
Selama perjalanan ke supermarket, Tasya tak hentinya menempel di lengan sang suami.
"Hari ini kamu manja sekali Sya" ucapnya sambil mengacak kerudung sang istri saat macet
"Memang gak boleh manja A?" ucap Tasya dengan nada tak bersahabat
"Tentu boleh dong sayang, Aa malah senang"
'Salah ngomong, nyawamu dalam bahaya Za!' batinnya
Kini mobil putih tersebut baru sampai di parkiran supermarket. Mereka masuk ke dalam gedung yang sangat luas itu.
Reza mengambil troley, dan Tasya menggenggam lengan Reza seolah takut terpisah.
"Sebelah mana ya sayang susu hamilnya?" Reza mengedarkan pandangannya.
"Biasa di rak susu kan" jawab Tasya simpel.
Satu persatu rak mereka lewati. Sehingga tidak terasa troley telah terisi setengahnya. Sementara susu hamil yang akan dibelipun belum masuk ke dalam troley mereka.
"Tuh susu hamil sayang" ucap Reza
Keduanya mendekat ke rak susu hamil, disana tersedia berbagai macam merk susu dengan berbagai macam rasa.
"Aku bingung mau yang mana" ucap Tasya sambil memilih
"Mau yang ini?" Reza memberikan brand terkenal dengan rasa cokelat.
"Hmm.. " Tasya nampak berpikir
"Atau mau yang ini?" Kini dia mengambil rasa strawberry
'Ayo dong Sya, milih susu saja lama' batinnya
"Ini sayang, ada rasa moca" ucapnya kemudian
"Yang mau minun susu kan aku, kenapa Aa yang repot milih" pancing Tasya
'Wahai hati bersabarlah, ingat pasal yang berlaku itu oke. Semangat!'batin Reza
"Iya, Aa cuma menyarankan sayang" ucapnya
Lama sekali dia menimang susu yang satu dengan yang lainnya.
'Tuhaan..milih susu juga harus semedi dulu sepertinya' batinnya sudah tak sabar
"Jadi yang mana sayang?" tanyanya dengan lembut, berbanding terbalik dengan hatinya yang sudah bergejolak.
'Kalau kamu gak hamil Sya..' kembali batinnya protes
"Aku mau yang ini saja kalau begitu" Tasya mengambil dan menaruhnya di troley mereka
'Apa! ngambil yang itu? Itu yang aku tawarkan paling awal tadi! Fuuuhh!' batinnya sudah sangat kesal
"Satu saja sayang? Nanti takutnya kamu bosan loh" Ucap Reza
Tasya yang sudah mulai berjalan kemudian membalikan badannya kembali.
"Iya ya A, nanti kalau aku malah gak suka bagaimana? Hmm..coba pilih lagi" ucapnya
'Salah ngomong! Harusnya biarkan saja tadi tuh! Lama lagi kan Za! Rasakan! Kamu sendiri yang menawarkan" Kini batinnya berperang
"Mending ambil semua rasa sayang. Nanti di rumah coba satu persatu" Reza memberikan pilihan
"Hmm.. Memang boleh A?" Tasya nampak ragu
"Tentu boleh sayang. Apa sih yang enggak buat kalian"
'Puji saja Za, siapa tahu dia bisa cepat!'
"Ya sudah kalau begitu, aku mau semua rasa merk ini" ucapnya riang
'Yes! Berhasil!' batinnya bersorak
Tubuhnya secara refleks mengambil semua rasa susu.
__ADS_1
"Ada lagi yang mau di beli?" tanyanya
"Buah sayang" pinta Tasya
"Buah masih banyak di lemari es"
"Hmm.. Yogurt?"
"Ada sayang"
"Snack?"
"Sya!"
"Hehe.. Aku kira boleh" Tasya menggodanya
"Boleh, tapi Aa yang makan" Reza tertawa
"Sama saja bohong!" Tasya bersungut
"Ya sudah kalau gitu, ayo kita pulang" ajak Tasya
Mereka kemudian berjalan menuju ke kasir sambil melihat-lihat barang yang lainnya.
Kasir mulai menghitung berlanjaan mereka.
"Capek sayang?" tanyanya
Sang kasir melirik kepada Reza.
"Enggak." ucap Tasya
"Pap, boleh cokelat?" pinta Tasya
'Ya Tuhan! Kenapa gak dari tadi!'
"Boleh."
"Mbak, sebentar saya cari cokelat dulu ya" ucap Reza pada kasir tersebut
"Oke" Reza bergegas kesana.
Sang kasir melirik Tasya dengan tak suka.
Tak lama Reza kembali dengan membawa lima cokelat.
"Terima kasih sayang" ucap Tasya lembut
Reza mengeluarkan kartunya dan membayar semua belanjaannya.
Reza membawa kantong plastik di tangan kanan kirinya.
"kuncinya ambil disini sayang" pinta Reza
Tasya memasukkan tangannya di saku celana Reza, kemudian mengambil kunci dan membuka pintu mobilnya
Keduanya memasuki mobil. Tasya mengambil sebuah cokelat dan memakannya dengan asyik. Tak lupa, dia menyuapi suaminya yang melirik ke arahnya dari tadi.
***
Setelah sampai di rumah, Tasya segera mandi untuk membersihkan dirinya, sementara Reza menunggunya sambil bermain game di ponselnya.
"Cepat mandi A. Aa bau sekali" ucapnya
Reza mencium aroma tubuhnya sendiri.
"Enggak bau sayang. Biasa saja" tukasnya
"Bau, sana jangan dekat-dekat" ucap Tasya ketika Reza hendak mengecupnya
'Tadi nempel gak mau lepas, sekarang bilang bau. Fuuhh'
Reza berjalan ke kamar mandi.
Setelah selesai, dia melilitkan handuk di tubuhnya seperti biasa, tiba-tiba Tasya memeluknya.
__ADS_1
"Hmm.. Wangi"
Reza yang senang kemudian mengecup lembut bibir istrinya. Mereka bergumul cukup lama.
"Tuh kan. Kamu membangunkan" ucap Reza
Tasya tertawa
"Sengaja ya kamu menggoda, sudah tahu disuruh puasa dulu"
Tasya semakin senang.
"Teganya kamu Sya" Reza bersungut. Dia harus meredam rasa inginnya.
"Sayang, ayo mau minum susu yang mana sekarang? " tanya Reza
Keduanya keluar kamar. Setelah sampai dapur, Reza membariskan susu tersebut. Tasya memilih rasa apa yang harus diminumnya sekarang.
" Yang ini saja" ucap Tasya mengambil rasa cokelat
'Sudah ku duga! Pasti yang ini. Tapi berpikirinya seolah mengerjakan tugas matematika!' batin Reza
Tanpa banyak bicara, Reza segera merapikan kembali susu yang belum dibuka. Kemudian membuat segelas susu rasa cokelat untuk Tasya.
"Ini tuan putri, susunya" Reza memberikan susu kepada Tasya yang duduk di meja makan
"Ih kenapa baunya amis sekali. Huueekk.. Huueekk" Tasya menutup mulutnya
Reza segera menyingkirkan susu tersebut menjauh dari Tasya. Dia mencium aroma susu tersebut. Dicicipnya susu rasa cokelat itu.
"Enggak bau kok. Enak malah sayang" ucapnya
"Aa saja yang minum!" ketus Tasya
Reza kemudian meminum susu tersebut tanpa sisa.
"Sekarang mau yang mana kalau begitu?" tanya Reza seraya mengambil kembali susu yang belum dibuka.
"Yang ini ya? Ini rasa mangga sepertinya segar sayang" bujuk Reza kemudian
"Iya mau" Tasya tak banyak protes
Reza membuat susunya kembali.
"Ini susunya sayang" Reza menyodorkan susu tersebut
"Kok begini sih baunya? Masa bau mangga begini?" protes Tasya
'Drama lagi kan? Sabarlah hatiku' batin Reza
"Begini bagaimana? Ini enak sayang baunya" bujuk Reza
"Coba cicipi A" pinta Tasya
'Dia yang hamil, aku yang minum susunya. Gak bakalan tumbuh janin kan di perutku!' gerutu Reza
Reza meneguk sedikit susu tersebut
"Enak sayang, lebih segar daripada yang cokelat tadi" bujuknya kembali
Tasya mengambil susunya. Dia mencium aroma susu tersebut dalam-dalam
"Aku gak mau, gak enak sekali baunya" protes Tasya
"Terus ini Aa lagi yang harus minum?" tanya Reza dengan nada meninggi
"Kalau gak mau minum buang saja A! Kenapa marah?" Tasya tak kalah nada
Reza meneguk susu tersebut dengan kesal!
"Sekarang mau yang mana lagi! Jangan rewel kamu!" hilang sudah kesabaran Reza
"Kok Aa marah? Aku gak mau minum susu!" Tasya pergi ke kamar meninggalkan Reza
'Tuhaaannn rasanya frustasiiii!'
__ADS_1
Sementara Tasya tengah menangis di dalam kamar.