
Keesokan harinya Tasya terbangun. Dilihat sekeliling ruangannya masih penuh hiasan. Dia melihat jam masih menunjukan angka empat.
'Oiya aku baru menikah' batin Tasya meyakinkannya
Di lirik lelaki disampingnya itu yang menghadap kepadanya. Di lihatnya lekat-lekat.
'Mumpung dia tidur' batin Tasya.
Sepuas hati dia melihat wajah lelakinya.
'Lucu banget tidurnya' Tasya tersenyum tanpa sadar.
Dilihatnya dengan seksama dari mulai gaya rambutnya sampai jari-jari tangannya.
'inikah jodohku? Segampang itu aku menemukannya. Bahkan akupun belum lulus kuliah.' pikir Tasya
Lelaki tersebut menggeser tubuhnya masih dalam tidurnya. Tasyapun dibuatnya kaget. Dia pura-pura tidur.
Reza pun terbangun. Dia mengucek matanya kemudian menggeliat. Reza melihat Tasya tidur menghadap kearahnya.
Di lihatnya istrinya tersebut. Dia tahu sebenernya sang istri pura-pura tidur. Dia sengaja mendekati tubuh Istrinya kemudian memeluknya.
"oh begini rasanya meluk istri." ucap Reza sengaja supaya Tasya mendengarnya.
__ADS_1
Dibelai rambut istrinya kemudian dikecup rambutnya berkali-kali dengan lembut. Reza menciumi wangi rambut istrinya masih sambil memeluknya.
"Sya, cepat jatuh cinta kepadaku ya. Aku kayaknya mulai cinta sama kamu" bisik Reza jujur. Lagi-lagi dia sengaja supaya Tasya mendengarnya.
Kemudian dia melonggarkan pelukannya dan meraih ponselnya agar Tasya menyudahi aktingnya tersebut.
Tasya menggeser tubuhnya. Sengaja dia mengerjapkan matanya seolah-olah bangun tidur. Dia lega akhirnya Reza berhenti memeluknya. Walaupun tak dipungkiri ada rasa nyaman saat Reza memeluknya. Dan dia pun menyukai saat Reza membelai lembut rambutnya. Dia bisa mencium wangi tubuh Reza tanpa jarak.
"A sudah bangun?" tanya Tasya pura-pura. Kemudian dia bangkit dan duduk.
"Sudah. Kamu pules banget" ucap Reza sama-sama melakukan akting.
Tasya mengambil minum. Kemudian meneguknya.
"Minta Sya" ucap Reza
"Itu saja" jawab Reza
"Ini bekas aku A" jawab Tasya
"Sudah sini" kemudian Tasya memberikan gelasnya dan diteguk sampai habis oleh Reza.
Tasya mengambil permen dilacinya. Kemudian memakannya. Dia membuka satu lagi permen kemudian disuapkan ke mulut Reza. Reza spontan membuka mulutnya walau sibuk bermain game di ponselnya. Tak menyangka kalau Tasya akan melakukan hal itu. Reza melihat ke arah Tasya.
__ADS_1
"Biar aa gak bau naga" Tasya memberi alasan.
"Kirain kamu mau ngajak ciuman Sya" goda Reza
"Nanti kalau sudah siap lahir batin" balas Tasya
Tasya mendengar ucapan Reza tadi. Dia merasa bersalah. Tak seharusnya sikapnya begitu kepada Reza yang memang sudah Sah akan dirinya. Dia pun berinisiatif membuka dirinya untuk Reza. Berusaha mencintai lelakinya dengan memberikan perhatian kepadanya.
'Dasar polos. Dipancing begitu saja mulai luluh' ucap Reza senang.
***
"A jadi kita bagaimana? Mau disini apa bagaimana?" tanya Tasya
"Kamu ke kampus tiap hari Sya?" tanya Reza
"Nggak juga sih a. Seminggu dua atau tiga kali" Tasya mengingat-ngingat karena tinggal menunggu sidang skripsi.
"Ya sudah, kamu ikut ke rumah saja dulu ya. Kasihan juga Papa sendirian disana Sya. Aku juga kan harus kerja. Nanti kalau ke kampus aku anterin. Bagaimana?" usul Reza
"Iya sih A. Aku juga gak tega sama Om Danu" ucap Tasya
"eh Papa" ralat Tasya.
__ADS_1
Reza dan Tasya kemudian meminta izin kepada kedua orang tuanya. Dan tentu saja orang tuanya mengizinkan karena Tasya sudah menjadi tanggung jawab Reza.
Reza kemudian menghubungi Papanya yang masih tinggal di hotel. Mereka membicarakan hal tersebut juga kepada Pak Danu.