BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Aura Ibu Hamil


__ADS_3

"Sebentar" Tasya setengah berlari masuk ke dalam karena dia ingat sedang tak berkerudung.


Adam melihat Tasya merasa heran dan lucu.


"Bi.. Ada tamu" ucap Tasya seraya masuk ke dalam kamar.


Bi Tinah segera keluar.


"Bi.." sapa seseorang dari luar


"Oh, Mas Adam. Iya kan?" tanya Bi Tinah


"Iya Bi, Rezanya ada?" tanya Adam


"Masuk dulu. Silahkan."


"Tadi Reza pergi pakai motor, sebentar lagi pulang sepertinya"


"Bibi tinggal dulu ya" ucap Bi Tinah kemudian


Tak lama suara motor masuk ke halaman rumah mereka.


"Bro! Tadi aku ke rumah" ucap Reza


"Haha.. Jodoh kita disini ternyata" ucap Adam


Bi Tinah datang menghampiri mereka dengan membawa kopi untuk Adam.


"Gimana sih Za? Kau lupa" Adam tanpa basa basi


"Maaf. Kemarin aku sedikit sibuk. Tadi aku mau ke bank, lupa celanaku pendek. Akhirnya ku pergilah ke rumah kau. Eh tahunya kau disini." ucap Reza


"Jadi bagaimana? Kita ke bank sekarang?" ajak Reza


"Santailah, kopiku belum di minum" Adam enggan beranjak.


"Eh, istrimu mana? Kau tak kenalkan dia padaku?" goda Adam


"Nanti kau naksir pula" ancam Reza


"Mending kau kenalkan sekarang, daripada nanti dijalan ku kejar" ucap Adam yang sangat penasaran


"Haha.. Gila kau! Masa ibu hamil kau kejar pula" ucap Reza


"Tak masalah kalau ku cinta" Adam tertawa


"Jadi gimana? Cash atau.. "


"Rekeningku sajalah. Malas kali aku bawa uang cash" Adam menimpali


"Tunggulah. Aku ganti celana dulu" ucap Reza


Dia berjalan ke dalam kamar.


"Sayang, Aa ke bank dulu ya. Lupa belum di bayar motornya. Orangnya sudah ke rumah" ucap Reza


"Dua kali aku ketemu dia gak berkerudung A" Tasya kesal


"Kok bisa? Tadi ketemu?" tanya Reza


"Iya. Tadi aku pikir Aa mainkan bell rumah. Tahunya dia. Aku langsung lari saja" ucap Tasya


"Ingat kamu sedang mengandung sayang. Kalau jatuh bagaimana" Reza mengingatkan


"Pantas saja dia penasaran sama kamu Mam. Dia ingin melihat jelas wajahmu sepertinya" ucap Reza


"Sudah sana ah! Biar dia cepat pulang" ucap Tasya


"Aa tinggal ke bank dulu ya sayang" ucap Reza sambil mengecup kening istrinya.


Tasya merebahkan tubuhnya setelah kenyang makan cilok tadi. Dia mengelus perutnya seraya memainkan ponselnya.


"Tumben Lala gak kasih kabar" gumam Tasya


Tak lama, dia tertidur.


***

__ADS_1


"Ayo Jalan Bro!" ucap Reza


"Kau yakin gak kenalkan istrimu dulu?" tanya Adam


"Kau sudah bertemu kan! Untuk apa ku kenalkan lagi" Ucap Reza


"Haha.. Itu kan cuma melihat. Tidak kenalan secara langsung" timpal Adam


"Sudahlah. Dia gak nyaman ketemu kau" ucap Reza


"Cantik istrimu Za" puji Adam


"Kau naksir?" tanya Reza


"Kalau kau bosan, ku tampung dia" ucap Adam seraya tertawa


"Sialan kau! Tak mungkinlah!" ucap Reza kesal


"Ayo cepat! Aku ada janji" pinta Reza yang ingin segera Adam pergi


Adam segera berdiri. Mereka membawa motornya masing-masing.


***


"Akhirnya kamu kembali" ucap Reza setelah membayar motor tersebut.


Adam sudah pergi terlebih dahulu. Sementara Reza masih duduk di atas motor kesayangannya. Dia segera menstarter motornya.


Setibanya dirumah, Reza segera menemui istrinya. Disana Tasya sedang memangku laptopnya dengan serius


"Lagi apa sayang?" tanya Reza


"Sana mandi dulu. Bau keringat" Tasya tak menjawab pertanyaannya.


Reza bergegas ke kamar mandi. Tak berapa lama, Tasya mengetuk pintunya.


"A, buka" ucap Tasya


"Mau mandi bersama?" Tanya Reza saat membuka pintu kamar mandi


"Aku ingin buang air kecil. Aa keluar dulu" ucap Tasya


Setelah selesai, Tasya segera keluar dari kamar mandi. Dia kembali melanjutkan pekerjaannya lagi.


Tak lama, Reza pun ikut keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.


"Sedang apa sayang?" tanya Reza


"A Reza, aku mau buat menu sayuran baru" ucap Tasya


"Maksudnya bagaimana?" tanya Reza seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil


"Aku mau buat menu sop-sopan, capcai, sayur lodeh, jadi itu semua sudah dengan bumbunya begitu A. Jadi semua sudah siap masak. " ucap Tasya


"Terus bumbunya dari mana?" tanya Reza


"Bumbunya ya kita beli bumbu instan begitu. Bisa gak sih? Atau meracik sendiri? Aku masih bingung" ucap Tasya


"Matangkan dulu rencananya sayang. Maunya nanti bagaimana. Jadi kamu juga gak bingung ke depannya" ucap Reza


"Iya, bantu aku, A. Bagaimana ini bumbunya" ucap Tasya


"Nanti kita pikirkan lagi"


"Makan yuk? Aa lapar" ajak Reza


Mereka keluar dari kamar.


"Masak apa Bi?" tanya Reza


"Sayur sop untuk Neng Tasya" ucap Bi Tinah


"Makan sama-sama yuk Bi" ajak Tasya


"Duluan saja. Bibi belum lapar" ucapnya


Tasya dengan cekatan meladeni suaminya. Dia mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk sang suami.

__ADS_1


"Mau pakai sambal?" tanya Tasya


"Enggak" ucap Reza


Tasya mengambil sayur sop untuk dirinya.


"Kok gak pakai nasi?" tanya Reza


"Lagi gak ingin A. Ini juga ada kentangnya" ucap Tasya


"Mam, kerupuk" pinta Reza


Tasya memberikan kerupuk kepada suaminya. Tak lama, Reza menyelesaikan makannya.


"Tambah sayang, kamu kan gak makan nasi" ucap Reza


"Kenyang A" Tasya mengelus perutnya


Setelah selesai, Tasya mencuci piring bekas makan mereka. Dia segera merapihkan kembali meja makannya. Sementara Reza duduk menemaninya sambil memakan kerupuk udang kesukaannya.


"Mam.."


Tasya menoleh


"Aa sudah bayar motor. Tapi Mami jangan. khawatir, nanti hari senin mulai masuk pembayaran dari Adit" ucap Reza


"Mami saja ya sekarang yang pegang uangnya" pinta Reza


"Kenapa memangnya?" Tasya heran


"Papi takut khilaf lagi" Reza tak enak hati


"Kalau khilaf siap-siap tidur di luar" ucap Tasya


"Makanya, Mami saja yang pegang keuangan ya" pintanya kembali


"Papi maunya bagaimana?" tanya Tasya


"Papi pegang satu kartu saja sayang" ucap Reza


"Papi kan banyak partnernya. Sudah pegang Papi semua. Tapi untuk tabungan, aku yang simpan. Percayakan?" tanya Tasya


"Ya ampun pakai tanya sayang. Ya percaya Mam" Reza berdecak


Lama mereka terdiam sampai pekerjaan Tasya selesai. Tasya kembali ke kamar. Reza mengekor istrinya.


"A Reza, itu yang tadi teman apa sih?" tanya Tasya penasaran


"Teman SMA. Teman motor juga. Kenapa?" tanya Reza


"Gak apa-apa. Cuma tanya saja" ucap Taysa


"Dia penasaran sekali sama kamu, Mam" ucap Tasya


"Penasaran kenapa?" Tasya heran


"Za istrimu cantik" ucap Reza memperagakan perkataan Adam


"Apa?" Tasya tersenyum


"Kamu mah senang ada yang naksir" ucap Reza


"Jadi ibu hamil saja ada yang naksir, apalagi gadis" sindir Tasya


"Ibu hamil itu auranya keluar tahu" ucap Tasya


"Aura apa? Aura kasih" ledek Reza


"Br*ngsek dia tuh. Masa bilang begitu terang-terangan" keluh Reza


"Becanda kali A." ucap Tasya


"Enggak sayang. Dia mah buaya" Reza kesal


"Kayak Aa dong" ledek Tasya


"Apa?"Hmm.. Hmm.. " Reza mengungkung istrinya

__ADS_1


"Ampuunn.."


__ADS_2