
Sepekan berlalu, kegiatan mereka sama seperti biasanya. Ibu dan Ayah telah pulang kembali sehari setelah mereka jalan-jalan ke Mall Aquarium tempo lalu.
Reza memberi kejutan kepada Tasya dengan membuatkan gerai khusus untuk Tasya mengembangkan bisnisnya sendiri karena perkembangan bisnis onlinenya semakin meningkat. Begitupun dengan pedagang-pedagang kecil (reseller) menjadi pelanggan tetap mereka.
Reza menempatkan empat karyawannya khusus untuk membantu Tasya. Tasya dan Lala pun pindah ke tempat baru yang masih satu lingkungan dengan gudang. Reza sendiri merekrut karyawan baru sebagai pengganti Lala dan Tasya.
"La, aku ke ruangan A Reza dulu ya. Kakiku pegal" ucap Tasya
Dia berjalan menuju kantor lamanya melewati Izam dan Rosa sebagai karyawan baru mereka.
"Pak Reza ada di ruangannya kan?" tanya Tasya basa-basi kepada Rosa
"Ada bu" ucap Rosa
Mereka mengetahui kalau Tasya istri dari bosnya.
Tasya membuka pintu ruangan Reza. Disana Reza nampak sibuk didepan laptop miliknya.
"Kenapa sayang?" tanya Reza begitu melihat sang istri.
"Aku pegal sekali A" ucapnya seraya duduk berselonjor pada sofa
Reza beranjak dari kursinya untuk memijat sang istri.
"Lemas?" tanyanya
"Enggak. Hanya pegal saja" ucapnya
"Tadinya Aa mau ajak kamu beli baju hamil sayang" ajak Reza yang melihat perut sang istri sedikit membuncit
"Masih kecil ini A. Masih muat baju-bajuku sayang" ucapnya
"Iya sih. Kayak busung lapar kamu" Reza tertawa
"Amit-amit Papi bicaranya gak pakai saringan. Lihat dek, papi jahat sekali" gerutu Tasya
"Maaf sayang, becanda" ucapnya
"Pamali jangan asal bicara A" Tasya mengingatkannnya
"Iya maaf. Maaf ya dek" Reza membelai perut istrinya
Tasya menikmati pijatan Reza sampai tertidur.
***
Tasya terbangun ketika jam sudah menunjukan pukul tiga sore. Reza tidak ada disana. Tasya mengumpulkan kesadarannya dengan duduk dan meminum air putih yang tersedia disana. Dia segera bangkit karena teringat Lala yang bekerja sendirian tanpa dirinya.
Tasya membuka pintu hendak keluar ruangan Reza, dia melihat Reza tertawa bersama Rosa. Sementara itu, Izam tak ada disana.
'Senang sekali A Reza dengan gadis itu' batinnya kesal. Dia merasa cemburu pada sang suami karena tertawa bersama wanita lain yang baru dia kenal.
"Sudah bangun Sya?" tanyanya menghampiri Tasya
Tasya tak menjawabnya. Dia melangkah pergi meninggalkan Reza.
"Sya?" Reza memanggilny kembali
"Apa!" ketusnya
"Pusing sayang?" tanya Reza masih ramah
Tasya tak menanggapinya. Dia berjalan keluar kantor Reza.
'Kenapa sih tiba-tiba begitu' Reza heran. Dia segera menyusul sang istri
__ADS_1
"Kenapa sayang? Kok kamu sepertinya marah sama Aa?" tanya Reza mengimbangi Tasya berjalan
Tasya masih tak menanggapinya.
"Sya. Hei.. Kamu kenapa sih?" suara Reza sedikit meninggi
"Haha hihi saja sana sama Rosa!" ucapnya kesal
"Dua orang lawan jenis bersama yang ke tiganya setan bukan!" ucapnya menirukan Reza waktu dia cemburu pada Keenan
"Aa kan tidak melakukan apappun Sya" ucap Reza
"Tidak. Hanya tertawa ceria bersama!" kesalnya
"Mami cemburu?" tanyanya
'Masih nanya!' batin Tasya bergejolak
"Maaf kalau mami cemburu. Tapi papi gak melakukan apapun sayang. Tadi itu karena menertawakan Izam saja yang celananya robek karena tersangkut paku" ucapnya
Tasya tak meresponnya.
"Sayang, jangan marah dong" rayu Reza
Tasya yang semakin kesal meninggalkan Reza begitu saja.
"La, maaf tadi aku ketiduran" ucap Tasya pada Lala saat dia tiba di ruangannya
"Tidak apa-apa Bu. Ibu hamil kan harus banyak istirahat" ucap Lala
"Bu" ucap Lala ragu
"Kenapa La?" tanya Tasya
"Apanya La?" tanya Tasya penasaran
"Ini bu, coba ibu lihat" Lala menunjukan lembaran kertas dengan deretan angka dan huruf disana. Tasya melihatnya dengan seksama.
"Sudah kamu periksa La?" tanya Tasya
"Sudah bwrulang kali bu. Tapi masih tetap sama. Padahal sebelumnya tidak begini kan bu" terang Lala
"Hmm.. Kok bisa ya" Tasya merasa heran
"Makanya bu. Padahal kan kita rekap sesuai pesanan. Offline dan online juga ada buktinya bu." terang Lala
"Kamu sudah cek, berapa banyak yang kita bongkar" tanya Tasya
"Sudah bu" ucap Lala singkat
"Ya sudah, mungkin ada kekeliruan saat packing La" ucap Tasya
"Tapi masa sebanyak ini bu. Kalau hanya lebih sedikit wajar. Ini banyak bu" ucapnya
"Kita juga gak bisa nuduh sembarangan La. Mungkin kita yang keliru" Tasya berpikir positif
"Ya tapi aneh saja bu. Dananya kemana coba bu. Sayang kan bu, lumayan dananya bisa separuh gajiku" ucap Lala menyeringai
"Nanti kita pikirkan lagi. Coba kamu kirim soft file-nya La. Biar aku bantu hitung dirumah"
"Baik bu" ucap Lala
***
"Sya, ayo pulang" ajak Reza begitu masuk ruangan Tasya
__ADS_1
"La, kamu mau bareng aku?" tanya Tasya
"Aku dijemput Bu"
"Sama siapa La?" tanya Tasya senang
"Mamang ojek" Lala menyeringai senang
"Dasar kamu ini. Aku pulang terlebih dulu kalau begitu La" ucap Tasya
Reza berjalan bersama Tasya, dia meraih tangan Tasya tapi ditepisnya
"Sya.. Kok masih marah" tanya Reza
Tasya tak menanggapinya
Mereka masuk ke dalam mobil dengan hening.
Masa lupa sih sayang? Aa kan sudah bilang, Aa gak mungkin selingkuh. Apalagi kamu sedang hamil anak Aa." tegasnya
"Maling mah gak ada yang ngaku A. Kalaupun ngaku, penjara pasti penuh" ucap Tasya kesal
"Kok begitu? Kamu gak percaya sama Aa?" tanya Reza
Tasya terdiam.
"Aa harus bilang bagaimana lagi agar kamu yakin sayang?" tanyanya putus asa
Mereka terdiam.
"Tasya Fadilla" sapanya
"Tasya Fadilla Ramadhan.. " ucapnya lagi
Tasya ibgin tersenyum mendengarnya. Dia selalu suka saat suaminya memanggilnya seperti itu
"Tasya Fadilla Ramadhan istriku, Mami anak-anakku" godanya
'Anak-anakku? Baru satu sudah berhalusinasi anak-anakku segala" batin Tasya kesal
Reza mulai kesal. Dia meraih tengkuk leher sang istri kemudian mendaratkan kecupan di bibir sang istri.
Tasya yang kaget segera mendorong tubuh suaminya. Reza melakukannya lagi. Kini dia menghisap lembut bibir istrinya tersebut.
Semakin lama, Tasya terpancing untuk membalas perlakukan suaminya. Reza tak bisa mengontrol tangannya. Begitupun Tasya menikmati perlakuan suaminya.
"A Reza!" ucapnya setelah melepas ciumannya
Reza tersenyum menang.
"Ayo pulang sayang aa sudah tak tahan" ucapnya
"Semakin kamu cemburu, semakin membuat Aa gemas." tambahnya
Tasya masih terdiam, dia pun ingin segera pulang. Tapi Tasya masih gengsi untuk mengakuinya.
"Sayang, kamu pakai kemeja ya nanti pulang" Reza menyeringai
"Apa sih gak jelas!" ucapnya kesal
"I love you istriku, Tasya Fadilla Ramadhan" ucap Reza
Tasya menoyor pipi sang suami sambil tersenyum senang.
'Yes berhasil. Dia akhirnya luluh juga' batin Reza senang. Dia segera melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.
__ADS_1