BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Kepanikan Reza


__ADS_3

Reza bangun dari tidurnya. Dia mengedarkan pandangannya.


"Sya.. " panggil Reza


Reza berjalan ke kamar mandi, disana kosong. Dia kemudian mencuci mukanya. Setelah selesai dia meneguk air yang ada di kamarnya dan keluar mencari sang istri.


" Kemana dia? Apa jangan-jangan.. " Reza panik dan takut


Dia segera masuk kamar, dia mencari ponselnya. Begitu membuka ponsel, terlihat beberapa pesan masuk dari Tasya.


Dia duduk di tepi kasur, kemudian membaca setiap untaian kata yang ditujukan kepadanya dengan seksama.


Rasa menyesal dan bersalahnya begitu dalam setelah membaca pesan tersebut. Dia menelepon Tasya dengan ponselnya.


"Sial, dia meninggalkan ponselnya!" Batin Reza panik ketika mendengar dering ponsel milik Tasya


Reza mengambil helmnya, dia menyambar jaket dan berjalan cepat untuk mengambil motornya.


Dia mengeluarkan motornya dengan tergesa. Kemudian mengemudikan motornya keluar dari rumah.


Tasya masuk ke dalam rumah setelah mendengar suara motor Reza.


"Kenapa Neng?" susul Bi Tinah masuk ke dalam rumah yang dari tadi berbincang dengannya di halaman belakang.


"Aku mendengar suara motor A Reza bi, sebentar ya" ucapnya seraya berjalan ke kamarnya.


Dia mencari Reza, tapi suaminya tak ada di kamar.


'Pergi kemana A Reza? Tumben dia pakai motor' batinnya penasaran.


Tasya membuka ponselnya. Dia melihat laporan panggilan tak terjawab dari suaminya.


'Kenapa A Reza menelepon?' Tasya bingung


Dia ingin sekali menelepon balik suaminya. Tapi rasa gengsinya mengurungkan niatnya.


Satu Jam Berlalu


Suara motor terdengar berderung di halaman rumahnya. Degup jantung Tasya berdetak lebih kencang dari biasanya.


*Ceklek begitu suara pintu terbuka


Tasya seketika mematung. Antara takut dan kesal menjadi satu.


"Ya Allah Sya.. " Reza berhambur memeluk dirinya


Tasya merasa kaget dan heran dengan tingkah laku suaminya


"Kamu dari mana sayang? Aa mencarimu" ucapnya lega


'Mencariku? Pakai motor itu?' Tasya heran


"Kamu dari mana? Aa baru mau hubungi ibu dan menyusulmu kesana" Reza cerewet


'Menyusul kesana?' batin Tasya ingin bertanya tapi lagi-lagi gengsi mengalahkan niatnya.


"Kamu dari mana sayang?" Reza mengulangi pertanyaannya. Dia mengecup Tasya bertubi-tubi seolah dia baru bertemu dengan Tasya.


"Aa minta maaf. Aa salah. Aa egois. Kamu merasa tertekan sama Aa. Aa minta maaf. Aa mohon kamu maafkan Aa ya? Aa takut, takut kamu ninggalin Aa. Aa.. "


Tasya mengecup bibir Reza. Seketika Reza berhenti bicara. Kaget dan tak menyangka sang istri melakukannya.

__ADS_1


Tasya menutup wajahnya dengan tangannya. Dia teramat sangat malu.


'A Reza cerewet sekali. Aku jadi tak tahan mendengarnya' batinnya bicara.


" Sya?" Reza mengembangkan senyumnya lebar


"Tuhan.. Tasyaku sudah kembali" Reza memeluknya erat


Yang dipeluk menciut karena malu dan senang melihat tingkah laku Reza.


Hati Tasya sedikit riang setelah tadi berbicara dengan Bi Tinah. Bi Tinah menceritakan Reza saat Reza masih kecil. Tasya merasa terenyuh oleh cerita Bi Tinah.


"Sya, bilang sama Aa, kamu dari mana tadi?" tanya Reza lagi


"Aku gak dari mana-mana" jawabnya pelan


"Aa mencarimu tapi kamu gak ada" ucap Reza heran


"Aku dari tadi di halaman belakang sama Bi Tinah" ucapnya


"Ya Tuhan.. Bodohnya Aa!"


"Tahu gak Sya? Barusan Aa ke terminal mencarimu" ucap Reza


Tasya menahan tawanya.


"Aa pikir kamu pulang ke rumah ibu" Reza polos


"Ya ampun Sya.." Reza mengusap mukanya dengan sebelah tangannya


Tasya memeluk suaminya. Lagi-lagi Reza kaget dibuatnya.


Reza membalas pelukan Tasya, dia mengeratkan pelukannya.


"Aku juga minta maaf a" balas Tasya


"Sya, kenapa Aa bodoh sekali ya. Aa gak kepikiran kamu ada di halaman belakang. Setelah baca pesan dari kamu, yang Aa pikirkan kamu pulang ke rumah" terangnya


Tasya tak bisa menahan senyumnya.


"Mencintaimu membuat Aa bodoh" Reza mengulangnya kembali


"Benar kata Papa, sekarang aku yang tergila-gila olehmu Sya" Reza teringat ucapan Papanya


"Sya..Bicara dong. Jangan diam saja" ucapnya


"Apa mulutmu bau, sampai kamu gak mau bicara?" Reza menggoda


"Ih A Reza mah!" Tasya mencubit pinggang Reza


"Haha.. Ampun sayang ampun.." Reza meringis


"Aku sudah terharu tahu! Tapi Aa selalu bikin kesal lagi" Tasya bersungut


"Hehe maaf Sya" Reza nampak lega


"A Reza benar dari terminal?" Tasya nampaktak percaya


"Ngapain aa bohong Sya. Aa malah masuk ke dalam bus jurusan ke rumah. Tapi kamu gak ada. Ya sudah Aa pulang, tadinya mau ambil baju dan pakai mobil." ucapnya


"Aa maafkan aku ya" Tasya senang dan kasihan melihat lelakinya

__ADS_1


"Kita jangan seperti ini lagi ya Sya, rasanya Aa frustasi" keluh Reza


"Maaf kalau Aa banyak melarangmu. Aa hanya ingin menjagamu. Tapi kalau menurutmu Aa salah, Aa terima." jelas Reza


"Aku selama ini gak masalah. Aku senang-senang saja Aa banyak melarangku. Tapi kemarin rasanya Aa berlebihan. Apalagi Aa marah dan melarangku bergaul dengan Lala" keluh Tasya


"Iya, Aa baru sadar. Kamu disini gak punya teman selain orang rumah dan orang kantor. Maaf ya kalau aa mengekangmu" ucapnya


"Mulai hari ini, kita tidak usah bahas mantan Aa. Kita bahas masa depan kita saja ya sayang" bujuk Reza


"Kamu masih takut sama Aa?" tanyanya


Tasya menggeleng. Reza mengambil tangan Tasya, kemudian mengecupnya.


"Ini ya yang tadi Aa tarik. Maaf ya. Aa gak bermaksud kasar" ucapnya lagi sambil mengecupnya.


"A, maaf ya kita jadi bolos kerja" sesal Tasya


"Gak apa-apa sayang. Aa jadi makin tahu kamu gimana' ucapnya


"Memang aku gimana?" Tasya penasaran


"Intinya kamu bikin Aa takut, kesal, frustasi. Ah semuanya jadi satu"


"Tapi ada hal yang buat Aa lucu" ucapnya sambil mengingat


"Apa?" Tasya penasaran


"Kita lagi berantem bisa-bisanya kamu tidur" mereka tertawa bersama


"Aku juga heran, kenapa malah tertidur" Tasya malu


"Di peluk Aa nyaman sih, aku senang kalau Aa peluk-peluk begitu" Tasya jujur


"Sini peluk lagi" Reza membentangkan tangannya


"Enggak mau" Tasya hendak kabur


Reza menangkapnya dan menjatuhkannya ke kasur. Kini Reza berada di atasnya. Mereka saling menatap. Reza mendaratkan kecupannya dengan lembut.


"I love you Sya, jangan pernah tinggalkan Aa ya" pinta Reza


"Kapan aku ninggalin Aa?" tanya Tasya


"Enggak pernah sih" kemudian keduanya tertawa.


"Dasar A Reza" ucap Tasya membelai rambut kepala suaminya.


"Sya, ayo kita honeymoon" ajak Reza tiba-tiba


"Honeymoon?" Tasya heran


"Iya. Kalau di pikir-pikir Aa belum pernah mengajakmu pergi kemanapun kecuali ke Mall, sama rumah ibu" Reza mengingat


"Aa mau kemana memangnya?" tanya Tasya


"Kemana saja asal berdua denganmu


Dengan suasana baru, kita fokus membuat si junior" ucapnya serasa berbisik


"Dasar A Reza!" Tasya tersenyum

__ADS_1


*** **Yee.. Akhirnya mereka baikan. Siapa yang nunggu mereka honeymoon? Yuk vote yang banyak biar aku semangat updatenya.


Jangan lupa like dan komentarnya juga. Terima kasih readers sayang* ^^ **


__ADS_2