BUKAN SITI NURBAYA

BUKAN SITI NURBAYA
Ada Apa?


__ADS_3

"Assalamualaikum sayangku" ucap Reza dengan rasa takut saat teleponnya terhubung


"Waalaikumsalam. A Reza gak kasih kabar kan. Asyik sendiri" yang di seberang sana sudah menaikan nada suaranya


"Maaf sayang, ponsel Aa mode sillent. Jadi gak dengar. Tadi juga kita fokus bahas kerjaan" jujurnya


'Padahal jalan sama ayah dan kakaknya sendiri' batin Reza


"Hmm..lupa sama anak istri" Tasya cemberut


'Ya Tuhan.. Baru beberapa jam' batinnya


"Iya maaf. Mami sama dedek sudah makan?" tanyanya


"Za cepat!" ucap Pak Danu


"Mau kemana lagi A?" selidik Tasya


"Makan sayang. Dari tadi belum makan. Aa sudah lapar. Aa pergi dulu ya sayang"


Tasya tak menjawabnya.


"Kasihan Ayah juga pasti lapar" ucapnya kemudian


"Ya sudah" Tasya mematikan ponselnya


'Hhh.. Apa sih maunya ibu hamil" batin Reza sambil bergegas masuk ke dalam mobil


"Kenapa lagi dia A?" tanya Rasya


"Biasa, gak kasih kabar" keluh Reza


"haha.. Rasakan kamu Za! Memang enak" ucap Pak Danu


"Wanita memang rumit" ucap Pak Taufik


"Untung aku bukan wanita" Rasya menimpali


Mereka tertawa senang.


***


'A Reza senang sekali main sama A Rasya. Sampai gak ingat aku. Jangan-jangan kemarin cemburu gara-gara dia ingin dekat sama A Rasya bukan gara-gara aku nempel sama A Rasya. Huh sebal!" tasya menggerutu sendiri


"Kenapa sih? Mukanya di tekuk begitu?" tanya ibu saat melihat Tasya bicara sendiri.


"A Reza bu, dia asyik sendiri" ucapnya tanpa sadar


Ibu tersenyum mendengarnya.


"Kamu kok jadi posesif" ledek ibu


"Hehe.. Bukan begitu bu, cuma tumben sekali A Reza gak kasih kabar."


"Iya..iya.." ibu mengerti kondisi ibu hamil


***


Tasya dan ibu ngobrol dengan asyiknya seolah pembahasan mereka tak kunjung habis. Sesekali Tasya menoleh pada ponselnya. Dia menunggu pesan atau telepon dari sang suami dengan rasa kesal dan rindu.


Waktu telah menunjukan jam delapan malam, yang di tunggu tak kunjung datang, Tasya merebahkan badannya di sofa.


"Sya, sana makan dulu. Jangan menahan lapar. Ingat sama janinmu" ucap ibu


"Nanti saja bu, belum lapar. Dari tadi aku makan biskuit sama buah" ucapnya.


Setelah beberapa lama, dia tertidur. Ibu menyelimutinya dengan kain tipis miliknya.


Dari luar, suara mesin mobil terdengar masuk kedalam halaman rumah. Reza bergegas turun lebih dulu. Dia telah menyiapkan mentalnya untuk menghadapi marahnya sang istri.


"Assalamualaikum" ucapnya begitu masuk

__ADS_1


"Dia tidur" gumam Reza


"Kasihan, nunggu kalian pulang katanya ingin makan bersama sampai ketiduran" Ibu menghampiri


"Maaf Bu, kita keasyikan" ucapnya


Tak lama, Rasya, Ayah , dan Papa menghampirinya.


"Kasihan anakmu yah, ayah kesini malah asyik sendiri. Anaknya nunggu ingin makan bersama" ucap Ibu sedikit kesal


'Bukan aku saja yang kena" batin Reza


"Ya sudah ayo makan, bangunkan saja dia, Za" ujar Pak Danu merasa tak enak hati


"Yuk kita tunggu di sana saja San" ajak Pak Danu pada besannya. Mereka meninggalkan ruang televisi.


"Sayang, bangun yuk. Kita makan" Reza menepuk pelan pipi Tasya


Tasya terbangun. Dia masuk ke dalam kamar. Kemudian merebahkan tubuhnya kembali di atas kasur seperti orang yang sedang mengigau. Reza mengikutinya masuk ke dalam kamar. Tak lama, Reza keluar lagi.


"Dia tidur lagi." ucap Reza menghampiri mereka


"Ya sudah, biarkan saja. Ayo lanjut makan saja" ucap Pak Danu


Mereka sebenarnya sudah makan di luar, tapi karena Ibu Tasya sudah menyiapkan makanan. Mau tak mau mereka makan lagi walaupun masih kenyang.


Reza masuk kembali ke dalam kamar, dia bergegas mandi setelah seharian berada di luar ruangan.


"Kasihan yang nunggu. Maaf ya sayang" gumamnya sambil memeluk sang istri.


***


Sepertiga malam, Tasya terbangun karena ingin buang air kecil. Dia melihat suaminya tidur dengan pulasnya.


"A Reza bangun" Tasya mengguncang tubuh Reza


"A, bangun A" ucapnya lagi


"Hmm"


Reza memicingkan matanya. Dia mengusap wajahnya kemudian duduk.


"Kenapa sayang?" tanyanya masih terkantuk


"Aku lapar"


"Makan biskuit mau?" tanya Reza


"Enggak. Aku mau telur dadar" ucapnya


"Ya sudah. Tunggu, Aa ke kamar mandi dulu" ucapnya


Reza mencuci mukanya, kemudian mengajak Tasya ke dapur. Dia membuat telur dadar sesuai keinginan istrinya.


Setelah selesai, Tasya memakannya dengan lahap.


"Pelan-pelan sayang" ucap Reza sambil melihatnya makan


"Aa mau?" tanyanya


"Enggak" ucapnya singkat


Tak lama, telur di piringnya pun habis.


"Aku mau lagi A" pinta Tasya


"Lagi?" Reza heran.


"Iya" Tasya tersenyum malu


Reza segera membuatnya lagi.

__ADS_1


"Pakai nasi ya biar kenyang" ucap Reza


"Enggak" tolak Tasya


Reza memindahkan telur tersebut ke dalam piring Tasya tadi. Kali ini dia mengambil sendok dan ikut memakannya.


"A Reza! Cepat habis kan kalau ikut makan" Taysa protes


"Tadi di tawari gak mau, sekarang malah mau" Tasya bersungut


"Iya iya, Aa buat lagi."


Kali ini dia membuat dua telur dijadikan satu. Dia memberikannya kembali kepada Tasya.


"Mau pakai saos sambal?" tanyanya


"Boleh" ucapnya sambil mengunyah


Mereka makan berdua. Tak terasa empat butir telur habis mereka makan berdua. Setelah selesai, keduanya kembali ke kamar.


"Kenyang?" tanya Reza


"Iya" ucapnya sambil memeluk sang suami


Dia menghirup aroma parfum dari kaos yang dikenakan suaminya. Dia baru teringat kalau dia sedang kesal pada suaminya.


"Kenapa?" Reza heran saat Tasya melepas pelukannya


"Aku kesal sama Aa! Aa mainnya asyik sekali sampai gak inget aku!" ucapnya kesal


"Maaf. Tadi kita bahas kerjaan. Terus Papa ajak Ayah lihat pameran tanaman gitu." ucapnya


"Aa kan pergi bukan sama orang lain sayang" ucapnya kemudian


"Ya sudah tidur" ajak Tasya


'Ya Tuhan, tumben sekali dia jinak begini' batin Reza senang


Dia memeluk erat sang istri dan mengecupnya.


"Terima kasih sayang atas pengertiannya" bisiknya di telinga sang istri.


***


"Sya..Tasya.." ibu mengetuk pintu kamar


Tasya dan Reza membuka mata masih belum kumpul kesadarannya.


"A sana buka" ucap Tasya


Reza bergegas membuka pintu kamarnya


"Kalian masih tidur? Makanan sudah siap. Semua sudah menunggu untuk makan bersama" ucap Ibu


"Iya bu, kita ke kamar mandi dulu sebentar" ucapnya


Ibu kemudian berlalu meninggalkan kamar mereka.


Tasya sudah mencuci mukanya.


"A cepat. Aku malu kalau sudah pada nunggu" ucapnya


"Iya tunggu"


Tak lama Reza keluar dari kamar mandi, keduanya keluar kamar menuju meja makan.


"Yeee.. Selamaaat Tasyaa" suara ucapan dan tepuk tangan dari tiga lelaki yang sudah menunggu mereka di meja makan, sementara Ibu dan Bi Tinah melempar senyum pada mereka.


Tasya dan Reza mendekat nampak kebingungan.


"Ada apa ini A?" begitu melihat di atas meja sebuah tumpeng terhidang disana

__ADS_1


Tasya tersenyum senang dalam kebingungan.


*** Hallo Teman Readers, menjelang akhir Ramadhan ya, huhu sedih sekali. Ada yang mau memberiku THR? Gampang kok caranya, bantu VOTE POIN atau KOIN juga boleh kakak ^^ Jangan lupa LIKE dan KOMENTARNYA temans. Terima kasih ^^ ***


__ADS_2