BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Jalan Bersama Ibu


__ADS_3

"Ibu gak disini, gak dirumah selalu saja sibuk di dapur" ucap Tasya ketika menghampiri ibunya.


"Ibu juga maunya santai, tapi selalu ada yang bilang kangen masakan ibu" sindir Ibu


"Hehe.. Habis memang bikin kangen sih" ucapnya.


"Jalan-jalan yuk bu?" ajak Tasya.


"Kemana?" tanya Ibu


"Hmm.. Gak tahu, A Reza juga jarang ajak aku jalan-jalan kecuali ke Mall. Hehe" ucapnya jujur


'Iya ya, selama disini aku melakukan apa saja? Kok gak pernah jalan-jalan' batinnya baru sadar


"Reza ajak main kamu dalam kamar terus kali" goda ibu


"Ih Ibu mah.. " Tasya bersungut


Ibu dan Bi Tinah tertawa.


" Memang betul juga sih Bu. Jarang sekali keluar Neng Tasya" ucap Bi Tinah


"Iya, Ibu maklum kalian kerja. Jadi kalau libur pasti maunya bermalas-malasan. Anak jaman sekarang katanya apa? Kaum rebahan atau apa gitu, ibu gak ngerti" ucap Ibu


"Haha.. Ibu gaul juga" ucap Tasya


"Yuk Bu kita ke Mall. Kita jajan. Kalau ada ibu aku kan bisa jajan" Tasya menyeringai


"Kata siapa boleh?" Reza mendekat ke arah mereka


"Tuh ada bodyguard. Ibu gak berani" canda Ibu


"A Reza, ayo jalan-jalan" rengek Tasya


"Kemana sayang?" tanyanya lembut


"A Reza ih!"


'Gak tahu malu A Reza mah depan ibu juga sayang-sayang terus manggilnya!' batin Tasya


"Iya mau kemana? Mau ke Mall aquarium?" tanyanya


"Memang ada A?"


"Ada. Ayo siap-siap kalau begitu" ajaknya


"Bi Tinah yuk ikut" ajak ibu


"Saya tidak bisa perjalanan jauh bu, kecuali ke pasar disini. Hehe" ucapnya


"Saya tinggal gak apa-apa ya" ucap ibu


"Silahkan Bu"


Mereka segera bersiap untuk pergi.


"A, Aku sebal sama Aa!" ucap Tasya begitu mereka masuk kamar


"Kenapa sayang? Jangan sebal-sebal sama Aa. Nanti anaknya mirip loh" godanya


"Lah.. Emang Aa yang bikinnya. Masa mau mirip Pak Budi" Tasya berdecak kesal


"Janganlah.." tukas Reza


"ya makanya"


"Tadi mau bicara apa?" tanya Reza

__ADS_1


"Aku selama disini perasaan gak pernah jalan-jalan ke tempat lain. Cuma ke Mall saja A. Aa mah jahat" Tasya cemberut


"Ya habis mau kemana. Enakan main di kamar kan sayang. Kita main berdua sampai tanpa busana" goda Reza


"A Reza ih! Mau punya anak pikirannya jorok terus" protes Tasya


"Ya kan sama maminya anak-anak. Mana berani Aa bahas sama wanita lain" ucapnya


"Sudah sana ganti baju. Katanya mau ke Mall aquarium" pintanya


***


Reza, Tasya dan Ibu masuk ke dalam mobil. Mereka menikmati pemandangan dengan deretan gedung menjulang tinggi. Ibu nampak antusias.


"Ayah kemana sama Papa, Bu?" tanya Tasya


"Entahlah. Ayah dan Papamu kalau sudah ketemu sangat sulit dipisahkan" ucapnya seraya tertawa


"Iya. Gak pernah bosan ya Bu. Sama kaya aku ke Tasya" goda Reza


"Apa sih A Reza! Gak tahu malu dasar" Tasya bersungut


Ibu hanya tertawa mendengarnya.


"Kamu gak mual Sya?" tanya ibu


"Enggak bu. Kenapa memangnya?"


"Ya itu. Di gombalin suamimu terus" mereka tertawa senang.


"Ibu bisa saja" ucap sang mantu


Perjalanan ke Mall aquarium cukup jauh. Tapi mereka sangat menikmati perjalanannya sampai tak terasa telah tiba di Mall tersebut.


"A, Mallnya elit ini" ucap Tasya


Tasya dan Ibu nampak takjub dengan pemandangan yang mereka lihat. Sementara Reza berjalan dibelakang mereka.


Reza membeli tiket masuk ke dalam aquarium tersebut. Nuansa biru dan gelap mendominasi tempat itu membuat kesan serasa berada di dalam laut.


Tasya sangat menikmati berjalan diantara ikan yang berada di kanan, kiri, bahkan di atas kepala dirinya tanpa merasa kebasahan.


"Ini sih hampir sama kaya yang disana itu ya Sya, bedanya ini tempatnya di dalam Mall saja" ucap ibu


"Iya bu. Tapi tetap saja bagus" ucapnya takjub


"Cuci mata kita bu" ucapnya lagi


"Tiap hari juga ibu mah cuci mata" ucapnya


"Oh iya, ibu mah tiap hari melihat kebun sayuran yang terbentang luas. Aku juga betah disana bu" Reza ikut menanggapi


"Betah A Reza mah. Berasa artis" ledek Tasya


"Bangga dong. Suamimu ganteng luar biasa. Iya kan bu?" Ucapnya tanpa tahu malu


"Terserah kalian saja" ibu malas menanggapi


Tasya mendekati kolam kecil, disana terlihat beberapa pengunjung memegang bintang laut, ikan pari kembang, bahkan hiu bambu. Dia melakukan hal yang sama dengan rasa takut.


"Gak apa-apa sayang, coba saja" ucap Reza menyemangatinya dari belakang.


Reza pun ikut memasukan tangannya ke dalam kolam tersebut dan ikut menyentuh hewan tersebut.


"Makan yuk?" ajak Reza begitu melihat restoran bernuansa pantai yang penuh dengan pengunjung.


Mereka mencari tempat yang kosong kemudian Reza memesan makanan.

__ADS_1


"Makan yang banyak sayang" ucap Reza sambil memberikan ikan ke dalam piring Tasya


"Terima kasih A" Tasya menerimanya dengan senang hati


Ibu hanya menyaksikan kemesraan mereka.


Setelah selesai, mereka kembali berjalan-jalan di dalam Mall. Tasya membelikan beberapa baju untuk ibu, ayah, dan Papa mertuanya.


"Sekalian beli baju dedek saja Sya, mumpung ada ibu" ucap Reza


"Gak boleh. Pamali kalau kata orang tua jaman dulu. Nanti saja kalau sudah tujuh atau delapan bulanan" tolak ibu


"Oh begitu" ucapnya singkat


Setelah beberapa lama, Reza mengajak mereka pulang.


"Aku masih betah A" tolak Tasya


"Kamu jangan terlalu capek sayang"


"Aku kan punya Kang pijat sekarang" Tasya tertawa


"Sekarang hampir tiap malam Bu, Reza disuruh mijat kaki Tasya" Reza mengadu


"Enak saja! Mana berani aku nyuruh Aa. Aa yang suka nawarin diri" Sanggah Tasya


"Pasti makin sini makin lelah. Apalagi nanti kalau kandungan sudah besar Sya" ucap ibu


"Ya sudah ayo pulang" ajak Ibu


Reza membawa beberapa kantong pakaian ditangannya. Sementara Tasya menggandeng tangan ibunya.


"A Reza "Panggil Tasya yang membuat sang suami menoleh kepadanya


" Apa?"


"Mau pizza" rengeknya.


"Ya sudah. Tapi bawa pulang saja ya?" pintanya


"Iya."


"Untung masih disini Za. Kalau tidak kamu repot" ucap Ibu disela-sela menunggu pesanan mereka


"Iya bu. Tapi Tasya gak pernah minta yang aneh-aneh sih di rumah juga. Dia gak ngidam kayaknya" ucap Reza


"Masih ada lima bulan lagi" Ibu mengingatkan


"Hehe iya ya."


***


"A, pegal" Tasya memijat kakinya setelah bersiap untuk tidur


Reza yang sedang asyik depan laptopnya segera beranjak mendekati istrinya. Dia memijat kaki sang istri.


"Terima kasih kang pijat" canda Tasya


"Bayar ya" pinta Reza


"Uangnya kan di Aa semua. Ambil sendiri saja ya" pinta Tasya


"Bukan pakai uang" tukasnya


"Terus?" Tasya heran


Reza menyeringai

__ADS_1


__ADS_2