
"Kamu memang sudah siap? Aa gak mau maksa kamu. Sebenarnya harus di paksakan sih. Mau sampai kapan kita begini terus Sya? Terus kapan kita punya anak kalau begini terus" tanya Reza sambil mengubah posisinya. Kini dia menyandarkan badannya pada tumpukan bantal dan guling disamping Tasya
"Iya A. Mari kita coba." ucap Taysa
"Coba apa Sya" Goda Reza
"iih A Reza mah. Maksudnya ya ayo kita honeymoon. Tapi kalau kata aku sih buang-buang waktu sama biaya A. Sekarang saja Aa kerja sudah banyak libur. Iya kan? Jelas Tasya
"Ya kan biar berkesan sayang" ucar Reza
"Kamu mau malam pertama kita tiba-tiba pintu kamar di ketok ibu? Atau di ketok Papa kalau disana?" tanya Reza
"Ya gak mungkinlah" Tasya mengulum senyumnya
"Kok gak mungkin?" tanya Reza heran
"Masa mau ketok pintu kamar malam-malam a?" jelas Tasya
'Ya Tuhan. Sepolos itu istriku' batin Reza
"Memang Aa akan minta malam saja Sya?" Godanya
"Iih A Reza" Tasya malu sambil menyubit paha Reza yang sejajar dengan badannya
"Apa sih A Reza kita jadi bahas yang begini" ucap Taysa kemudian
"Ya gak apa-apa sayang. Pokoknya segala sesuatu harus di komunikasikan. Jangan ada yang di sembunyikan. Apa pun itu." jelas Reza
"Buat hubungan kita juga Sya" susulnya kemudian
"Iya A" Tasya merenungi setiap perkataan Reza.
"Jadi mau kemana kita Sayang?" tanya Reza
"Ke alam mimpi. Yuk tidur." ajak Tasya
"Tidur saja Sya?" goda Reza sambil membetulkan posisinya. Kini dia berbaring di sebelah Tasya dan menghadap kepadanya.
"Iya tidur saja ya A. Hari ini aku lelah setelah tadi ujian" jelas Tasya
Reza kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Tasya. Di tempelkan bibirnya ke bibir Tasya.
"Kamu sudah berusaha. Selamat sayang" ucapnya lembut
Reza melakukannya secepat kilat. Tapi jantung Tasya masih belum terasa normal. Dia masih terlihat kaku.
"Nanti terbiasa" Reza membelai lembut kepala Tasya seolah mengetahui apa yang dirasakan Tasya.
Reza kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Tasya sambil terpejam.
Tasya memperhatikan suaminya lekat-lekat.
'Sya suamimu Sya. Dia berhak apapun atas dirimu' meyakinkan dirinya kembali.
Tasya menyentuh wajah lelakinya dengan lembut. Reza kemudian membuka matanya.
"Kamu menggodaku sayang" ucap Reza sambil tersenyum nakal
__ADS_1
Tasya tak menyangka Reza akan membuka matanya. Dia hendak menurunkan tangannya, tapi tangan Reza menahannya.
"Sentuh saja. Kamu sedang latihan kan" ucap Reza menahan hasratya kemudian memejamkan matanya kembali.
"Terima kasih ya A. Sudah sabar sama aku" ucap Tasya
***
Pagi hari Tasya telah membereskan barang-barangnya yang akan di bawa ke rumah mertuanya. Sementara Reza masih tertidur pulas.
Tasya kemudian keluar kamar dan menghampiri ibunya yang sedang menggoreng pisang.
"Hmm..enak" ucap Tasya sambil menggigit pisang yang masih hangat.
"Suamimu belum bangun Sya?" tanya ibu
"Belum bu. Cape kali. Seharian dia nunggu Tasya kemarin" jawab Tasya
"Tuh dia baik begitu. Perhatian pula. Kamu jangan aneh-aneh ya sama suamimu. Kasihan dia" ucap Ibu
"Aneh-aneh bagaimana bu?" tanya Tasya sambil mengunyah
"Ya jangan buat suamimu repot." ucap ibu
"Ibu ini gak percaya sama anak sendiri. Sekarang ibu membela a Reza terus" protes Tasya
"Ibu kan memperhatikan kalian berdua Sya. Terlebih kamu anak ibu. Ibu gak mau kamu bersikap seenaknya pada suamimu" jelas ibu
"iya bu. Terima kasih sudah diingatkan" Jawab Tasya
"Aku hari ini pulang bu. Nanti sih siang atau sore" lanjutnya
"Iya terserah ibu saja"
Reza keluar kamarnya, dia melihat Tasya dan ibunya sedang bercengkrama.
"a Reza sudah bangun?" Tanya Tasya.
"Iya" ucapnya sambil berjalan menuju kamar mandi.
Tasya memberikan air putih dan sepiring goreng pisang kepada Reza setelah dia dari kamar mandi. Reza mengambil goreng pisang tersebut.
"Siang ini kita pulang ya bu" ucap Reza pada mertuanya
"Iya Nak. Kamu juga harus kerja kan. Masa bolos lama-lama. Kasihan juga Papamu disana tidak ada teman" jelas ibu
"Kamu sudah packing Sya?" tanya Reza
"Aku sudah. Baju aa mau di bawa atau disimpan disini saja?" tanya Tasya
"Bawa saja. Masa nanti tiap disini Aa pakai baju yang itu-itu saja" jelas Reza
"Gengsimu besar sekali A" ucap Tasya
Ibu hanya tersenyum mendengarnya.
***
__ADS_1
Siang hari mereka telah bersiap untuk pulang.
Reza memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi.
"Sudah semua? Tidak ada yang tertinggal?" tanya Reza sambil masuk kembali ke dalam kamar
"Iya sudah A" ucap Taysa hendak keluar kamar.
Reza menahan tangan Tasya kemudian mendaratkan bibirnya di pipi Tasya. Kali ini Tasya tersenyum.
"Yuk berangkat" ucapnya sambil keluar kamar.
Ibu dan Ayah Tasya mengantarkan mereka sampai masuk ke dalam mobil. Kemudian mobilpun melaju.
"Kamu mau beli sesuatu Sya? Mumpung masoh disini." Tanya Reza.
"Apa ya?" Tasya berfikir
"Aku mau jajan Cilok. Boleh?" tanya Tasya
"Ya ampun. Gak ada yang lain gitu Sya? Cilok disana juga ada" ucap Reza
"iih disini tuh enak tahu A." jawab Tasya
"Ya sudah. Ayo. Kasihan anakku nanti ngiler" ucap Reza memegang perut Tasya.
"Apaan sih A Reza. Halusinasi." mereka berdua tertawa.
"Dimana memang tempatnya?" tanya Reza kemudian
"Nanti sebentar lagi. Tuh sebelah sana. Yang ramai pembelinya." jawab Tasya sambil menunjuk ke arah gerobak cilok.
Reza menepikan mobilnya. Kemudian Tasya turun dari mobilnya. Tidak lama dia kembali ke mobil.
"Kok balik lagi? Habis?" tanya Reza begitu Tasya membuka pintu mobil
'A.. Minta uangnya?" ucap Tasya. Baru pertama kalinya dia berani meminta uang kepada Reza
Reza mengeluarkan uangnya dari dalam dompet kemudian dia menyerahkan uang pecah lima puluh ribuan kepada Tasya.
Setelah selesai, dia masuk ke dalam mobil membawa satu kresek cilok. Wangi cilok memenuhi mobilnya.
"Wangi sekali Sya." ucap Reza
"Hmm.. Enak loh. Bumbu kacangnya enak sekali." tasya menggigit ciloknya
"Sya mau dong" ucap Reza
Tasya kemudian menyuapi Reza. Mereka menghabiskan ciloknya sebelum berangkat.
"Haus Sya. Ayo beli minum dulu" ajak Reza sambil melajukan mobilnya.
Kali ini Reza turun dari mobilnya dan masuk ke mini market. Dia membeli minuman dan snack kesukaan istrinya.
"Yee.. A Reza tahu saja aku mau ini" ucap Tasya sambil membuka snacknya.
"Tahu dong. Kamu kan perut karet" ucap Reza sambil minum air mineral yang di belinya.
__ADS_1
"Enak saja. Perutku bagus begini A. Gak ada polisi tidurnya kayak Ayah. Haha" Tasya tertawa
"Lihat saja nanti, perutmu aku buat seperti buah semangka" ucap Reza sambil tersenyum menggoda.