
Reza menggeser posisinya, kini dia berada dibawah kungkungan sang istri dengan perut buncitnya. Tasya mengecup lembut bibir Reza. Sementara tangan Reza bergerilya ke area sensitif yang berada dihadapannya.
Tasya yang sudah melayang, mulai menyatukan diri dengan suaminya. Sebuah rasa yang menjadi candu untuk dirinya dan suaminya. Sampai pada puncak dimana dia melenguh merasakan sesuatu yang mendesaknya untuk dikeluarkan. Tasya menghentakkan tubuhnya, seketika rasa geli dan nikmat menjalar menjadi satu. Dia mengatur nafasnya dengan tubuh terkulai disamping sang suami.
"Keluar sayang?" tanya Reza sambil tersenyum senang saat Tasya mengangguk pelan dengan wajah merona.
Reza kini mengambil perannya. Dia menyatukan diri dengan istrinya tanpa susah payah. Reza mengatur tempo gerakannya selembut mungkin. Matanya terpejam. Semakin lama gerakannya semakin liar. Tasya melingkarkan tangannya dileher sang suami membuat Reza menurunkan kepalanya mel*mat bibir sang istri dengan buasnya. Hingga tubuhnya merasakan terbakar seakan ingin meledak. Reza membenamkan diamond miliknya sedalam mungkin seraya memuntahkan cairan cintanya dengan nafas tersengal.
Reza masih mengungkung sang istri dengan terdiam, sementara Tasya menjahilinya dengan memberikan gerakan memutar pinggulnya.
"Geli sayang" Reza berusaha mengeluarkan diamond miliknya tapi Taysa menahannya dengan melingkarkan kakinya.
"Geli.." Reza berontak hingga keduanya terlepas sambil tertawa.
"Nanti kena Dedek ah" protes Reza
Keduanya terlentang menatap langit-langit kamarnya yang menjadi saksi bisu pergulatan mereka.
***
Reza tertawa kecil saat mengingat sang istri memakai pakaian seksi. Bukannya menggodanya, justru Tasya nampak kebingungan saat membuka pintu kamar mandi tadi.
"Ketawa terus" Tasya kesal. Dia menyubit tubuh suaminya bertubi-tubi saat Reza menceritakan ulang kejadian tadi.
"Ampun sayang" Reza meringis senang
"Tuh kan. Aku jelekkan?" Tanya Tasya tak percaya diri
"Enggak sayang. Cantik banget malah"
"Terus?"
"Ya lucu saja lihat ekspresinya" ucap Reza
Reza tak hentinya tertawa kecil meski dia mendapat pukulan dan cubitan beberapa kali dari istrinya.
"Aku marah nih" Tasya bersungut
"Ada yang marah bilang-bilang?" tanya Reza masih dengan senyumnya
"Ternyata daripada tela*njang, lebih menggoda pakai ini" Reza memegang lingerie Tasya
"Mending mana sama kemeja Papi" tanya Tasya malu-malu
"Hmm.. Dua-duanya favorit" ucap Reza senang.
"Tapi sepertinya yang ini paling Papi suka" ucapnya
"Semua lelaki sama sepertinya" Tasya berdecak
"Normal berarti" Reza membela dirinya
"Beli lagi yang banyak Mam yang kayak gini" ucap Reza kemudian
"Siapa yang beli?" tanya Tasya
"Kamu beli ini waktu kemarin ke Mall sama si Lala kan?" Reza berasumsi
Tasya tertawa pelan.
"Bukan beli"
"Terus?" Reza menunggu jawaban istrinya
"Kado pernikahan kita waktu itu" ucapnya seraya tertawa
"Hah? Serius?" tanya Reza meyakinkan
Tasya mengangguk sambil tertawa.
"Tadi katanya spesial, masa spesialnya gratisan dari kado pernikahan. Mana dua tahun lebih pula. Untung bukan hadiah chiki" ucap Reza yang membuat Tasya tertawa kembali dalam seketika.
"Tapi kan spesial" ucap Tasya
"Iya sangat spesial. Melihat Mami bergoyang" ucap Reza dibarengi dengan cubitan diperutnya.
"Nyaman kan Mam?" tanya Reza
__ADS_1
"Apa?"
"Diatas" ucap Reza
"Apa sih A!" Tasya kini malu
"Papi kan baca-baca dari internet sayang" ucap Reza bangga
"Papi mah bacanya gak penting" protes Tasya
"Pentinglah. Edukasi sayang. Nanti kalau salah bagaimana?" tanya Reza
Tasya terdiam.
"Aman untuk Dedek dan Mami." ucapnya kemudian
"Mam.. "
"Hmm.."
"Terima kasih untuk yang spesialnya" ucap Reza tulus
"Semoga besok jadi istimewa" Reza menyeringai
"Mau yang istimewa?" Tasya menggoda
"Mau Pakai banget Mam" ucapnya
"Yang istimewa, Papi tidur diluar sana" Seketika Reza tertawa mendengarnya
"Mami mah jahat" Reza bersungut.
Mereka terdiam.
"Aduh istriku spesial" ucapnya menggoda seraya memeluk
"Papi gitu terus. Besok gak lagi-lagi" Tasya bersungut kembali
"Ya sudah kalau gak besok, lusa juga boleh" Reza semakin gencar menggodanya
"Ih A Reza!" Kini Tasya kesal
"Canda sayang" ucapnya lembut
"Gak lucu"
"Makin gemas. Jadi ingin lagi. Eh" ucap Reza
"Sana sama wedus cilik" Ucap Tasya kesal. Reza tertawa keras.
"Dasar Sapi" Reza tertawa
"Wedus!" Tasya kesal
"Ini kita masa jadi dunia binatang sayang" ucap Reza
Tasya tertawa dalam dekapan sang suami. Mereka tertidur pulas.
***
Tiga Hari Kemudian
Tasya dan teamnya tengah sibuk setelah launching produk baru mereka. Iklan di setiap situs media sosial gencar ditayangkan.
Tak ayal, idenya tersebut mendapatkan sambutan hangat dari para konsumen yang hobby belanja online.
"Kita lihat hari ini, pesanan kita berapa" ucap Reza yang ikut memantau pesanan masuk kepada mereka.
Hari yang sangat menyibukan untuk mereka. Bahkan Reza mempekerjakan tiga karyawannya untuk membantu team Tasya yang kewalahan oleh pesanan.
"Aku penasaran closing kita hari ini mencapai berapa" ucap Tasya tak kalah antusias.
Reza merangkul istrinya.
"Congratulations Mam" ucap Reza bangga
"Semua karena Papi juga." Tasya tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
"Paoi hanya membantu. Semua Ide Mami keren" ucapnya
"Aku bahkan sudah punya ide lainnya" ucap Tasya enteng
"Hah? Apa?" tanya Reza
"Rahasia. Aku ingin lihat perkembangan dulu yang ini. Nanti kalau sudah stabil baru aku masih tahu Papi" ucapnya
Reza hanya tersenyum mendengarnya.
Lala mendekat ke arah mereka. Dia membawa kertas ditangannya.
"Ibuuuu" Lala memancarkan wajah senang
"Kenapa La?" tanya Tasya
"Sampai jam segini sudah masuk pesanan 75 pack sop-sopan, 62 pack capcai, 43 pack lodeh, 55 pack sayur asem. Yang lain belum saya rekap bu" ucap Lala
"Bagus" ucap Reza senang
"Pantau terus La" pinta Reza
"Siap Bos" ucapnya kemudian pergi ke mejanya lagi.
"Rezeki Dedek ngalir deras sayang" ucap Reza
"Alhamdulillah. Berlipat ya A" Tasya terharu
***
"Ciee.. Bos sayuran sekarang" goda Reza saat mereka tengah bersiap untuk tidur
"Apa sih A!" Tasya tersipu malu
Mereka terdiam larut dengan pikirannya masing-masing.
"Dedek lagi apa sayang?" ucap Reza pada perut Tasya yang kian membuncit
Anak dalam kandungannya merespon. Kini perut Tasya terlihat pergerakannya.
"Ayo main sayang sama Papi" ujarnya kemudian
Reza nampak gemas dengan anak yang berada dalam kandungan sang istri. Dia menciumi perut Tasya berkali-kali.
"Mam, kira-kira apa ya nama anak kita?" tanya Reza
"Hmm.. Jenis kelaminnya saja belum tahu" ucap Tasya
"Siapkan saja dua nama sayang. Laki-laki sama perempuan" ucap Reza
"Hmm.. Apa ya?" Tasya nampak berpikir
"Jordan?" Ucap Reza menyeringai
"Dih, Papinya Reza anaknya Jordan" tasya tertawa geli.
"Jordan mah merek roti kalau disana A" ucap Tasya
"Anakmu disamain sama roti" Reza bersungut
"Atulah.. Masa Jordan" Tasya protes
"Syare Pap" Tasya tertawa lepas
"Apa-apaan Syare!" Reza tak terima
"Canda A. Lagipula kalau bahasa sunda Syare itu tidur. Janganlah. Nanti dia kayak Papinya tukang tidur" ucap Tasya.
"Terus apa dong?"
Mereka nampak berpikir
"Resya?" ucapnya bersamaan.
Keduanya kemudian tertawa.
*** Tuntas ya? Lanjuuutt jangaan?
__ADS_1
LIKE, KOMENT, VOTEnya manaa? Boleh dong ^^
Yang ingin lihat visul Papi, Mami. Mereka tebar pesona di grup yaa. Yuk ramaikan ^^ terima kasih ^^ ***