mereka masuk ke dalam mobil. Setelah beberapa saat, mereka tiba di kantor


"Ibuuuu" Lala histeris melihat Tasya kemudian memeluknya

__ADS_1


"La! Kamu ini!" Reza pura-pura marah.


"Untung kamu perempuan La" ucapnya kemudian


"Memang kenapa Pak Reza?" tanya Lala


"Kalau laki-laki, saya hajar kamu seenaknya peluk-peluk istri saya" Reza protes


"Ya Tuhan Pak Reza..sampai segitunya mencintai ibu Tasya" Lala berdecak


"Sudah-sudah, kalian tiap bertemu selalu begitu" Tasya menyudai perdebatan mereka


"Habis si Lala tu mam, Mami juga mau saja di peluk si Lala!" Reza cemberut


"Pak Reza ini dimana?" Tasya melotot


"Maaf Bu Tasya, saya lupa" Reza kembali ke mejanya


Tasya mengeluarkan oleh-oleh yang di bawanya


"Ibu baik sekali, terima kasih bu" Lala senang


Lala kemudian menghampiri meja Tasya.


"Kenapa La?" tanya Tasya heran


"Saya senang melihat ibu sampai saya lupa" ucap Lala


"Lupa apa?" tanya Tasya


"Ibu saya turut berduka cita ya bu, maaf saya tidak menjenguk ibu" Lala menyesal


"Gak apa-apa La, terima kasih." ucap Tasya


"Tenang saja, saya bisa ajak bu Tasya lembur mulai hari ini" Reza menimpali


"Lembur buat apa Pak? Semua pekerjaan saya sudah handle bersama tim yang lainnya" Lala tak mengerti


Reza dan Tasya tertawa mendengar ucapan Lala


"Sudah.. Sudah.. La sekarang kamu fokus bekerja." ucap Tasya


"Lembur buat apa dulu bu? Saya jadi gak enak. Nanti saya di salahkan gara-gara di anggap bekerja tidak benar" Lala masih tak mengerti


"Lembur bikin juniorku La" Reza tertawa bangga


"ih Pak Reza mah, Lala pikir gara-gara kerjaan" Lala bersungut


Tasya hanya tertawa kecil mendengar kepolosan Lala


"Makanya jangan jadi jomblo terus" Reza meledeknya


"Cariin dong Pak Reza, yang so sweet kayak bapak" pinta Lala


"Mau?" tanya Reza


"Mau Pak" Lala berbinar


"Tuh si Agus. Haha" Reza tertawa puas


"Terima kasih Pak Reza. Mending saya menjomblo seumur hidup saya" ucap Lala kesal


"Hus. Amit-amit. Jangan bilang begitu La" Tasya mengingatkannya


"Habis Pak Reza, Agus-Agus terus" Lala bersungut

__ADS_1


Entah kenapa tiba-tiba Tasya teringat kembali pada Keenan. Dia melihat ponselnya kemudian membuka nama Keenan. Disana foto profilnya telah berubah dengan kumpulan aksara berlatar hitam. Tasya membuka foto profil tersebut dan membacanya. Dia tercengang setelah melihat tulisan tersebut.


'Ya ampun Keenan' batin Tasya


__ADS_2