
Reza turun dari mobilnya. Dia masuk ke dalam gedung tanpa sekat yang terlihat luas. Di halaman gedung tersebut berjejer beberapa mobil box dan mobil pick up.
Kedatangan Reza disambut oleh salah satu karyawannya. Tasya menduga bahwa orang tersebut adalah orang kepercayaannya. Mereka berbincang menjauh dari Tasya. Sesekali Tasya melihat Reza menunjuk ke arah susunan peti plastik. Dia nampak serius.
'A Reza manly bangeet.' Puji Tasya tanpa sadar. Dia baru pertama kali melihat Reza seserius ini.
Beberapa karyawan sibuk memanggul peti plastik tersebut dan memasukannya ke dalam mobil pickup.
"Neng adiknya bos ya?" tanya seorang lelaki genit sambil membawa tumpukan peti plastik kosong
"Bukan" Tasya tersenyum
"Cantik banget Neng" ujarnya lagi sambil berlalu meninggalkan Tasya.
Reza yang sedang mengedarkan pandangannya tak sengaja melihat Tasya yang di dekati karyawannya.
"Tuh si Agus kumat genitnya" Reza bersungut. Dia sudah hafal dengan tingkah laku karyawannya itu.
Karyawan disampingnya nampak geram melihat tingkah laku anak buahnya.
"Maaf ya Pak. Nanti Agus saya tegur" ucapnya merasa tak enak
"Santai saja Pak. Saya tidak posesif kok. Mungkin hanya menyapa" ucap Reza yang meredakan cemburunya.
Setelah selesai, keduanya kemudian bersalaman.
"Yuk nonton" ajak Reza
"Sudah beres?" tanya Tasya
__ADS_1
"Sudah sayang. Kan cuma cek barang. Kalau keuangan biar Papa yang urus. Aku lagi malas. Pengennya berduaan sama kamu" ucap Reza gombal
"Apaan sih a" Tasya malu tapi juga senang mendengarnya
"Si Agus tadi godain kamu Sya?" tanya Reza sambil melajukan mobilnya
"Cuma nanya A. Aku adik Aa apa bukan" jawab Tasya
"Terus kamu jawab apa?" Reza penasaran
"aku jawab Iya saja. Habis aku memang cocok jadi adik Aa sih" goda Tasya
"Terus kenapa kamu setuju nikah sama aku!" Reza mulai ketus
"Ya dari pada aku durhaka sama ayah ibu" jawab Tasya enteng.
Tasya diam tak menjawabnya lagi.
'Mulai deh ngeluarin senjatanya. Dikit-dikit durhaka, dikit-dikit dosa' Tasya bersungut dalam hatinya
***
Sesampainya di Mall, Reza mengambil tas dari bagasi mobilnya
"Apa itu A?" tanya Tasya begitu Reza kembali masuk ke dalam mobil.
"Baju ganti. Masa aku pakai kemeja. Nanti dikira lagi bolos kerja. Memangnya kamu kayak anak magang. Hitam putih lagi" Reza mengingatkan Tasya sambil tertawa.
"A Reza curang!" Tasya cemberut
__ADS_1
Reza kemudian membuka bajunya dan berganti dengan kaos.
***
"Mau nonton apa?" tanya Reza sambil melihat deretan judul film yang sedang tayang.
"Apa ya? Itu yuk?" tunjuk Tasya menunjuk ke film komedi Indonesia.
"Seleramu Sya." Reza berdecak namun dia mengikuti kemauan Tasya
"Aku cinta produk Indonesia." Ucap Tasya sambil menyeringai disertai gelengan kepala dari Reza.
Mereka memasuki ruangan bioskop dengan membawa minuman dan cemilan.
"Sya.. " Panggil Reza yang merasa bosan
"Iya A" jawab Tasya tak berpaling dari layar bioskop
"Kamu sadar gak kita lagi pacaran. Pacaran halal" ucap Reza
Tasya meliriknya.
"Pacaran mah harus ada rasa dong A. Kita kan adik kakak kata karyawan Aa tadi itu" ucap Tasya
"Sini deh Aa bisikin sesuatu" ucap Reza
Tasya mendekatkan telinganya ke arah Reza. Tiba-tiba ciuman kilat mendarat di pipinya. Tasya nampak kaget. Dengan refleks dia menarik wajahnya menjauh dari Reza.
"Ada rasa kan sekarang?" goda Reza
__ADS_1