
Reza dan Tasya tiba di kantor. Tasya membawa satu kantong, berisi beberapa snack berukuran jumbo dan cemilan lainnya, di susul dengan Reza yang ikut membawa satu kantong berisi beraneka ragam biskuit.
"Keenan, Lala sini. Kalian bebas ambil ini" ucap Tasya senang, sementara Reza masuk kedalam ruangannya.
"Waahh.. Ibu.. Aku mau semuanya bu" Lala serakah
"Serakah sekali kamu La!" Keenan tak terima
"Bagaimana kalau begini, tiap buka satu snack, di bagi-bagi. Jadi adil" Saran Tasya
Keduanya setuju.
"Aku buka yang ini ya. Mau?" Tasya menyeringai seperti seorang ibu yang sedang memberi hadiah pada anak-anakanya
"Mau dong bu" Lala berharap
Sementara Keenan menyunggingkan bibirnya ke atas seraya menatap Tasya.
'Dia itu lucu sekali' batin Keenan
'Eh, Sadar kau! Kau sudah janji untuk tak menyukainya lagi' Keenan menyubit lengannya sendiri.
Reza keluar dari ruangan menyaksikan ke konyolan Tasya dan Lala.
'Dia itu sudah mau jadi ibu tapi kelakuannya masih seperti anak-anak. Ckkckk' batin Reza
Satu snack berukuran jumbo tersebut kini terbuka, aroma khas snack tersebut membuat Tasya ingin sekali mencicipinya. Dia tidak sadar, sepasang mata sedang mengawasinya agar tidak memakan snack tersebut.
Tangan Tasya masuk ke dalam kantong snack, begitu snacknya terpegang, Reza segera menyambar tangan tersebut dan memasukan snack ke dalam mulutnya.
"A Reza! Iih tega sekali!" ketus Tasya
Reza mengambil snack tersebut memberikannya pada Lala.
"Punyamu ada di dalam. Ini kan punya Lala sama anak magang itu. Gak boleh serakah sayang" ucapnya mengingatkan
"Makan sedikit saja A Reza sampai heboh begitu" Tasya menjilati tangannya bekas memegang snack tersebut, membuat Reza menjadi tak tega melihatnya.
"Minta sedikit La" ucap Reza
Lala memberikan snack tersebut kepada Reza.
"Sini buka mulutnya" pinta Reza pada Tasya
'Astagaa dia pamer kemesraan lagi! Huh tidak tahu malu!' Batin Lala
"Terima kasih A" setelah beberapa keping snack mendarat di mulut Tasya. Reza segera mengembalikan snack tersebut kepada Lala.
"Sudah ya sayang. Kamu kan janji" pinta Reza menahan kesalnya
Sebenarnya dia tidak tega dan tidak mau membatasi Tasya, tapi rasa ketakutannya lebih besar, sehingga dia bersikap over protektif pada Tasya tanpa sadar.
"Kenapa bu Tasya dilarang makan snack Pak?" Tanya Lala penasaran
"Demi kesehatan istri dan anakku La" jelasnya
"Oh" Lala membulatkan mulutnya
'Snack saja sampai begitu. Kasihan Bu Tasya, suaminya over protektifnya dosis tinggi' batin Lala
"Mau pulang sekarang?" tanya Reza pada Tasya
"Mau Pak" Lala yang menjawabnya
"Hmm.. Boleh untuk hari ini. Kalian bisa pulang lebih awal." Reza tersenyum pada Lala
__ADS_1
"Yess.. Terima kasih Pak" ucapnya kemudian
Mereka semua merapikan mejanya masing-masing dan bersiap untuk pulang.
***
"Yuk pulang sayang" ajak Reza begitu keluar dari ruangannya
"Ayo"
"Kamu mau ikut bersama kami La?" Tasya menawarinya
"Tidak bu, terima kasih. Aku sama Keenan. Iya kan Keen?" tolak Lala sambil melihat ke arah Keenan
Keenan hanya diam tak menyahutnya.
"Keenan" panggilnya
"Hmm.. Iya iya" Jawabnya singkat
"Ya sudah kita pamit ya" ucap Reza seraya berlalu
***
Tasya dan Reza tiba di rumah disambut oleh Pak Danu yang sedang berkutat dengan laptop dihadapannya.
"Sedang apa Pa? Sepertinya sibuk sekali" tanya Tasya mendekat ke mertuanya
"Ini, Papa sedang mengatur jadwal reuni. Papa kebetulan di tunjuk sebagai pengurusnya" ucapnya bangga
"Papa malah mengurus hal yang gak penting. Ayo sayang istirahat dulu" ajak Reza dengan membawa tiga kantong belanjaan mereka
"Aku masuk dulu ya Pa" Pamit Tasya
"A Reza! Sana ke kamar mandi dulu." pinta Tasya
"Sebentar sayang. Aa lelah" ucapnya
"Aa gak sadar kalau Aa bau? Cepat dong A!" Tasya kesal
"Kamu kenapa sih? Padahal Aa gak bau. Parfum Aa juga masih tercium" dia mencium kemerjanya
"Aa.. Cepat" pinta Tasya
"Ya ampun.. Mami bawel sekali" Reza kesal
***
Tasya keluar dari kamar mandi setelah Reza mandi terlebih dahulu. Reza merebahkan badannya sambil bermain ponsel miliknya.
"A Reza, maafkan aku ya" Tasya tiba-tiba, duduk di bibir kasur
"Kenapa sayang?" Reza menghentikan aktivitasnya
"Hmm.. Aku gak nurut sama Aa"
"Gak nurut bagaimana?" Reza heran
"Ya tadi aku ambil snack itu. Hehe" Tasya merasa berdosa
"Iya gak apa-apa. Aa mengerti kok. Susah untuk merubah pola yang sudah terbentuk kan. Hanya saja belajar menghindari."
"Tapi dapat ide dari mana kamu sampai nakal begitu. Hmm?" Reza mengelitik pinggang istrinya
"Haaa ampun A. Habis kalau minta pasti Aa langsung melotot dan gak boleh. Eh tiba-tiba saja dapat ide begitu. Hehe" jawabnya polos sambil tiduran setelah di gelitik Reza
__ADS_1
"Anak papi bikin mami jadi nakal nih. Mami baru pertama kali begini loh sayang" Reza mengelus lembut perut Tasya.
Tasya msnbelai lembut kepala sang suami yang masih agak basah.
"Mami lapar lagi?" Reza mendongak kemudian mensejajarkan tidurnya dengan Tasya
"Enggak sayang" Tasya mulai beringsut menyandarkan kepalanya di lengan sang suami
Reza mengecup kepala sang istri bertubi-tubi.
Sementara Tasya memeluknya dengan erat. Sebelah kaki Tasya menindih tubuh Reza
"Nah ini bukan mami nih. Papi tahu betul mami seperti apa" ucap Reza
Tasya tersenyum mendengarnya.
"Ayah sama ibu kapan kesini ya A?" tanya Tasya
"Sabar, mereka kan lebih sibuk dari pada kita" ucap Reza
"Aku kangen" ucapnya sambil memejamkan mata
"Sama Aa gak kangen?" tanyanya
"Kangen apa sih, tiap saat sama Aa" ucapnya
"Aa sih kangen sekali sama kamu" tangan Reza mulai nakal
"Aw.. Sakit A" Tasya meringis
"Kenapa? Padahal Aa pelan" Ucapnya
"Dua-duanya sakit sekali sekarang A" ucap Tasya
"Coba buka di internet,apa ada pengaruhnya karena kehamilan atau tidak." Reza membuka ponselnya. Dia membaca dengan seksama.
"Oh iya, memang begitu. Buat persiapan mengasihi baby kita nanti, jadi itu pun membesar" ucapnya
"Sabar ya. Maaf kalau kamu merasa menderita" ucap Reza tulus
"Tidak apa-apa A. Pengorbanan semua calon ibu seperti ini kali ya" ucap Tasya
"Hmm..tidak disangka, kalau yang dulu ada, aku jadi calon ibu dua anak A" tiba-tiba matanya berkaca-kaca
"Sudah. Yang penting, kita jaga si kecil ini" Reza mengelus lembut perut Tasya
"Yang kemarin jadikan pelajaran buat kita agar lebih berhati-hati" ucapnya kemudian
"Kalau yang pertama ada, anak kita laki-laki atau perempuan ya A" kenang Tasya
"Sya"
"Hmm" Tasya mengusap air matanya
"Dek, tahu gak, mami sekarang cepat nangis, cepat marah, cepat juga peluk-peluk papi. Kayaknya mamimu cinta mati sama papi" Reza mengalihkan pembicaraan mereka agar Tasya berhenti mengenang kejadian kemarin.
"Enak saja! Aku gak cepat marah tahu" tukas Tasya sebal
"Lah itu apa" Reza menyeringai
*****Hallo Readers tersayang, terima kasih untuk suportnya ya.. Semoga sehat dan bahagia selalu ^^ seperti biasa, aku minta bantuan VOTEnya ya, jangan lupa tinggalkan jejak dengan LIKE dan KOMENTARNYA.
Oya, aku belum kasih visualnya karena kemarin tidak sesuai target. Sabar ya. Hehe.
Terima kasih*^^ **
__ADS_1