BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Terapi Tasya


__ADS_3

Tasya tertidur di samping Reza yang masih mengemudikan mobilnya.


"Yah, macet. Tumben sekali" gumam Reza


Dia melihat ke arah istrinya.


'Kamu buat Aa melakukan hal konyol Sya' begitu melihat pakaian istrinya yang senada dengannya


Jalanan kembali lancar. Dia berbelok ke sebuah wahana bermain dengan patung badut yang menjadi maskotnya.


"Sya.. Kita sudah sampai sayang" ucap Reza yang mendekatkan wajahnya ke arah Tasya


"Dimana kita A?" tanya Tasya


"Ayo turun" ajak Reza yang kemudian turun lebih dulu. Dia melakukan peregangan di luar mobil, sementara Tasya masih di dalam mobil untuk memperbaiki kerudungnya.


Tasya kemudian keluar, dia melihat sekeliling parkiran. Disana masih tidak begitu ramai.


"Kita di wahana bermain A?" tanya Tasya dengan mata berbinar


Reza hanya tersenyum melihat istrinya yang sangat senang.


"Terima kasih A" Tasya kemudian memeluk lengan Reza


"Iya, buat terapi stres kamu. Kalau Aa daftarkan kamu ke kelas yoga pasti kamu bosan" ucap Reza


"Iya A. Disini kan aku bisa bebas teriak-teriak nanti saat naik wahana" Tasya tersenyum lebar.


"Ayo masuk sayang" ajak Reza sambil merangkul Tasya


Reza mengantri di loket pembayaran.


"VIP ya Mbak" ucap Reza pada seorang petugas loket


"Yang reguler saja Mbak" Tasya meralatnya


Reza melihat ke arahnya.


"Biar seru A ngantri sama yang lain" Tasya memberikann penjelasan pada tatapan Reza


"Ya sudah yang reguler saja kalau begitu mbak" Reza tak mau berdebat.


Kemudian mereka memasuki wahana disambut oleh tiupan balon air dan suara musik khas wahana tersebut.


Beberapa badut nampak di kerumuni oleh orang-orang yang mengajaknya berfoto.


"Naik wahana apa dulu kita sayang?" tanya Reza


"Hmm.. Ayo kesini A" Tasya menarik tangan Reza ke salah satu wahana ekstrim.


"Kenapa gak naik yang biasa dulu buat permulaan" tanya Reza


"Mumpung belum banyak antrian A. Nanti pasti ramai" Tasya memberi alasan.


Mereka berdua menaiki wahana tersebut. Tasya berteriak-teriak saat menaiki wahana tersebut, sedangkan Reza tertawa dengan gembira.


"Ayo A, kita naik yang itu" ajak Tasya menarik lengan Reza sepeti seorang anak. Dia mengajak ke sebuah wahana perahu ayun.


Reza mengikutinya pasrah. Dia melihat istrinya sangat gembira. Baru pertama kali melihat Tasya tertawa lepas selama bersamanya.

__ADS_1


***


"Beli minum dulu sayang, mulut Aa rasanya kering dari tadi tertawa terus" ajak Reza setelah mereka menaiki beberapa wahana


"Ayo" ucap Tasya menghampiri salah satu kios di wahana tersebut


"A.. " Tasya menunjuk salah satu snack kesukaannya


Reza melotot ke arahnya.


"Es krim saja ya?" Tawar Reza


"Boleh deh dari pada enggak jajan" jawab Tasya


Reza menghampiri kedai es krim dan memesan dua buah es krim cone. Setelah selesai dia memberikan es krim rasa cokelat kepada Tasya dan dia memakan es krim rasa strawberry.


Reza mengarahkan mulutnya ke es krim Tasya, dan kemudian mengarahkan es krim miliknya ke mulut Tasya. Keduanya saling menyuapi.


"So sweet sekali" ucap salah seorang pengunjung kepada temannya yang terdengar oleh mereka berdua.


"Makanya cari pacar sana!" ujar temannya


Reza menghapus es krim di bibir Tasya. Dia sengaja melakukan hal tersebut sebagai pemandangan tambahan untuk orang yang membicarakanny tadi.


Setelah selesai mereka menaiki wahana lagi. Tasya penuh semangat sedangkan Reza sudah mulai kelelahan tapi dia tidak protes sama sekali.


"Sya, makan dulu yuk?" ajak Reza


"Nanti setelah ini ya A" tolak Tasya


"Tuh kan sekarang sudah mulai penuh sayang" ucap Tasya pada Reza yang sedang mengantri wahana gelas putar


Reza hanya diam tidak merespon ucapan Tasya.


"Sayang ayo foto" ajak Reza sambil menunggu antrian


Mereka berfoto, keduanya nampak serasi. Beberapa pasang mata melihat ke arahnya. Ada yang memperhatikan mereka ada juga yang masa bodoh.


***


Tak. Terasa hari sudah sore.


"Sya, makan dulu!" Reza kesal


"Kamu di ajak main lupa waktu! Lain kali Aa gak ajak kamu kesini lagi!" Reza memarahinya


Tasya terdiam. Dia tahu dia salah.


"Maaf A" Tasya menunduk


'Sabar Za. Ingat tujuan awal' batinnya mengingatkan


"Sayang, kamu boleh bersenang-senang. Aa ajak kamu kesini memang untuk itu. Tapi Tasya gak kasihan kan sama diri sendiri. Gak kasihan juga sama Aa yang sudah lapar dari tadi" Reza sengaja membuat Tasya merasa bersalah


'Kalau begini kamu biasanya lebih patuh' batin Reza


"Aku minta maaf ya A. Ayo kita makan. Terserah Aa mau makan apa, aku nurut" ucap Tasya merasa bersalah


'Benarkan, gak perlu repot berdebat soal makanan' Reza menang

__ADS_1


Reza menggenggam tangan Tasya. Dia mengajak Tasya di rumah makan yang berada di wahana bermain tersebut.


"Capcay kuah, Gurame asam manis, dan Tahu cabai garam saja mbak" ucap Reza menyebutkan menu yang ia pesan


"Minumnya apa Kak?" tanya pelayan tersebut


"Kelapa murni dan jus jeruk saja. O ya, air mineralnya 1" ucap Reza lagi


Tasya hanya menyaksikan suaminya memesan makanan.


Di meja sebelah terhidang mie hotplate kesukaannya. Tapi dia sadar, Reza pasti menolaknya mentah-mentah. Dia tidak berani meminta pada Reza apalagi sudah melebihi dari jam makan siangnya.


Reza melihat Tasya yang sedang melihat ke meja sebelah.


'Gak berani minta kan? Bagus.' batin Reza senang.


"A Reza masih marah ya?" Tasya masih merasa bersalah


"Enggak sayang. Aa hanya lapar banget Sya. Memang kamu gak lapar?" tanya Reza


"Enggak. Soalnya seru sih." Tasya tersenyum


"Iya kamu kan gak sayang sama Aa, makanya begitu" Reza pura-pura marah


"Maaf ya A" Tasya menggenggam tangan Reza yang ada di hadapannya


*Dering ponsel Reza


"Pak Budi?" ucap Reza heran


"Assalamualaikum Pak ada apa?" Reza tanpa basa basi. Dia heran karena sang supir jarang sekali menghubunginya


"Za.. Za.. Bapak.. " Pak Budi gelagapan


" Kenapa?" Reza panik suaranya mengeras.


Tasya melihatnya dengan serius. Beberapa orang yang ada di dekat meja mereka melirik ke arahnya.


"Bapak lagi di rumah sakit. Tadi bapak tiba-tiba saja jatuh" ucap Pak Budi gemetar


"Jatuh? Rumah Sakit mana? Saya segera kesana" Reza panik


"Rumah Sakit Keluarga Pak." ucap Pak Budi.


Reza segera menutup teleponnya


"A kenapa A?" Tasya ikut panik


"Ayo Sya" Reza memegang tangan Tasya


"A makanannya?" ucap Tasya


Reza membayar makanan yang belum sama sekali terhidang.


"Buat mbak dan kawan-kawan saja" ucap Reza saat di tanya pelayannya untuk membungkus makanan mereka.


Reza berjalan dengan cepat keluar dari wahana bermain. Tasya tidak berani bertanya, tapi hatinya tidak karuan. Dia mengekori Reza yang tangannya di genggam Reza dari tadi.


"A, jangan ngebut. Jangan panik. Insya Allah Papa gak kenapa-kenapa" tebak Tasya

__ADS_1


"Sya.. " Reza meremas tangan Tasya kemudian menjalankan mobilnya.


__ADS_2