
Keenan memejamkan matanya, dia sengaja mematikan lampu kamar tidurnya agar segera terlelap. Tapi ada hal yang dia pikirkan sehingga dia sulit untuk tidur.
"Hari-hari terakhir magang, bahkan aku belum sempat menyatakan apapun pada Tasya" ucapnya
'Jangan lupa! Kamu janji untuk berhenti mengejar istri orang' batinnya bicara
Dia nampak gelisah. Sekalipun dia memutuskan untuk berhenti mengejar, tapi hatinya tak bisa dia bohongi. Masih menyukai Tasya.
'Apa nyatakan saja dulu? Toh kita gak akan ketemu lagi' batinnya
"Sudahlah, dia istri orang" ucapnya sambil bernafas kasar.
***
"Sayang, kamu sudah lihat jadwal dokter Felly?" tanya Reza pada istrinya sambil mengancingkan kemeja yang dia pakai. Mereka tengah bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Memang sudah jadwalnya?" Tasya menghentikan aktivitas dandannya, dia berbalik melihat suaminya.
"Loh, kamu gak lihat bukunya? Waktu itu tanggal berapa?" tanya Reza masih sibuk dengan kancingnya.
Tasya bergegas membuka lemarinya. Dia membuka laci tempat menaruh buku kehamilan miliknya.
"Bukan hari ini, masih lima hari lagi" ucapnya
"Sekarang atau nanti sama saja." ucap Reza
Tasya meneruskan aktivitasnya. Kini dia tengah sibuk memoles bibirnya dengan lipstik berwarna merah muda sehingga membuat dia terlihat lebih segar.
"Jadi mau sekarang?" tanya Reza yang berdiri di belakangnya sambil memakai pomade pada rambutnya.
"Aa kenapa ingin cepat-cepat sih?" tanyanya heran
"Aa mau tanya sama dokter Felly, sudah boleh atau belum" ucapnya
"Boleh apa?" Tasya semakin heran
"Buka puasa" Reza tersenyum.
"Dasar. Sekalipun boleh juga Akunya malas sekali A" Tasya meledeknya
"Yakin malas? Lagi pula kamu kan tinggal menikmatinya saja" ucap Reza
"Apa sih, pagi-pagi Aa sudah bahas hal ini" Tasya berdecak heran
"Bahas juga sama istri sendiri. Masa mau bahas sama si Lala" ucapnya
Tasya menyubit pinggang suaminya.
"Aw.. Ssshh.. Sakit Mam" Reza meringis
"Awas saja kalau bahas sama perempuan lain!" ancam Tasya
Reza terkekeh mendengarnya.
"Habis, kamu hamil kok terkesan lebih menggoda" ucapnya senang
"Dari mana menggodanya? Aku juga biasa saja. Malah aku sepertinya makin gemuk A" keluh Tasya
"Bisa jadi karena perubahan tubuhmu jadi lebih... Pokoknya beda sayang" sambil melingkarkan jam di tangannya.
"Apa? Mau bilang seksi! " Tasya mengancam
__ADS_1
"Enggak" Kini dia takut
"Yuk berangkat" ajak Reza
Dia mendekati Tasya kemudian mengecup seluruh wajah istrinya seperti biasa. Mereka keluar kamar
"Bi Tinah, masih ada roti kukusnya?" tanya Tasya seraya mengambil makanan yang sudah disiapkan Bi Tinah.
"Ada. Sebentar" ucapnya sambil mengeluarkan kotak dan memasukan roti kedalam kotak tersebut.
"Banyak sekali bawanya sayang. Buat siapa saja?" Reza mendekat
"Semua punya Neng Tasya. Ini makan siang Reza sama Neng Tasya, ini roti, ini buah potong" ucap Bi Tinah
"Oh. Terima kasih Bi" ucapnya
"Bi, kita berangkat dulu ya, Assalamualaikum" ucap Tasya sambil membawa makanannya.
Mereka memasuki mobil. Keduanya tak banyak bicara, Tasya mengedarkan pandangannya melihat pemandangan yang mereka lewati.
Reza mengelus lembut perut istrinya.
"Sehat ya nak. Papi gak sabar ingin menengokmu" ucapnya dengan penuh maksud.
"Dasar A Reza!" Taysa memalingkan kembali wajahnya ke arah kaca.
Setibanya di kantor, Reza sudah di sambut oleh Pak Bambang yang sepertinya memang telah menanti kehadiran Reza.
"Pak Bambang sudah nunggu sayang. Tumben" ucap Tasya
"Iya. Gak tahu ada apa. O ya Sya, siapkan uang terima kasih untuk Keenan" ucap Reza
"Untuk Keenan?" tanya mengulang
"Ya sudah, nanti aku siapkan ya A." Tasya turun dari mobil dengan membawa bekal miliknya.
Dia berjalan sambil melamun. Dari belakang Lala mencolek lengannya kemudian dia berjongkok. Tasya melirik ke arahnya.
"Lala. Kamu ini" ucap Tasya kaget
"Hehe maaf bu"
Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam kantor.
"Tumben Keenan belum datang" ucap Lala
"Kamu tidak tahu kalau Keenan sebentar lagi beres magangnya?" tanya Tasya
"Tahu Bu. Yah, nanti aku sendiri lagi melihat kemesraan Ibu sama Pak Reza" ucapnya
"Hehe.. Nikmati saja La, selama gratis" ucapnya
Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Setelah beberapa lama, Reza masuk ke dalam ruangan, dia mengambil berkas kemudian keluar kembali.
Menjelang makan siang, Keenan datang ke kantor.
"Pak Reza ada bu?" tanyanya
"Tadi keluar, saya gak tahu sekarang dimana" ucap Tasya
__ADS_1
"Kenapa Keenan?" tanyanya
"Kemarin saya minta company profile ke Pak Reza tapi masih belum saya terima." ucapnya
"Nanti saya hubungi Pak Reza dulu Ya" ucapnya
Keenan kembali ke mejanya. Tasya menelepon Reza tapi tidak di angkatnya. Dia masuk ke dalam ruangan Reza, ponselnya tertinggal disana.
"Ibu, aku cari makan dulu Bu. Sudah jam istirahat." ucap Lala
"Iya La, aku gak ikut ya. Ini bawa bekal" balasnya
"Ayo bareng aku saja La" ajak Keenan
Seketika Lala tersenyum senang.
"Ayo La, aku mau ke gudang cari A Reza" ajak Tasya
Mereka berjalan bersama, kemudian memisahkan diri. Lala dan Keenan berjalan keluar kantor, sementara Tasya mengedarkan pandangannya ke gudang.
Disana terlihat empat orang sedang berbincang. Salah satunya wanita berbalut rok mini dengan tampilan menggoda sedang duduk dengan menyilangkan kakinya berhadapan dengan Reza. Tasya mengurungkan niatnya untuk mendekati Reza begitu melihat wanita tersebut.
'Siapa mereka? Kok aku baru bertemu dengannya. Pantas saja A Reza meninggalkan ponselnya. Dia asyik sama wanita itu! Pakaiannya seksi pula!" batin Tasya geram
"Pak, ibu.. " ucap Pak Bambang melihat Tasya berbalik arah
Reza menengoknya kemudian pamit kepada rekan bisnisnya.
" Sya.. " panggil Reza
Tasya tak menolehnya, pura-pura tak mendengar. Dia merasa kesal pada suaminya
" Tasya"
Tasya hanya menolehnya.
"Aku kira Aa tidak sibuk." ucap Tasya
"Orang supermarket datang, kita mau perpanjang kontrak. Biasanya Aa yang kesana. Ini tiba-tiba dia datang sendiri kesini. Malah perempuan tadi itu anak pemilik salah satu cabang supermarketnya" Reza menjelaskan panjang lebar
"Oh" Tasya tak banyak komentar
"Kok marah sayang?" tanyanya
"Sudah sana tamunya kan masih ada. Aku tadinya mau ngajak makan bersama. Tapi Aa sedang sibuk." ucap Tasya
"Maaf ya sayang, hari ini Aa gak temani makan. Aa kesana dulu, gak enak sama mereka" ucap Reza
Keduanya kemudian berpisah, Tasya kembali ke kantor sementara Reza menghampiri tamunya di gudang.
Tasya membuka kotak makannya. Dia tidak bernafsu untuk makan. Pikirannya terganggu oleh wanita tersebut. Dia kemudian meneguk air putih sampai tak tersisa.
'Mungkin bawaan kamu ya sayang, mami kok rasanya kesal lihat papi sama wanita itu' Tasya mengelus perutnya.
Disisi lain, Reza menghampiri mereka kembali.
"Pak Reza, ayo kita makan siang bersama" ucap Rekan bisnisnya yang bernama Adit.
"Boleh. Ayo. Saya ambil kunci mobil dulu ya" ucap Reza
"Tidak perlu, kita sama-sama saja. Nanti kita antar kesini lagi Pak." ucap wanita yang memakai rok mini tersebut
__ADS_1
"Baik kalau begitu"
Mereka berempat bergegas masuk ke dalam mobil Adit meninggalkan kantornya.