
"Sayang, nanti makan sendiri gak apa-apa ya?" ucap Reza saat masuk ke dalam mobil
"Iya. Tapi aku mau makan kwetiaw goreng ya A" pinta Tasya
"Iya nanti sekalian lewat. Tapi harus dimakan ya, kamu kalau ngantuk tidur saja, jangan nunggu Aa pulang" ucap Reza
"Iya" ucapnya
Setelah beberapa lama, mereka tiba di tenda nasi goreng langganan mereka. Reza segera turun untuk memesan kwetiaw pesanan sang istri. Sementara Tasya menunggu di dalam mobil sambil memainkan ponselnya.
Setelah pesanan mereka selesai, Reza segera melaju ke rumahnya. Dia memarkirkan mobilnya di pinggir pagar rumah mereka.
"Hati-hati ya A. Jaga hati jaga mata" ancam Tasya
"Iya sayang" ucapnya tanpa membantah
"Dedek jangan rewel ya kalau gak ada Papi, makan yang banyak Mami sama Dedek" Reza mengelus perut Tasya lembut kemudian dia mengecup lembut wajah istrinya.
"Jangan terlalu lama ya A" pinta Tasya
"Iya sayang. I love you mami" ucap Reza
"Love u Papi" ucap Tasya seraya keluar dari mobil.
***
Tasya masuk ke dalam rumah, disana Pak Danu sedang menonton televisi.
"Mana Reza, Nak?" tanya Pak Danu
"Dia ada janji bertemu temannya Pa, Papa sudah makan?" tanyanya seraya mengecup punggung tangan sang mertua
"Sudah Nak. Kamu makan dulu, jangan maksa menunggu Reza" pinta Pak Danu
"Iya, aku beli kwetiaw Pa. Papa mau?" Tasya basa basi
"Enggak. Papa sudah kenyang" tolak Pak Danu
"Aku masuk kamar dulu kalau begitu Pa" pamit Tasya
Tasya segera membersihkan badannya. Dia mengambil kaos milik Reza dan memakainya. Setelah selesai dia memainkan ponselnya sambil memakan kwetiau di kamarnya.
"A Reza lama sekali" gumam Tasya sambil melirik jam.
"Baru sejam, tapi rasanya kangen sekali" ucap Tasya sambil menghirup aroma kaos milik suaminya.
'Sayang' Tasya menuliskan pesan pada Reza
'Iya sayang, sebentar lagi Papi pulang ya. Adit masih ngajak ngobrol. Gak enak kalau pulang sekarang' balas Reza cepat
Tasya tak membalasnya kembali. Dia memainkan ponselnya, rasanya dia tak selera untuk makan. Kwetiaw pun masih terlihat utuh.
Tasya merubah posisi tidurnya. Sesekali dia melihat ponselnya.
"Bilangnya sebentar tapi jam segini masih belum pulang" gerutu Tasya kesal
Cekrek..
Pintu kamar terbuka. Reza masuk ke dalam kamar
"A Reza!" ucap Tasya girang seraya memeluk tubuh suaminya
__ADS_1
"Kok belum tidur?" ucapnya sambil membalas pelukan Tasya
"Aku gak bisa tidur" ucapnya sambil melepaskan pelukannnya
"Sana mandi sayang!" pinta Tasya
"Iya" ucapnya seraya melepas kancing kemejanya.
Tasya melihat Reza sangat seksi saat melepas kancing kemejanya.
'Ganteng sekali suamiku' batin Tasya
"Kenapa?" tanya Reza saat memergoki Tasya yang masih memperhatikan dirinya
"Gak apa-apa sayang. Sana mandi" pintanya kemudian
Tasya menunggu Reza mandi sambil merebahkan badannya. Seperti biasa, Reza melilitkan handuk di pinggangnya setelah keluar kamar mandi.
Tasya segera bangkit kemudian memeluknya dari belakang saat Reza membuka lemari.
"Aa wangi" ucapnya seraya menghirup aroma tubuh Reza
"Kamu di tinggal sebentar jadi manja begini" ucap Reza
Dia mengecup Tasya, Tasya yang menginginkannya dari tadi segera membalasnya. Tak butuh waktu lama untuk keduanya menyatu.
"Makan apa sama Adit sayang?" tanya Tasya seraya membetulkan selimutnya
"Tadi Aa cuma makan pastry sama ngopi sayang" ucap Reza seraya mengeratkan pelukan pada istrinya
"Terus?" tanya Tasya
"Adit pindah kerja ke supermarket yang di Mall itu. Tapi masih di divisi Fresh. Gila kan memang wanita sialan itu. Adit yang sudah lama disana sampai hengkang begitu" gerutu Reza
"Si jalangkung itu, yang kita ketemu di nikahan Adit. Masa kamu lupa?" jelas Reza
"Oh iya. A, kalau dia pindah di supermarket lain, bisa dong sayang kita masuk kesana?" tanya Tasya
"Iya, makanya Adit ngajak ketemu juga. Kebetulan yang lama mau habis kontrak terus pengiriman barangnya selalu telat sama kadang kurang segar sayurnya. Dia ingat sama Aa" ucap Reza kemudian
"Baik sekali Pak Adit. Semoga rezeki Dedek sayang" ucap Tasya
"Iya. Semoga saja rezeki anak kita. Cabangnya ada lumayan juga sayang" ucap Reza
"Makanya Aa nanti mau kesana. Paling sibuk beberapa hari ini" ucapnya
"Gak apa-apa, ridho deh di tinggal-tinggal asal ada hasilnya " ucap Tasya menyeringai
"Yakin? Baru di tinggal empat jam saja sudah kangen kayak begini" ucap Reza
"Dari pada pulang di cemberutin. Mending mana hayo" tanya Tasya
"Mending ini lah" ucapnya seraya mengelus area tubuh Tasya dengan bebas dari balik selimut.
"A Reza geli!" protes Tasya seraya tertawa
Reza melancarkan aksinya kembali.
"Jangan lagi A" pinta Tasya
"Kenapa? Diamond masih kangen" ucap Reza
__ADS_1
"Takut Dedek kenapa-napa" Tasya memberi alasan
"Hmm.. Ya sudah. Sun sayang saja" pintanya yang langsung mengecup Tasya
Reza menepati ucapannya. Keduanya tertidur pulas dengan saling memeluk satu sama lain dibalik selimut mereka.
Seperti biasa, Tasya terbangun jam dua malam. Dia merasa sangat haus.
Tasya bangun kemudian mengambil air minum. Setelah itu, dia memakai kaos suaminya kembali.
"Lapar sekali ya Dek. Kamu selalu minta makan jam segini" gumam Tasya
"Sayang, bangun" ucap Tasya
"Hmm.."
"Anakmu lapar A" rengek Tasya
"Mau apa?" tanyanya seraya mengucek matanya
"Mau sandwich" pintanya
"Sebentar Aa ke kamar mandi dulu" pinta Reza
Setelah selesai keduanya keluar kamar.
"Anak Papi minta makan jam segini terus. Untung perut Maminya saja yang membesar" ucap Reza seraya mengelus perut sang istri.
Reza segera membuat sandwich untuk sang istri. Dia melihat istrinya sangat lahap saat makan.
"Mami sih, semalam gak makan" ucap Reza
"Habis gak ada Aa, aku gak nafsu makan" ucapnya seraya mengunyah
"Mau ini?" tanya Reza seraya mengambil kiwi dari kulkas
"Mau. Tumben Aa inisiatif" ucap Tasya
"Kenapa harus kiwi sih sayang?" tanya Reza
"Apanya?" tanya Tasya tak mengerti
"Ya kenapa Dedek maunya kiwi. Kan banyak buah yang lainnya" tanya Reza heran dengan tangan yang sibuk mengupas kiwi
"Ya mana ku tahu A. Cuma inginnya itu saja gak mau yang lain." ucap Tasya yang masih mengunyah sandwich
Reza memberikan kiwi tersebut pada Tasya, sementara Tasya menyuapi sandwich sisanya kepada Reza. Dengan pasrah Reza mengunyah sandwich tersebut.
"Lama-lama Aa gemuk sayang. Diajak makan jam segini terus" protes Reza
"Jangan. Aku gak mau Aa kayak bapak-bapak. Makanya Aa olahraga" pinta Tasya
"Iya nanti Aa mau olahraga. Berat badan Aa kayaknya ikut naik." ucap Reza
Setelah selesai mereka berdua kembali ke kamar. Reza hendak memeluk Tasya.
"Aa jangan peluk-peluk"
"Kenapa?" tanya Reza
"Panas" ucapnya seraya menyimpan guling diantara mereka
__ADS_1
'Mulai kumat' batin Reza