BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Kebahagian Reza Dan Tasya


__ADS_3

Tasya mengingat-ngingat wajah lelaki tersebut.


Lelaki tersebut mempersilahkan Tasya keluar terlebih dahulu, dia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.


"Mbak apa kabar? Masih ingat saya?" tanya lelaki itu dengan wajah kaget tapi senang


"Alhamdulillah baik" jawab Tasya dengan muka yang agak pucat


"Ingat saya kan mba? Saya Keenan. Yang di taman itu" Keenan menjelaskan.


"Oh iya, saya ingat mas." Tasya tersenyum simpul


"Kalau boleh tahu siapa nama mbak?" tanya Keenan penasaran


"Saya Tasya. Jangan panggil mbak. Panggil nama saya saja mas" ucap Tasya


"Jangan panggil mas juga, panggil Keenan saja. Kayaknya kita seumuran mbak. Hehe" polos Keenan


"Tasya kuliah dimana?" tanya Keenan


"Kuliah?" Tasya menahan senyumnya.


"Kerja?" ralat Keenan


"Iya." jawab Tasya singkat


"Wah, aku harus manggil mbak kalau begitu. Maaf ya, habis terlihat kayak anak kuliahan mbaknya" Keenan jujur


"Hehe.. Saya duluan kalau begitu" Tasya memotong percakapannya kemudian mengambil motornya.


'Umur bukan halangan. Moga kita ketemu lagi mbak Tasya cantik' batin Keenan.


***


Keesokan harinya


Pagi-pagi sekali Tasya sudah bangun. Dia bergegas masuk ke dalam kamar mandi.


'mudah-mudahan positif' batinnya tak henti berdoa


Dia membuka matanya sedikit demi sedikit. Dia membelalakan matanya. Dilihatnya dengan seksama.


DEG!


Satu garis dengan warna yang jelas, dan satu garis terlihat sangat samar olehnya.


"Kalau negatif, garisnya di tengah begini kan ya?" dia membolak balik bungkus tespek tersebut untuk memastikannya. Walau pun bukan pertama kalinya dia memakai tespek.


"Ya Allah.. Ya Allah.. Ya Allah" batinnya senang,ada harapan disana.


Dia keluar kamar mandi. Reza masih pulas. Di melihat suaminya tersebut dengan seksama. Di belai lembut wajah suaminya tersebut.


"Kenapa sayang?" ucap Reza membuka sedikit matanya


Diarahkan tangan Reza ke perutnya.


"De, Ayahmu tidur terus sayang." di elus-elus perutnya oleh tangan suaminya, masih dia yang mengarahkannya.


Reza mendengarnya masih terkantuk.


"Kamu ngapain sih Sya" ucap Reza tak faham. Dia masih dengan suara beratnya

__ADS_1


"Sayang, nanti jangan kaya ayah ya, tidur melulu kerjaannya" Tasya berbicara tepat di telinga Reza


"Hmm.." jawab Reza asal, masih dengan kantuknya


Tasya kesal, Reza masih meresponnya asal.


"A Reza ih! Bangun..Aa mau punya anak gak?" kesal Tasya kemudian


"Mau. Aa masih ngantuk Sya, jangan sekarang" balas Reza


'siapa juga yang minta itu' batin Tasya


"A, aku hamil!" ucapnya di telinga Reza.


Bayangan untuk membuat kejutan suaminya buyar. Tidak seperti para artis online yang sering dia lihat, suaminya akan terkejut dan terharu. Tapi tidak dengan Reza. Dia selalu susah untuk dibangunkan.


'Dasar A Reza!' kesalnya


Tasya mengelus perutnya. Tidak menyangka di tubuhnya ada janin yang selama ini mereka harapkan.


'Permainan yang mana ya ini?' dia tersenyum sendiri


'Apa yang kemarin? Atau waktu kita berantem, atau..' Tasya mengingat-ngingat hal yang dilakukan bersama suaminya.


Tak hentinya dia tersenyum sambil mengelus perutnya. Dia kemudian keluar kamar dan membuat sarapan bersama bi Tinah dengan hati gembira.


"Sya..Sya.." teriak Reza keluar dari kamarnya


"Apa sih A Reza pagi-pagi sudah teriak-teriak begitu" ucap Tasya


"Sini.. " Reza menarik tangan Tasya dan membawanya ke kamar. Bi Tinah melihat heran ke arah mereka.


"Sayang.. Kamu..." Reza berlutut di hadapannya setelah dia menutup pintu kamar


"Eh ayah, papa, papi, abi atau apa Sya?" Reza mendongak ke arah Tasya dengan senyumnya.


Tasya tersenyum bahagia. Di elus rambut suaminya tersebut.


Reza bangkit. Dia memeluk erat Tasya.


"Sya, kita gak mimpi kan sayang?" di kecupnya kening Tasya bertubi-tubi


"Sayang, tapi ini gak jelas ya?" Reza melihat kembali tespek yang Tasya simpan di meja.


"Iya A. Kenapa ya? Apa karena baru?" Tasya heran


"Coba Aa cari di internet. Sini sayang" Reza menarik Tasya duduk di pangkuannya sambil membuka internet.


Tasya melingkarkan tangannya di leher suaminya. Dikecup kepala suaminya berkali-kali dengan gemasnya.


Reza melihat ke arahnya


"i love you sayang" ucap Reza kemudian memonyongkan bibirnya


Kecupan kilat dari Tasya membuat mereka tersenyum bersama.


Reza dan Tasya membaca sebuah artikel di ponsel Reza.


"Hmm.. Benar ternyata. Ada Reza junior disini" Reza mengelus kembali perut Tasya yang masih datar


"Terima kasih istriku. Pagi ini Aa bahagia sekali" ucapnya masih memeluk Tasya dipangkuannya

__ADS_1


"Aku tadinya mau buat surprise gitu A, kayak artis online gitu. Eh Aa mah susah dibangunin" Tasya bersungut


"Maaf.. Hehe.. Tapi Aa kaget juga sih. Pas Aa dari kamar mandi Aa lihat itu kan di meja. Biasanya kamu buang langsung, ini kok di taruh di meja" ucap Reza sambil menunjuk tespek tersebut


"Terus Aa pegang?" tanya Tasya


"Iya, kan penasaran. Aa lihat benar gak sih ini garisnya. Terus manggil kamu" ucapnya sambil mengecup gemas pipi Tasya


"Sudah sana mandi dulu A. Terus kita sarapan" perintah Tasya


"Ke dokter yuk sayang? Aa ingin tahu lebih jelas. Benar apa nggak. Rasanya ini mimpi Sya" ucap Reza yang memang mendambakan seorang anak dari dulu


"Ayo. Ya sudah sarapan dulu kalau begitu" ajak Tasya


"Sya, Papa mau di kasih tahu sekarang?" tanya Reza


"Nanti setelah pasti dari dokter saja ya sayang" jawab Tasya


"Juniorku, nanti Papa lihat kamu ya sayang" Reza mengelus lagi perut Tasya


"Apa dong panggilan kita Sya?" tanya Reza bingung


"A Reza belum juga.." Tasya gemas dengan tingkah Reza


"Papa, Papa Danu. Ayah, Ayah Taufik. Papi ya Sya." Reza mengangkat alis tebalnya


"Apa sih A Reza!" Tasya geli melihat kelakuan Reza


"Abi? Uktii oh ukhtii. Haha" Reza tertawa saat teringat panggilannya terhadap Tasya dulu.


Tasya ikut tertawa melihatnya.


"Kenapa sih A dulu manggil aku ukhti?" Tasya penasaran


"Ya karena waktu kerudungmu di lepas itu kamu heboh minta ambil. Aa pikir kamu anak pesantren" Reza tersenyum mengingat Tasya waktu itu


"Ya iyalah. Malu tahu A. Sudah biasa pakai kerudung depan orang tiba-tiba gak pakai kerudung depan om-om galak. Siapa yang gak panik" Tasya menjelaskan


Mereka tersenyum kembali


"Ayo A sarapan" Tasya merengek


"Kamu lapar ya sayang" Reza mengelus perut istrinya.


"Nanti makan yang banyak ya, biar kuat kayak Papi" Reza menyeringai


"Iya! Kayak Papi Reza kuat tidurnya" ledek Tasya sambil membuka pintu kamar


Dan Reza tertawa keras dibuatnya.


"Pagi-pagi sudah ceria" ucap Pak Danu yang sama-sama keluar dari kamarnya


"Masa mau marah-marah sih Pa" Reza membela diri


"Hari ini Papa mau ketemu om Yudi, Za" ucap Papa sambil menarik kursi yang akan dia duduki


"Iya" jawab Reza singkat


"Papa ingat jangan makan sembarangan. Jangan kecapean Pa" Tasya mengingatkannya


"Tuh dengar Pa" Reza meledek Papanya

__ADS_1


***Hallo Readers, Episode kali ini spesial buat yang request agar Tasya segera hamil. Bagaimana kelanjutannya? Yuk bantu Rate bintang 5, VOTE KOIN dan POIN jangan lupa LIKE dan KOMENTARnya.. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2