BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Keenan


__ADS_3

Di sudut ruangan, seorang lelaki dengan rambut yang tebal duduk sambil memangku gitarnya.


Dia nampak gusar, sesekali gitar tersebut dia mainkan secara asal. Pikirannya terasa kacau tertuju pada seseorang yang berhasil mengisi hatinya.


"Andai saja.." gumamnya sambil menghela nafas berat.


Lelaki manis tersebut nampak murung. Sesekali dia mengetuk-ngetuk gitarnya tanpa nada.


Dia memeluk gitarnya, kemudian membuka ponselnya. Dipandangnya seorang wanita yang disukainya tersebut sedang mengecup pipi seorang pria. Sang pria terlihat lebih dewasa dari dirinya, namun dia nampak bahagia mendapat kecupan dari wanita yang disukainya.


Dia membuka foto profilenya. Dia menulis kata-kata yang mewakili isi hatinya.


Ada yang lebih menyakitkan dari patah hati, yaitu mencintai seseorang yang telah berbahagia.


Kamu tahu apa yang lebih buruk setelahnya? aku masih bertahan untuk merindukannya.


Dia mengubah latar belakangnya berwarna hitam. Seolah dia sedang berduka atas perasaannya sendiri.


Dia merasa heran dengan dirinya. Ini kali pertama dia menyukai seseorang yang tidak pernah dia kenal sebelumnya. Dia tidak pernah tahu asal usulnya dari mana, orangnya seperti apa, tapi dia tak bisa berhenti untuk memikirkannya.


"Pertemuan kita selalu singkat, tapi kenapa dia berhasil membuatku kacau" gumamnya kembali


Tiba-tiba dia teringat saat pertama kali dia bertemu dengan wanita tersebut. Wanita tersebut mendongak ke arahnya dengan mata yang sembab namun tak mengurangi kecantikannya. Jutek dan terkesan masa bodoh terhadap dirinya, hal itu membuatnya semakin penasaran. Selama ini, tidak pernah ada perempuan yang bersikap seperti itu kepadanya.


"Arrgg..gila" dia mengacak rambutnya sendiri.


"Kenapa aku menyukai istri orang? Gila kau Keenan!" dia memaki dirinya sendiri.


"Apa aku.." dia tersenyum memikirkan sesuatu yang membuatnya tiba-tiba bersemangat.


Dia bangkit kemudian mengambil bola kesayangannya dan berjalan keluar dari kamarnya.


Dia melajukan motornya ke sebuah taman kota yang tidak jauh dari rumahnya. Dia berharap, seseorang yang dia rindukan akan berada disana.


***


CV Petani Maju


Tasya termenung setelah melihat foto profile Keenan.


'Apa tulisan itu tertuju buatku?' batinnya tak henti bicara


'Masa sih? Kita kan gak dekat. Hanya sekedar kenal. Sepertinya tidak mungkin.' batinnya kembali menyanggah


"Bu Tasya.." panggil Reza dari mejanya


Tasya masih diam, tidak mendengar panggilan dari suaminya.


Lala melihat ke arah Tasya ketika Reza beranjak dari mejanya.


"Sya.." ucapnya lembut


"Eh.. Iya.. Kenapa A?" Tasya gelagapan


"Kamu sedang apa? Kok melamun?" tanya Reza


"Ng.. Enggak apa-apa A." jawab Tasya singkat


"Sudah, jangan dipikirkan sayang. Semua sudah kehendakNya kan? Nanti malam kita ikhtiar" Reza menduga-duga sambil menggodanya


"Ih apa sih A Reza!" Tasya melotot


"Ehm.. Ehm.." Lala memberikan kode


"La, bisa gak kamu biarkan kita tenang sedikit saja?" intonasi Reza penuh penekanan

__ADS_1


"Pak Reza, mohon maaf ini masih jam kantor. Harap Pak Reza menghormati diriku yang jomblo ini" Lala mulai terpancing


"Sudah. Kalian ini gak bisa akur sebentar saja" ucap Tasya melerai


"Pak Reza, silahkan kembali ke meja anda." Tasya melotot sambil tersenyum di buat-buat


"Baik bu. Saya tunggu nanti malam ya" ucapnya menggoda


'Dasar A Reza!' batin Tasya


*Suara ponsel Reza


Reza mengangkat teleponnya, kemudian berbicara dengan serius. Terdengar Reza menyebut nama Pak Bambang dalam percakapannya.


"Aku ke gudang dulu sayang" ucap Reza terburu-buru


"Kenapa A?" tanya Tasya penasaran


"Ada sedikit masalah." ucap Reza


"Kamu nanti pulang duluan saja ya, takutnya Aa lama disana." pinta Reza


"Iya. Iya. Hati-hati A" ucap Tasya


Reza telah keluar dari kantor hendak masuk kedalam mobilnya. Namun tiba-tiba dia berbalik lagi dan berlari kecil masuk ke dalam ruangan.


"Kenapa balik lagi A? Ada yang ketinggalan?" Tasya bangkit dari duduknya


Lala memperhatikan gerak gerik bosnya tersebut.


"Aku lupa sesuatu" ucapnya sambil mengecup kening Tasya.


"Sudah" kemudian berbalik


"Pak Rezaaaaa, oh my God" Lala terkejut dibuatnya.


"Besok-besok aku mau minta dijodohkan saja ah kayak ibu" Lala iri


"Haha.. Dasar kamu tuh benar-benar butuh cinta La" Tasya heran


"Ibu, kita ke taman yuk bu?" pancing Lala


"Mau apa La?" tanya Tasya


"Jajan bu" ucapnya


"Jangan-jangan kamu ingin ketemu Keenan" Tebak Tasya


"Enggak bu.Hehe.." Lala mengelak


"Gara-gara kamu La, waktu itu aku dan A Reza sampai berantem" Tasya mengingat kembali


"Hah? Kok bisa?" tanya Lala


"Iya waktu itu kan aku jujur sama A Reza. Eh dia marah" Tasya bercerita


"Terus?" Lala penasaran


"Terus foto profileku diganti sama A Reza!" ucap Tasya sebal


"Hah?! Yang lagi ngecup pipi Pak Reza itu bu?" Lala girang


"Pantas saja bu. Aku juga heran, ibu tidak biasanya mengganti foto profile. Pakai foto yang itu pula. Selama ini kan fotonya gak pernah ganti" Lala tertawa puas


"Ya ampun Pak Reza sampai segitunya bu" lanjut Lala

__ADS_1


"Lebih parah sekarang La, dia lebih over protektif lagi setelah kejadian kemarin" keluh Tasya


"Tapi kan demi kebaikan ibu juga" Lala membelanya


"Iya tahu. Tapi kadang bikin malu" Tasya bersungut


"Bu, ayo dong bu. Aku kangen Keenan" Lala keceplosan


"Tuh kan benar" Tasya menyelidik


"Bu, ayo dong bu. Masa aku sampai memimpikan Keenan bu" Lala merayunya


"Kamu yang bilang ke Pak Reza mau?" tantang Tasya


"Mana berani aku bu" Lala menyerah


"Ya sudah ayo" ajak Lala


"Yes. Terima kasih bu" Lala senang


Tasya sebenarnya enggan, apalagi setelah melihat foto profile Keenan tadi. Tapi dia tidak tega dengan Lala yang merengek ingin mendapatkan jodoh.


'Mudah-mudahan saja Keenan gak ada di taman itu' batin Tasya


'Aku bilang gak ya ke A Reza.' batinnya bimbang


Mereka kemudian meninggalkan kantor.


Setibanya taman kota, mereka berjalan ke arah gerobak-gerobak yang berjualan di sana.


"Ibu mau beli apa bu?" tanya Lala


"Hmm.. Aku air mineral saja La" ucap Tasya


"Tumben bu, gak beli mangga?" Lala polos


"Aku.." Tasya mengenang kejadian itu lagi


"Ya ampun bu, maaf, maafkan aku bu. Aku lupa" Lala tersadar


"Tidak apa-apa La" suaranya sedikit tercekat.


Lala menuju ke penjual minuman, dia nampak memilih air mineral. Ketika hendak membayar, dia terhalang oleh tangan seorang lelaki yang sedang mengambil sedotan di hadapannya.


"Ops, maaf mbak" ucapnya


Lala mendongak ke arahnya. Wajahnya seketika tersenyum lebar.


"Keenan" pekik Lala senang


Keenan melihat ke arahnya tampak mengingat.


"Mbak.. Lala" ucapnya sambil tersenyum


'Benar kata pepatah, kalau jodoh gak akan kemana' batin Lala


"Kamu sering kesini?" tanya Lala basa-basi


"Iya. Mbak sama siapa?" Keenan bertanya penuh harap


"Aku sama Mbak Tasya" ucapnya


Jantung Keenan berdetak lebih kencang ketika mendengar namanya disebut.


"Mana Mbak Tasya, Mbak?" Tanya Keenan penasaran

__ADS_1


"Itu nunggu disana?" Lala menujuk ke arah belakang, Keenan ikut berbalik melihatnya.


***Hayooo makin penasaran gak? Kira-kira bagaimana pertemuan Keenan dan Tasya? Yuk VOTE yang banyak biar aku segera update kelanjutannya. Terima kasih ^^


__ADS_2